Pelaku Penembakan Sekolah Thailand Pernah Bawa Senapan Angin

Petugas penyelamat mengangkat peti jenazah berhias emas dari brankar di sebuah rumah sakit

Peti jenazah salah satu korban penembakan di Sekolah Debsirin Nonthaburi dibawa masuk ke rumah sakit polisi di Bangkok, Thailand, Sabtu (8/8/2026). [Foto: AP]

Cekricek.id — Pelaku penembakan di Sekolah Debsirin Nonthaburi, Thailand, pernah membawa senapan angin ke sekolah pada tahun lalu. Polisi juga menemukan riwayat menonton video kekerasan di komputer remaja berusia 14 tahun itu.

Mengutip Arab News, Minggu (9/8/2026), keterangan tersebut disampaikan polisi setelah memeriksa perangkat elektronik pelaku dan mewawancarai 17 saksi.

Wakil Komandan Polisi untuk wilayah di sekitar ibu kota Thailand, Atthapol Anusit, menyatakan penyidik masih menelusuri penyebab sebenarnya penembakan tersebut.

“Kami memeriksa PC-nya dan menemukan riwayat bahwa ia menonton video kekerasan di media sosial,” kata Atthapol kepada wartawan, Minggu.

“Dari hasil menanyai anak-anak, kami tahu ia membawa senapan angin ke sekolah tahun lalu, tetapi seorang guru menyitanya,” ujarnya.

Korban Tewas Bertambah Jadi Sembilan

Seorang siswi berusia 12 tahun yang terluka dalam penembakan itu meninggal pada Sabtu. Sebelumnya, lima guru dan staf sekolah tewas pada Jumat.

Remaja tersebut lebih dulu menembak kakek dan neneknya di rumah mereka di utara Bangkok pada Jumat, memakai pistol milik sang kakek. Ia kemudian melepaskan tembakan di sekolah menengahnya, lalu mengarahkan senjata itu ke dirinya sendiri.

Baca juga: Penembakan Sekolah di Thailand: Tujuh Tewas, Pelaku Siswa 14 Tahun

Tertarik Senjata Sejak Satu Dua Tahun Terakhir

Para saksi menyampaikan kepada polisi bahwa pelaku sudah menaruh minat pada senjata api sejak satu sampai dua tahun terakhir. Menurut Atthapol, remaja itu mempelajari cara menggunakan senjata dari konten di media sosial.

Pelaku tinggal bersama kakek dan neneknya sejak berusia dua tahun, setelah kedua orang tuanya berpisah.

Ayah pelaku menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat atas perbuatan anaknya pada Jumat, sebagaimana dilaporkan media setempat.

Baca juga: PM Thailand Janjikan Aturan Senjata Api Ketat Usai Penembakan Sekolah

Paparan konten kekerasan kepada anak lewat platform daring juga mendorong sejumlah negara memperketat aturan, seperti ketika Qatar memblokir Roblox demi melindungi anak.

Baca Juga

Layar ponsel menampilkan logo dan nama Claude berlatar hitam dengan motif bintang
Anthropic Jadikan Auto Mode Claude Code sebagai Bawaan
Siluet Patung Liberty berlatar langit jingga saat matahari terbenam di Pelabuhan New York
Perahu Terbalik Dekat Liberty Island, Ibu dan Bayi Tewas
Seorang kurir mengendarai sepeda motor melintasi jalan Teheran dengan gambar besar pemimpin tertinggi Iran di latar belakang
Iran Kembali Gelar Eksekusi Publik atas Tiga Pengunjuk Rasa
Dua pria berjanggut mengangkat senapan laras panjang sambil berteriak di tengah kerumunan pengunjuk rasa
Serangan Houthi ke Pelabuhan Mokha Tewaskan Tujuh Orang
Potret Daniel Kinahan mengenakan topi berwarna gelap
Uni Emirat Arab Ekstradisi Daniel Kinahan, Bos Kartel Irlandia, ke Dublin
Ratusan guci keramik amphora tertumpuk di dasar laut, tertutup endapan dan lumut setelah terendam ribuan tahun
Bangkai Kapal Romawi Kuno Ditemukan di Perairan Sisilia