Kilang Aramco di Jazan Terbakar Lagi, Houthi Klaim Serangan Drone

Citra satelit kota pesisir Jazan dengan gumpalan asap hitam membubung dari kawasan kilang minyak di tepi Laut Merah

Asap hitam membubung dari kawasan kilang Saudi Aramco di Jazan, Arab Saudi, di tepi Laut Merah. [Foto: Getty Images]

Cekricek.id — Kebakaran melanda kilang minyak Saudi Aramco di Jazan, kawasan pesisir Laut Merah dekat perbatasan Yaman, Minggu (9/8/2026) dini hari. Kelompok Houthi mengklaim serangan pesawat nirawak beberapa jam kemudian.

Mengutip Al Jazeera, Minggu (9/8/2026), Kementerian Energi Arab Saudi menyatakan regu pemadam keamanan industri Aramco telah memadamkan api yang berkobar saat fajar dan memastikan tidak ada korban jiwa. Kementerian menyebut pihak berwenang tengah merampungkan prosedur penanganan insiden, tanpa mengungkap penyebab kebakaran.

Klaim datang belakangan. Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menyatakan angkatan bersenjata Yaman menyasar kilang tersebut dengan drone.

“Operasi ini dilakukan sebagai balasan atas pelanggaran Saudi terhadap wilayah udara Yaman di Provinsi Saada dan Hajjah,” kata Saree, yang menggambarkan serangan itu sebagai serangan presisi.

Al Jazeera mengutip Al Masirah TV, saluran milik Houthi, sebagai kanal yang lebih dulu menyiarkan klaim tersebut.

Baca juga: Militer Yaman Serang Houthi, PBB Peringatkan Risiko Perang Skala Besar

Kilang yang Baru Dua Pekan Lumpuh

Jazan bukan sasaran sembarangan. Kilang itu mengolah sekitar 400 ribu barel minyak mentah per hari dan menyumbang sekitar empat persen dari total produksi minyak serta cairan Saudi Aramco. Di dalamnya berdiri instalasi gasifikasi terpadu terbesar di dunia berkapasitas 3,8 gigawatt.

Letaknya juga menentukan. Sebagai fasilitas di pesisir Laut Merah, Jazan mengekspor tanpa harus melewati Selat Hormuz — jalur yang beberapa pekan terakhir menjadi pusat ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.

Kebakaran Minggu dini hari terjadi kurang dari dua pekan setelah serangan Houthi pada 27 Juli yang merusak kompleks gasifikasi dan lahan tangki penyimpanan. Aramco menghentikan operasi kilang setelah serangan itu. Perusahaan menyatakan mampu memulihkan fasilitas yang rusak enam kali lebih cepat daripada rata-rata industri dan kembali berproduksi penuh dalam hitungan hari begitu kondisi memungkinkan, sebagaimana dilaporkan The National.

Artinya, sasaran yang dihantam kemarin adalah instalasi yang sedang dalam masa pemulihan.

Blokade Laut Merah dan Kecaman Dewan Keamanan

Houthi menguasai sebagian besar wilayah utara Yaman, termasuk ibu kota Sanaa. Kelompok itu mendeklarasikan blokade laut terhadap Arab Saudi di Laut Merah dengan alasan pengepungan ekonomi atas Yaman, tuduhan yang dibantah Riyadh.

Serangan drone dan rudal ke wilayah Saudi berlangsung berulang sejak pertengahan Juli, bersamaan dengan serangan terhadap kapal-kapal niaga di Laut Merah dan perairan sekitarnya — salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia.

Dewan Keamanan PBB mengeluarkan pernyataan yang mengecam serangan rudal Houthi terhadap Arab Saudi sejak 13 Juli dan serangan terhadap kapal niaga sejak 22 Juli. Dewan menegaskan kembali Resolusi 2216, yang melarang pasokan, penjualan, dan pemindahan senjata kepada pihak yang dikenai sanksi terkait Yaman, termasuk Houthi.

Kementerian Luar Negeri Kuwait menyambut pernyataan itu dan menyebutnya penegasan atas kebutuhan mematuhi hukum internasional serta penolakan terhadap tindakan yang mengancam keamanan kawasan dan kebebasan navigasi maritim. Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyampaikan sambutan serupa.

Baca juga: Pakta Pertahanan Makkah: Perisai Baru atau Sinyal Strategis?

Dua Tekanan di Dua Jalur Laut

Serangan ke Jazan menambah beban pada infrastruktur energi Saudi yang sedang menghadapi tekanan dari dua arah sekaligus. Di timur, Selat Hormuz masih dipersengketakan setelah Iran menetapkan syarat pembukaannya. Di barat, Laut Merah menjadi ruang operasi Houthi.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada hari yang sama menyatakan harapannya agar perundingan dengan Oman membuahkan hasil untuk Selat Hormuz, dan menyerukan negaranya keluar dari keadaan yang ia sebut “bukan perang, bukan pula damai”.

Baca juga: Iran Yakin AS Akan Membiarkan Hormuz di Tangannya

Dewan Keamanan PBB dalam pernyataan yang sama juga mengecam pendaratan pesawat tanpa persetujuan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional di Bandara Sanaa pada 3 Juli dan Bandara Hodeidah pada 13 Juli.

Baca Juga

Drone bermuatan bahan peledak yang ditemukan di dekat pesawat kargo Ukraina di Bandara Leipzig-Halle
Jerman: Kami Sasaran Perang Hibrida Setiap Hari
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi berdiri di depan karangan bunga pada upacara peringatan di Taman Peringatan Perdamaian Hiroshima
Jepang Buka Perdebatan Nuklir, Penyintas Bom Atom Cemas
Presiden FIFA Gianni Infantino mengenakan setelan jas berdiri di tepi lapangan
FIFA Serang Balik Kampanye Penggulingan Infantino
Para pemimpin adat Pantai Gading berpakaian kain tradisional berdiri dalam upacara kepulangan gendang Djidji Ayokwe di Abidjan
Gendang Sakral Djidji Ayokwe Pulang ke Pantai Gading
Kerabat berkumpul di pemakaman seorang korban Ebola di Bunia, Republik Demokratik Kongo
Lebih dari 300 Anak Tewas Akibat Ebola di Kongo
Seorang pria berjalan di antara reruntuhan rumah yang hancur di desa Zawtar al-Gharbiyah, Lebanon selatan
Tiga Tentara Lebanon Terluka, Israel Masuk Desa Perbatasan