Ir Amim: Israel Percepat Tiga Proyek Permukiman Besar di Yerusalem Timur

Ilustrasi panorama Kota Tua Yerusalem

Ilustrasi Kota Tua Yerusalem. [Foto: Ilustrasi/Pexels]

Cekricek.id — Pemerintah Israel memajukan tiga proyek permukiman berskala besar di Yerusalem Timur hanya dalam hitungan pekan. Ketiganya mencakup lebih dari 3.400 unit hunian dan didorong kurang dari tiga bulan sebelum pemilihan legislatif Israel pada 27 Oktober.

Temuan itu disampaikan Ir Amim, organisasi hak asasi Israel yang memantau kebijakan di Yerusalem. Dikutip dari Anadolu, Senin (10/8/2026), tiga proyek tersebut adalah 650 unit di Umm Tuba, 450 unit di Umm Lison, dan lebih dari 2.300 unit untuk memperluas permukiman Gilo.

“Dalam beberapa pekan, dan menjelang pemilihan, pemerintah Israel memajukan tiga proyek permukiman terbesar di Yerusalem Timur,” kata Aviv Tatarsky, peneliti Ir Amim.

Tatarsky menyebut langkah itu bukan kebetulan melainkan bagian dari rancangan yang sudah disiapkan. “Sebuah kebijakan terpadu yang dijalankan menurut jadwal yang diperhitungkan,” ujarnya.

Memisahkan Yerusalem dari Tepi Barat

Menurut Ir Amim, ketiga proyek itu berada di titik-titik yang memotong kesinambungan kawasan permukiman Palestina. Efeknya, wilayah Palestina di dalam kota terpecah dan hubungannya dengan Tepi Barat kian terputus.

“Sebuah upaya menciptakan fakta baru di lapangan, menggambar ulang bentang kota, memperdalam pemisahannya dari Tepi Barat, dan membuat setiap penyelesaian politik pada masa depan menjadi lebih sulit,” kata Tatarsky.

Ia menambahkan bahwa waktu pengesahan proyek berkaitan dengan kalender politik Israel. “Pemerintah ini mungkin berada pada hari-hari terakhirnya, tetapi ia berlomba dengan waktu untuk meninggalkan kenyataan yang akan sangat sulit diubah,” ujarnya.

Baca juga: Konflik Meningkat di Tepi Barat: Tiga Warga Palestina Tewas oleh Tembakan Militer Israel

Ir Amim mencatat ketiga proyek itu dimajukan dalam rentang beberapa pekan saja, bukan lewat proses yang tersebar sepanjang tahun. Pola itu yang membuat organisasi tersebut menyimpulkan adanya jadwal yang disusun lebih dulu.

Perluasan Permukiman Sepanjang 2026

Percepatan itu bukan langkah pertama pada tahun ini. Pada Juni, Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich mengumumkan pembangunan 160 pertanian permukiman baru serta pengesahan lebih dari 100 permukiman, masih mengutip Anadolu.

Yerusalem Timur diduduki Israel sejak perang 1967 dan kemudian dianeksasi. Langkah aneksasi itu tidak diakui oleh sebagian besar negara maupun Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Mahkamah Internasional dalam pendapat hukumnya menyatakan permukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki bertentangan dengan hukum internasional. Israel menolak penilaian tersebut dan menyebut kawasan itu bagian dari ibu kotanya.

Baca juga: Pasukan Israel Tembak Mati 11 Warga Palestina yang Menunggu Truk Bantuan Pangan

Gilo, Umm Tuba, dan Umm Lison

Gilo terletak di bagian selatan Yerusalem, dibangun di atas tanah yang direbut pada 1967, dan kini menjadi salah satu permukiman terbesar di kota itu. Perluasan lebih dari 2.300 unit menjadikannya proyek terbesar di antara ketiganya.

Umm Tuba dan Umm Lison adalah kawasan permukiman Palestina di tenggara Yerusalem. Penambahan ribuan unit hunian di sekitarnya mempersempit ruang tumbuh permukiman Palestina yang sudah lama sulit memperoleh izin membangun.

Ir Amim memantau perencanaan kota dan kebijakan perumahan di Yerusalem, dan secara berkala menerbitkan laporan mengenai proyek-proyek yang sedang diproses lembaga perencanaan Israel. Pemerintah Israel belum menanggapi temuan terbaru organisasi itu.

Baca juga: Afrika Selatan Laporkan Israel ke ICC dengan Tuduhan Genosida di Gaza

Pemilihan legislatif Israel dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober 2026. Proses perizinan ketiga proyek masih berjalan di lembaga perencanaan sebelum pembangunan fisik dapat dimulai.

Baca Juga

Ilustrasi tim penyelamat menembus jalan yang terendam banjir
Hujan Sembilan Hari di Filipina Utara, 13 Orang Tewas dan Enam Hilang di Baguio
Ilustrasi prajurit berseragam tempur dalam latihan
Korea Selatan dan AS Gelar Ulchi Freedom Shield, 18.000 Tentara Dikerahkan
Ilustrasi tanah kering merekah akibat kekeringan
71,3 Persen Wilayah Inggris Kekeringan, 27 Juta Warga Kena Pembatasan Air
Ilustrasi perawat berjalan di koridor rumah sakit
Perang Iran Pukul Wisata Medis India, Pasien dari Teluk Anjlok hingga 60 Persen
Ilustrasi kapal perang di laut lepas
Pejabat Pentagon: Amerika Tidak Meninggalkan Asia, Lawatan Berlanjut ke Indonesia
Ilustrasi alat berat menyingkirkan reruntuhan bangunan
Gempa M7,4 Guncang Kolombia Barat, 111 Orang Tewas dan Puluhan Kota Rusak