Cekricek.id — Dua kapal permukaan nirawak Voyager buatan Saildrone membantu Angkatan Laut Amerika Serikat menggagalkan penyelundupan kokain senilai 81 juta dolar AS di Laut Karibia. Operasi itu digelar Armada Keempat, komando AL AS yang membawahi kawasan Amerika Latin dan Karibia.
Dikutip dari TechRadar, Minggu (9/8/2026), kapal-kapal tanpa awak itu berperan memantau perairan dan mengendus pergerakan mencurigakan sebelum penindakan dilakukan oleh pasukan penegak hukum di laut. Kapal permukaan nirawak atau unmanned surface vehicle adalah kapal yang dijalankan dan diawasi dari jauh tanpa pelaut di atasnya.
Voyager bukan kapal besar. Panjangnya hanya sekitar 10 meter atau 33 kaki, jauh lebih kecil dari kapal patroli konvensional. Namun kapal buatan perusahaan asal California itu sanggup berpatroli tanpa henti lebih dari 100 hari di laut tanpa perlu awak — ketahanan yang menjadikannya alat pengawasan yang sulit ditandingi kapal berawak mana pun.
Dalam operasi antinarkoba di laut, pekerjaan yang paling menyita waktu kerap bukan penindakannya, melainkan menemukan target di hamparan perairan yang mahaluas. Pada tugas pencarian dan pemantauan itulah wahana semacam Voyager dipasang, sementara penindakan tetap dilakukan pasukan berawak.
Presiden Saildrone John Mustin menyebut keberhasilan di Karibia sebagai buah dari kehadiran panjang armadanya di kawasan itu, bukan hasil operasi sekali jalan.
“Kesinambungan kehadiran Saildrone di sepanjang perbatasan selatan selama hampir tiga tahun menunjukkan nilai strategis yang kami bawa sebagai operator wahana permukaan nirawak paling berpengalaman di dunia,” kata Mustin.
Beroperasi Berbulan-bulan Tanpa Awak
Ketahanan memang menjadi kata kunci dalam operasi semacam ini. Kapal patroli berawak mesti rutin kembali ke pangkalan untuk mengganti awak dan mengisi perbekalan, celah yang kerap dimanfaatkan penyelundup. Di titik itulah wahana nirawak mengambil peran: tetap bertahan di posisi ketika kapal berawak harus pulang.
Baca juga: Militer Yaman Serang Houthi, PBB Peringatkan Risiko Perang Skala Besar
Mustin menyebut daya tahan itu pula yang menjadi nilai jual utama perusahaannya kepada militer.
“Kemampuan kami yang tak tertandingi untuk tetap berada di posisi dan menjalankan misi di kawasan-kawasan krusial selama berbulan-bulan adalah alasan armada kami menjadi penangkal yang ampuh bagi para pelaku kejahatan,” ujar Mustin.
Kerja sama Saildrone dengan militer AS bukan barang baru. Perusahaan itu sebelumnya mengantongi pesanan tugas senilai 16,3 juta dolar AS untuk mendukung operasi pengawasan maritim militer negara tersebut. Pesanan itu menandakan militer AS sudah lebih dulu menaruh kepercayaan pada wahana perusahaan ini jauh sebelum operasi di Karibia.
Penyitaan senilai 81 juta dolar AS ini menjadi salah satu bukti paling nyata sejauh ini bahwa kapal nirawak kecil dapat mengambil peran sentral dalam operasi pemberantasan narkoba di laut lepas, wilayah yang selama ini menuntut kehadiran kapal perang berawak.



















