Cekricek.id — Aktor Noah Centineo akhirnya membuka kisah di balik kegagalannya memerankan He-Man dalam film layar lebar Masters of the Universe. Pengakuan itu ia sampaikan dalam siniar Happy Sad Confused asuhan Josh Horowitz yang tayang Senin, 17 Agustus 2026, dan dilaporkan thewrap.com pada hari yang sama.
Selama bertahun-tahun nama Centineo memang berulang kali dikaitkan dengan proyek adaptasi mainan Mattel tersebut. Namun aktor yang dikenal lewat To All the Boys I’ve Loved Before itu tidak pernah menjelaskan secara terbuka seberapa jauh keterlibatannya — sampai pekan ini.
Baca juga: Guru SMP di Pati Menggarap 100 Episode Film Pendek dari Desa
Sudah Meneken Kontrak dan Menjalani Uji Layar
Centineo mengaku prosesnya sudah nyaris rampung. “Sempat ada satu momen ketika saya — saya rasa kita boleh membicarakan ini — hampir memerankan He-Man,” kata aktor berusia 30 tahun itu kepada Horowitz.
Ia lalu merinci tahapan yang sudah dilaluinya. “Kami sudah sangat dekat, Bung. Saya menjalani proses tes,” ujar Centineo. “Kami melakukan uji layar dengan cawat dan segala macam. Semuanya. Saya menandatangani kontraknya.”
Menurut pengakuannya, studio bahkan sudah memperlihatkan rancangan visual awal film tersebut kepadanya. “Mereka menunjukkan previs kepada kami. Mereka memperlihatkan semacam desain produksinya,” kata Centineo. Previs, atau previsualization, adalah animasi kasar yang dipakai kru untuk merancang adegan sebelum pengambilan gambar dimulai.
Pada masa itu, kursi sutradara masih dipegang duo Nee Brothers. Proyeknya sendiri berpindah-pindah rumah produksi, mula-mula digarap Netflix sebelum akhirnya berlabuh di Amazon MGM Studios.
Baca juga: Tukar CV Sebelum Menikah, Ta'aruf ala Web Series Islami di YouTube
Jadwal yang Terus Mundur Membuat Kontraknya Kedaluwarsa
Perpindahan studio dan revisi naskah yang tak kunjung selesai membuat jadwal syuting terus bergeser. Kontrak Centineo pun habis masa berlakunya sebelum kamera sempat menyala. “Lalu, entah karena alasan apa, jadwalnya terus mundur dan mundur,” kata Centineo. Ia menambahkan bahwa pihak produksi “ingin terus mengutak-atik dan mengutak-atiknya”.
Peran He-Man akhirnya jatuh ke tangan Nicholas Galitzine, aktor Inggris yang sebelumnya membintangi Red, White & Royal Blue. Centineo menolak menyimpan dendam dan justru memuji penerusnya itu.
“Sulit sekali masuk ke peran seperti itu, Bung. Maksud saya, film itu bukan film yang mudah,” kata Centineo. “Orang tidak paham betapa sulitnya memainkan gaya camp dengan sepenuh hati.”
Istilah camp yang ia maksud merujuk pada gaya penyajian yang sengaja berlebihan dan teatrikal — ciri khas semesta He-Man sejak seri animasinya mengudara pada 1980-an.
Baca juga: Hayden Panettiere Meninggal di Usia 36, Rekan Layar Berduka
Filmnya Sendiri Tak Sesuai Harapan
Ironisnya, film yang ditinggalkan Centineo tidak berakhir manis. Masters of the Universe mendapat ulasan yang terbelah dari kritikus dan gagal menutup ongkos produksinya. Film itu mengumpulkan 114 juta dolar Amerika Serikat di peredaran bioskop dunia, sementara anggaran produksinya mencapai 170 juta dolar Amerika Serikat. Angka tersebut belum menghitung biaya pemasaran, yang pada film sebesar itu biasanya menambah puluhan juta dolar lagi.
Dalam siniar yang sama, Centineo menuturkan bahwa ia menjalani seluruh rangkaian itu tanpa pernah sampai ke lokasi syuting. Kontrak sudah diteken, kostum sudah dicoba, desain produksi sudah dipamerkan kepadanya, tetapi kalender produksi tak pernah menemukan titik temu sebelum masa berlaku kontraknya lewat.
















