Samsung Gandeng Laboratorium Energi AS Kembangkan Pemanas untuk Suhu Minus 30 Derajat

A A

Rumah tertutup salju pada pagi musim dingin. Foto ini ilustrasi. [Foto: Pexels/AJ4XO]

Cekricek.id — Samsung Electronics menjalin kerja sama riset dengan Oak Ridge National Laboratory, laboratorium nasional milik Departemen Energi Amerika Serikat, untuk mengembangkan teknologi pemanas yang tetap bekerja andal pada suhu ekstrem. Sasarannya adalah sistem yang mampu memanaskan ruangan secara stabil ketika suhu luar turun di bawah minus 30 derajat Celsius.

Dikutip dari UPI, Minggu (9/8/2026), yang menerjemahkan laporan Asia Today, riset itu berfokus pada sistem pemanas berbasis kompresi uap dan perangkat multifungsi untuk iklim dingin. Penelitiannya dijadwalkan berjalan sampai paruh pertama 2027.

Diuji di Kota Bersuhu Minus 40

Pengujian tidak dilakukan di ruang simulasi, melainkan di lapangan yang sesungguhnya. Lokasi yang dipilih adalah kampus Alaska milik National Laboratory of the Rockies di Fairbanks.

Kota itu dipilih bukan tanpa alasan. Suhu di Fairbanks bisa menyentuh minus 40 derajat Celsius, sementara rekor terendahnya pernah menembus di bawah minus 50 derajat Celsius. Kondisi semacam itu menjadi ujian paling keras bagi pompa panas, yang efisiensinya cenderung merosot begitu suhu udara luar jatuh terlalu jauh.

“Kerja sama ini akan menjadi kesempatan penting untuk membuktikan teknologi efisiensi tinggi khas Samsung dan keandalan produk kami dalam kondisi dingin ekstrem yang nyata,” kata Lim Sung-taek, Executive Vice President Divisi Bisnis Peralatan Rumah Tangga Digital Samsung Electronics.

Baca juga: Samsung Usung Pusat Data Terapung Berkapasitas 50 MW di Texas

Batas yang Hendak Digeser

Oak Ridge sendiri sudah memiliki rekam jejak di bidang ini. Laboratorium tersebut sebelumnya mendemonstrasikan sistem pompa panas yang tetap beroperasi pada suhu minus 34 derajat Celsius.

Angka itu memberi gambaran seberapa tipis jarak yang sedang diperebutkan. Pompa panas bekerja dengan memindahkan panas dari udara luar ke dalam ruangan, sehingga semakin dingin udara di luar, semakin sedikit panas yang tersedia untuk dipindahkan. Di titik itulah sistem konvensional biasanya menyerah dan pemilik rumah kembali bergantung pada pemanas berbahan bakar fosil.

Baca juga: SK hynix Gelontorkan Investasi Besar demi Memori AI

Dari Data Riset ke Produk Global

Samsung tidak menempatkan kerja sama ini sebagai proyek riset yang berhenti di laporan. Perusahaan berencana membawa hasilnya ke lini produk pemanas, ventilasi, dan pendingin udara berbasis pompa panas yang dijual di pasar global.

“Berdasarkan data riset itu, kami akan menghadirkan produk pompa panas ke pasar global yang menurunkan emisi karbon sekaligus memaksimalkan performa dan efisiensi energi,” ujar Lim.

Pompa panas menjadi salah satu andalan sejumlah negara untuk memangkas emisi dari sektor pemanas rumah tangga. Persoalannya selama ini justru terletak pada wilayah berhawa paling dingin, tempat perangkat itu paling dibutuhkan tetapi paling sulit bekerja efisien.

Baca juga: Komputer Kuantum Berbasis Berlian Ini Bekerja di Suhu Ruang dan Cukup Dicolok ke Stopkontak

Bagikan

Baca Juga

Aplikasi CheckPD Thailand: 81 Persen Peringatan Parkinson Benar
Amerika Serikat Cabut Sanksi terhadap Eritrea
Trump Klaim Dapat Kendali Permanen atas Greenland dari Denmark
Misi PBB: Serangan AS di Iran Diduga Kejahatan Perang
The Fed Naikkan Suku Bunga AS, Pertama dalam Tiga Tahun
Perdagangan Uni Eropa Berbalik Defisit 2,4 Miliar Euro