Thomas Stamford Raffles

Thomas Stamford Raffles adalah Gubernur Jenderal di Hindia-Belanda sejak 1811 hingga 1816. Ia adalah pria kelahiran Jamaika, 6 Juli 1781.

Thomas Stamford Raffles. [Foto: Istimewa]

Siapa Thomas Stamford Raffles?

Thomas Stamford Raffles adalah Gubernur Jenderal di Hindia-Belanda sejak 1811 hingga 1816. Ia adalah pria kelahiran Jamaika, 6 Juli 1781.

Ia mengawali karier sebagai seorang pegawai di East India Company (EIC) yang bermarkas di London. Perusahaan tempat ia bekerja merupakan perusahaan dagang yang separuh modalnya milik pemerintah dan berperan banyak dalam penaklukan Inggris di luar negeri.

Pada 1805, ia dikirim ke Pulau Penang untuk bekerja di bagian administrasi EIC. Kemudian ia diangkat menjadi Gubernur Jenderal di Hindia-Belanda. Masa jabatan Raffles tergolong singkat, namun pria pecinta ilmu pengetahuan itu memiliki sejumlah kontribusi bagi wilayah Nusantara yang masih dapat dilihat sampai sekarang. Di antaranya ialah buku The History of Java, sebuah buku karya Raffles yang berkisah tentang keadaan penduduk di Pulau Jawa, adat-istiadat, bahasa, agama, kondisi geografi, dan aspek-aspek lain yang menunjang kehidupan masyarakat Jawa saat itu. Selain itu, Raffles berjasa dalam penemuan Candi Borobudur tahun 1814. Kala itu Raffles segera melakukan upaya penyelamatan dan pemugaran candi. Raffles juga merupakan penemu bunga padma raksasa atau Rafflesia Arnoldii dan juga sosok perintis Kebun Raya Bogor. Adapun kebijakan Raffles pada masa penjajahannya di Pulau Jawa, di antaranya memberlakukan sistem landrent, penghapusan kerja paksa, memberlakukan sistem pemerintahan bercorak Barat, dan pemungutan pajak secara perorangan.

Referensi: Kamus Sejarah Indonesia.

Baca Juga

Ilustrasi balok batu berprasasti dipotret kamera di atas tripod
Sisi Batu yang Tak Pernah Dibaca Akhirnya Terbuka Lewat Fotogrametri
Ilustrasi ruang pertemuan dengan kursi lipat dan meja bermikrofon
Usul Suksesi 1998 Ditolak Tanwir dan Jalan Amien Rais ke PAN
Deretan lampion merah tergantung di bangunan kelenteng
Rayap di Tiang 1771: Klenteng Tertua Semarang Bertahan dari Sumbangan Umat
Hamparan hutan hujan tropis terlihat dari udara
Sejarah Indonesia Masih Jarang Menempatkan Alam sebagai Pelaku
Mushaf Al-Quran terbuka di atas rehal di dalam masjid
Sebelum “Islam, Yes, Partai Islam, No”: Lima Pekan yang Mengubah Nurcholish Madjid
Tumpukan surat kabar lama yang menguning
Iklan yang Menyamar Jadi Berita: Cara Belanda Merayu Kaum Terpelajar ke Lampung