Miliarder California Rogoh US$40 Juta Tolak Pajak Kekayaan

Gedung Capitol California di Sacramento

Kubah Gedung Capitol Negara Bagian California di Sacramento, Amerika Serikat. [Foto: UC Berkeley]

Cekricek.id — Sejumlah orang terkaya di California mengucurkan dana segar sekitar US$40 juta ke komite aksi politik Building a Better California untuk menjegal Proposisi 40, usulan pajak kekayaan sekali pungut sebesar 5 persen atas warga negara bagian itu yang memiliki aset lebih dari US$1 miliar. Dikutip dari Fortune, laporan dana kampanye yang tercatat pada 14 Agustus 2026 memperlihatkan investor ventura John Doerr menyumbang US$7,5 juta dan ketua eksekutif perusahaan blockchain Ripple, Chris Larsen, menambahkan US$10 juta.

Dua nama lain menyusul dalam laporan yang sama, yakni John Hering dengan US$946.000 dan Neil Mehta dengan US$250.000. Sebelumnya pada awal Agustus 2026, salah satu pendiri Google, Sergey Brin, menyetor US$20 juta ke komite tersebut. Total dana yang dikeluarkan Brin untuk menolak pajak kekayaan itu mencapai US$102 juta. Per akhir Juni 2026, Building a Better California telah menghimpun US$110 juta dan memesan slot iklan senilai US$87 juta.

Baca juga: Sidang Pembunuhan Tupac Shakur Dimulai Setelah 30 Tahun

Isi Proposisi 40

Proposisi 40 adalah inisiatif pemungutan suara yang akan diputuskan pemilih California pada November 2026. Isinya satu kali pungutan sebesar 5 persen atas kekayaan bersih penduduk negara bagian yang asetnya melampaui US$1 miliar. Sekitar 90 persen penerimaannya dialokasikan untuk layanan kesehatan, sedangkan sisanya untuk bantuan pangan dan pendidikan.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat dari California, Ro Khanna, termasuk pendukung paling vokal inisiatif itu. “Partai Demokrat California dan gerakan buruh California baru saja berdiri bersama Bernie Sanders dan saya untuk mendukung pajak kekayaan 5 persen atas 250 miliarder California,” katanya. Ia menambahkan, “Meloloskan inisiatif pemungutan suara ini akan memastikan jutaan warga California kelas pekerja dan kelas menengah tidak kehilangan layanan kesehatan mereka.”

Jajak Pendapat Universitas California, Berkeley

Institute of Governmental Studies (IGS) Universitas California, Berkeley, merilis hasil jajak pendapatnya pada Senin, 17 Agustus 2026. Survei digelar pada 3–9 Agustus 2026 terhadap 4.207 pemilih terdaftar dengan margin kesalahan 2,5 poin persentase. Hasilnya, 48 persen responden mendukung Proposisi 40, 41 persen menolak, dan 11 persen belum menentukan sikap.

Baca juga: AS Jatuhkan Sanksi ke Presiden Mahkamah Pidana Internasional

Dukungan terkonsentrasi di kubu Demokrat, yang mencatat 70 persen suara mendukung, dan menguat menjadi 86 persen di kalangan pemilih berhaluan liberal kuat. Sebaliknya, 80 persen pemilih Republik menyatakan menolak. Sebanyak 72 persen pemilih mengaku sudah pernah mendengar inisiatif tersebut.

“Hasil ini menunjukkan inisiatif pajak miliarder sedang mengarah pada kontestasi yang ketat, dengan pertanyaan kuncinya apakah pihak penentang sanggup menembus cukup jauh ke kalangan pemilih negara bagian yang secara tradisional condong ke Demokrat,” kata Direktur Bersama IGS Universitas California, Berkeley, Eric Schickler.

Direktur Jajak Pendapat IGS, Mark DiCamillo, menyoroti tingkat pengenalan publik yang tidak lazim. “Sebanyak 72 persen pemilih pernah mendengar inisiatif pajak miliarder ini, proporsi yang luar biasa besar untuk periode pertengahan musim panas yang relatif sepi,” ujarnya. Dalam survei yang sama, Proposisi 39 tentang kewajiban identitas pemilih justru tertinggal dengan 42 persen dukungan berbanding 51 persen penolakan.

Bantahan dari Kalangan Pengusaha

Baca juga: Gubernur Indiana Cairkan Dana Darurat Korban Banjir

Penolakan paling keras datang dari pengusaha Amerika Serikat, Mark Cuban, yang berdebat terbuka dengan Khanna. “Menurut saya, kalau ini lolos, hanya pendiri startup idiot yang tetap bertahan di Cali,” kata Cuban. Ia berargumen bahwa pendiri perusahaan rintisan bernilai puluhan miliar dolar sering kali tidak memegang uang tunai. “Ciri khas perusahaan rintisan bernilai 10 miliar dolar ini adalah, sekalipun mereka menghimpun satu miliar dolar, nyaris tidak ada uang itu yang masuk ke kantong para pendirinya, yang mendadak bernilai miliaran dolar dalam semalam,” ujarnya.

Khanna membalas argumen likuiditas tersebut dengan menunjuk komposisi aset para miliarder. “Pemerintah tetap akan memungut dari sebagian besar miliarder yang tidak mengalami kesulitan likuiditas. Tujuh puluh dua persen kekayaan mereka berbentuk saham publik,” katanya.

Fortune melaporkan enam miliarder telah memindahkan domisili keluar dari California sebelum tenggat 1 Januari yang dipakai sebagai patokan penghitungan aset. Brin sendiri disebut telah memindahkan sebagian asetnya ke luar negara bagian itu. Pemungutan suara atas Proposisi 40 digelar bersamaan dengan pemilihan umum California pada November 2026.

Baca Juga

Ilustrasi pesawat perintis di landasan
Kadin Papua Tengah Dukung Subsidi Penerbangan Pedalaman
Upacara HUT ke-81 RI di OJK
OJK Dapat Tiga Amanah Presiden: Bursa Mineral hingga Karbon
Gerai Home Depot
Penjualan Home Depot Naik 5,7 Persen di Kuartal Kedua
Pegunungan bersalju di Utah
Gelombang Panas Pemakan Salju Meluas di Barat Amerika
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyerahkan bantuan secara simbolis
Kemendag Salurkan Rp250 Juta, Empat Pasar NTT Rusak
Gedung Bank Sentral Eropa di Frankfurt Jerman
Imbal Hasil Obligasi Eropa Tembus Tertinggi 17 Tahun