Panembahan Senopati

Panembahan Senopati adalah pendiri dan raja pertama Mataram Islam. Kesultanan ini muncul sebagai salah satu pusat kekuasaan di Jawa bagian tengah dan penamaannya secara langsung menunjukkan influensi Mataram Kuna.

Ilustrasi Panembahan Senopati. [Foto: Istimewa]

Siapa Panembahan Senopati?

Panembahan Senopati adalah pendiri dan raja pertama Mataram Islam. Kesultanan ini muncul sebagai salah satu pusat kekuasaan di Jawa bagian tengah dan penamaannya secara langsung menunjukkan influensi Mataram Kuna.

Dinamika kemunculan pusat-pusat kekuasaan Jawa telah berlangsung di Jawa bagian tengah sejak masa awal berdirinya Kerajaan Mataram Kuna.

Sejak masa ini, Jawa bagian tengah menjadi amat penting dalam percaturan politik di Nusantara. Mulai dari zaman Hindu-Budha hingga zaman Islam kemudian, Jawa bagian tengah memunculkan pusat-pusat kekuasaan Jawa.

Zaman Islam di Jawa yang memunculkan Demak dan Banten sebagai pusat kekuasaan prominen juga kemudian memunculkan lagi Jawa bagian tengah sebagai pusat kekuasaan Jawa (Demak).

Setelah Demak, kekuasaan Jawa berpindah ke dinasti yang kemudian mendirikan Pajang dan kemudian Mataram. Panembahan Senopati, atau dengan gelarnya kemudian disebut Senopati ing Alaga Sayiddin Kalifatullah Tanah Jawi, adalah pendiri dinasti Mataram Islam.

Sekalipun menurut catatan Mataram, tersebutlah Ki Ageng Pamanahan, ayah Senopati yang menjadi asal dinasti Mataram.

Senopati tidak dapat dilepaskan kiprahnya untuk secara nyata mendirikan imperium Mataram Islam. Panembahan Senopati mulai berkuasa pada tahun 1584 atau 1587 dan meninggal pada 1601.

Nama Panembahan Senopati sangat tersohor dalam cerita rakyat maupun Babad Tanah Jawi yang kemudian mengaitkannya dengan penguasa pantai selatan Jawa, Kanjeng Ratu Kidul.

Panembahan Senopati dikatakan mendapatkan “legitimasi” sebagai penguasa Jawa atas hubungannya dengan Kanjeng Ratu Kidul ini. Pada mulanya, Senopati adalah abdi setia Sultan Pajang Hadiwijaya dan kemudian barulah mendirikan Mataram Islam.

Referensi: Kamus Sejarah Indonesia.

Baca Juga

Ilustrasi sisa gerbang batu bekas istana Melayu di tepi jalan dikelilingi rumah baru
Istana Kesultanan Serdang Jadi Perumahan, Koordinatnya Meleset 10 Km
Ilustrasi tumpukan koran berbahasa Melayu ejaan lama era 1920-an di atas meja kayu
Ketika Haji Merah Menyerang Muhammadiyah dari Mimbar dan Koran
Ilustrasi batu nisan kuno berukir sulur rapat di kompleks makam tua
Satu-satunya Nisan Bertulis di Lombok Menyebut Angka Tahun 1729
Ilustrasi dua buku terbuka di meja kayu perpustakaan
Guru Besar Bima dan Boyolali di Meja Bedah Metodologi Sejarah
Ilustrasi balok batu berprasasti dipotret kamera di atas tripod
Sisi Batu yang Tak Pernah Dibaca Akhirnya Terbuka Lewat Fotogrametri
Ilustrasi ruang pertemuan dengan kursi lipat dan meja bermikrofon
Usul Suksesi 1998 Ditolak Tanwir dan Jalan Amien Rais ke PAN