Korban Tewas Penembakan Sekolah di Thailand Jadi Delapan, Siswi 12 Tahun Meninggal

Deretan meja dan kursi kayu di ruang kelas dengan papan tulis hijau

Ruang kelas kosong dengan meja dan kursi kayu. Ilustrasi. [Foto: Pexels/Valentin Ivantsov]

Cekricek.id — Korban tewas penembakan yang dilakukan seorang siswa di sekolah Debsirin Nonthaburi, Distrik Bang Kruai, Provinsi Nonthaburi, kawasan pinggiran barat laut Bangkok, bertambah menjadi delapan orang. Pihak sekolah mengumumkan siswi kelas tujuh bernama Naphat Chaima, 12 tahun, meninggal dunia akibat luka-lukanya pada Sabtu (8/8/2026).

Dikutip dari UPI dalam laporan yang diperbarui Senin (10/8/2026), delapan korban tewas itu terdiri atas kakek dan nenek pelaku yang ditembak di rumah, lima orang guru, serta Naphat. Pelaku sendiri tewas dengan luka tembak yang dilakukannya sendiri.

Penembakan pecah pada Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 10.00 waktu setempat. Pelakunya siswa kelas sembilan berusia 14 tahun di sekolah itu. Sebelum menuju sekolah, ia lebih dulu menembak mati kakek dan neneknya di rumah menggunakan pistol kaliber 9 milimeter milik anggota keluarganya.

Baca juga: Penembakan Sekolah di Thailand: Tujuh Tewas, Pelaku Siswa 14 Tahun

Di lingkungan sekolah, remaja itu memuntahkan sekitar 26 tembakan. Polisi yang menyisir lokasi kemudian menemukan 34 butir amunisi tambahan yang belum sempat ditembakkan. Para siswa dan staf dievakuasi ke sekolah terdekat, tempat orang tua menjemput anak-anak mereka.

Direncanakan dengan Matang

Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul menyebut lebih dari 30 orang terluka dalam peristiwa itu, sekitar sembilan di antaranya sempat dalam kondisi kritis di rumah sakit.

“Ini benar-benar buruk, seharusnya tidak pernah terjadi. Saya tidak hanya merasa sedih untuk para korban, tetapi juga sedih bahwa hal seperti ini sampai terjadi,” kata Anutin.

Menurut Anutin, hasil pemeriksaan awal menunjukkan aksi tersebut bukan tindakan spontan. Polisi menginterogasi teman dekat pelaku yang menyebut remaja itu tengah berada dalam tekanan, sementara rangkaian tindakannya memperlihatkan penembakan itu direncanakan dengan cermat.

Anutin sekaligus menyinggung aturan kepemilikan senjata di negaranya. “Inilah alasan pemerintah tidak mengizinkan (warga) memiliki senjata api,” ujarnya sambil berjanji memperketat regulasi senjata.

Saya Pikir Saya Akan Mati

Kepolisian Kerajaan Thailand menyatakan pengusutan masih berjalan. “Polisi sedang melakukan penyelidikan menyeluruh. Rincian lebih lanjut akan disampaikan begitu tersedia,” demikian pernyataan kepolisian.

Seorang guru bahasa Inggris di sekolah itu, Prompong Namwong, menuturkan detik-detik mencekam ketika pelaku melintas di depan ruangannya sambil membawa senjata. “Pelakunya, siswa itu, berlari di depan ruang saya. Saya pikir saya pasti akan mati,” tutur Prompong.

Pernah Bawa Senapan BB ke Sekolah

Penelusuran latar belakang pelaku mengungkap tanda-tanda yang muncul lebih dini. Wakil komandan kepolisian Atthapol Anusit, seperti dilaporkan Arab News, Minggu (9/8/2026), menyebut remaja itu pernah membawa senapan BB ke sekolah pada tahun lalu.

“Dari pemeriksaan terhadap anak-anak, kami mengetahui bahwa ia pernah membawa senapan BB ke sekolah tahun lalu, tetapi seorang guru menyitanya,” kata Atthapol. Ia menambahkan, “Kami memeriksa komputernya dan menemukan riwayat bahwa ia menonton video-video kekerasan di media sosial.”

Para saksi menyebut pelaku menaruh minat pada senjata sejak satu hingga dua tahun terakhir dan mempelajari teknik menembak dari tontonan di media sosial. Sejak usia dua tahun, ia tinggal bersama kakek-neneknya setelah kedua orang tuanya berpisah.

Pihak sekolah menyampaikan “duka dan kesedihan yang sedalam-dalamnya” atas jatuhnya para korban dan berjanji memberikan dukungan administratif bagi keluarga yang terdampak. Para korban luka masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di sekitar Nonthaburi.

Baca juga: Pelaku Penembakan Sekolah Thailand Pernah Bawa Senapan Angin

Baca juga: PM Thailand Janjikan Aturan Senjata Api Ketat Usai Penembakan Sekolah

Baca Juga

Permukiman terendam banjir dilihat dari udara
Banjir Assam India Telan 100 Nyawa, Lebih dari 700 Ribu Orang Mengungsi
Reruntuhan bangunan batu kuno dengan latar bentang alam hijau
Penjaga Situs Berusia 86 Tahun Ini Belajar Sendiri Membaca Aksara Urartu
Gedung Putih di Washington DC dilihat dari sisi depan dengan halaman dan air mancur
Trump Tunjuk Will Scharf sebagai Penasihat Hukum Gedung Putih
Petugas pemadam kebakaran bekerja di tengah asap dan api kebakaran hutan
Kebakaran Spokane Mereda, Puluhan Ribu Pengungsi Mulai Pulang
Permukaan tanah yang retak-retak akibat kekeringan panjang
Eropa Barat Catat Juni-Juli Terpanas, El Nino Raksasa Menguat di Pasifik
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenakan setelan dan dasi
Trump Beralih ke Tekanan Ekonomi atas Iran: Ini Seperti Permainan Catur