De Zeven Provincien

De Zeven Provincien adalah kapal angkatan laut Kerajaan Hindia Belanda. Di atas kapal ini terjadi pemberontakan oleh pelaut Indonesia dan Belanda pada 5 Februari 1933 di lepas pantai Sumatera dekat Sabang.

De Zeven Provincien. [Instagram]

Apa itu De Zeven Provincien?

De Zeven Provincien adalah kapal angkatan laut Kerajaan Hindia Belanda. Di atas kapal ini terjadi pemberontakan oleh pelaut Indonesia dan Belanda pada 5 Februari 1933 di lepas pantai Sumatera dekat Sabang.

Pemberontakan di atas kapal itu merupakan bentuk protes terhadap keputusan pemerintah Hindia Belanda menurunkan gaji pegawai Hindia Belanda sebesar 17% pada 1 Januari 1933 oleh Gubernur Jenderal De Jonge.

Peristiwa di atas kapal ini sebagai reaksi atas pemogokan umum yang digelar para pelaut Indonesia dan Belanda di Surabaya pada 27 Januari 1933.

Pemerintah Hindia Belanda berdalih penurunan gaji tersebut sebagai upaya mengatasi kekurangan anggaran negara akibat krisis ekonomi yang melanda dunia.

Pemberontakan De Zeven Provincien dipimpin oleh Paraja dan Gosal (Indonesia) serta Boshart dan Dooyeweerd (awak kapal Belanda).

Pemberontakan dimulai pada 4 Februari pada pukul 22.00. para pelaut mengambil alih kapal dari para perwira Belanda.

Pemimpin pemberontakan memberikan pengumuman resmi pada 5 Februari 1933 bahwa kapal itu telah diambil-alih dan bertolak menuju Surabaya.

Pemerintah segera mengirimkan kapal Goundenleeuw untuk menaklukkan De Zeven Provincien.

Pada 10 Februari 1933 saat memasuki Perairan Selat Sunda, kapal itu dihadang oleh Kapal Perang Java dipimpin oleh van Dulm, kapal torpedo Piet Hien dan Evensten serta sebuah pesawat pembom Dornier. Setelah para awak menolak menyerah.

Dornier menjatuhkan beberapa bom di atas geladak kapal itu. Akibat serangan ini 20 pelaut Indonesia dan 3 pelaut Belanda tewas.

Sebanyak 545 awak Indonesia dan 81 Belanda ditahan, diadili, dan dijatuhi hukuman. Para pelaut pemberontak De Zeven Provincien ditahan di Pulau Onrust, utara Jakarta.

Sepanjang tahun 1933 koran-koran di Hindia Belanda memuat berita De Zeven Provincien mulai dari kronologi pemberontakan, pengadilan, dan hukuman, hingga berbagai analisis.

ISDV (Indische Sociaal Democtatische Vereeniging) yang merupakan cikal bakal Partai Komunis di Indonesia dituduh menjadi dalang pemogokan di Surabaya dan pemberontakan De Zeven Provincien.

Referensi: Kamus Sejarah Indonesia.

Baca Juga

Ilustrasi pahatan relief batu candi memperlihatkan pemanah menarik busur
Busur di Relief Candi Menyusut Delapan Abad, dari Vansa ke Saranga
Ilustrasi detail relief batu candi memperlihatkan sosok bermahkota berkepala banyak
Rahwana Berkepala Tujuh di Prambanan, Manusia Biasa di Panataran
Ilustrasi undakan batu andesit menembus padang rumput di punggungan gunung berkabut
Api Merbabu Menyingkap Tangga Batu dan Prasasti 1527 Masehi
Ilustrasi pertunjukan wayang kulit dengan iringan gamelan pada malam hari
Prasasti 907 Masehi Menyebut Wayang, Kabar Tertua Pertunjukan Jawa
Ilustrasi tumpukan kain tenun tradisional berlatar permukaan batu prasasti
Dua Kain yang Hanya Boleh Dimiliki Raja pada Masa Mpu Sindok
Ilustrasi arca batu dewa matahari di relung dinding candi
Menelusuri Tujuh Arca Dewa Surya di Jawa dari Kediri sampai Prambanan