Pendaftaran Sekolah Makkah di Gaza Selatan Dibuka, Seribu Murid pada Tahap Pertama

Ilustrasi anak-anak belajar di ruang kelas darurat

Ilustrasi kelas darurat. [Foto: Ilustrasi/Pexels]

Cekricek.id — Pendaftaran murid Sekolah Makkah di Gaza selatan resmi dibuka. Sekolah yang didukung Arab Saudi itu disiapkan menampung seribu murid laki-laki dan perempuan pada tahap pertama, dengan 32 guru.

Dikutip dari Arab News, Selasa (11/8/2026), program tersebut dijalankan Pusat Bantuan Kemanusiaan dan Kemanusiaan Raja Salman atau KSrelief bersama mitra pelaksananya, Pusat Kebudayaan dan Warisan Saudi.

Sekolah itu ditujukan bagi anak-anak Palestina yang pendidikannya terputus selama perang. Pengelola menargetkan kapasitasnya bertambah hingga 4.000 murid.

“Sebuah langkah penting menuju pembangunan kembali sektor pendidikan Gaza,” kata Ibrahim Ramadan, direktur pendidikan wilayah Khan Younis timur, menanggapi pembukaan sekolah tersebut.

Seribu Murid pada Tahap Pertama

Pusat Kebudayaan dan Warisan Saudi memproses berkas pendaftaran calon murid. Tahap pertama menampung seribu anak, jumlah yang jauh di bawah kebutuhan anak usia sekolah di Gaza selatan.

Perbandingan jumlah guru dan murid pada tahap awal ini sekitar satu berbanding 31. Pengelola belum mengumumkan jadwal penambahan tenaga pengajar seiring rencana perluasan kapasitas.

Khan Younis berada di bagian selatan Jalur Gaza dan menjadi salah satu kota terbesar di wilayah itu. Kawasan tersebut berulang kali menjadi tujuan pengungsian warga dari utara selama perang berlangsung.

Pendaftaran dibuka untuk murid laki-laki dan perempuan. Pengelola menyebut sekolah itu ditujukan bagi anak-anak yang ingin melanjutkan pendidikannya di tengah kehancuran akibat perang.

Rencana perluasan hingga 4.000 murid berarti kapasitasnya akan berlipat empat dari tahap pertama. Belum diumumkan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai angka itu dan berapa ruang kelas tambahan yang disiapkan.

Dapur Umum dan Bantuan Lain

Pada saat yang sama, KSrelief menyalurkan 25 ribu porsi makanan siap saji bagi keluarga rentan di Gaza tengah dan selatan. Penyalurannya dilakukan lewat dapur pusat yang dikelola lembaga tersebut.

Masih mengutip Arab News, bantuan Arab Saudi untuk Gaza mencakup hunian sementara, perbekalan medis, dan dukungan bagi layanan dasar. Riyadh juga terus menyerukan akses kemanusiaan yang berkelanjutan serta pemulihan layanan dasar di wilayah Palestina itu.

KSrelief dibentuk pada 2015 dan menjadi lembaga tunggal yang mengoordinasikan bantuan kemanusiaan pemerintah Arab Saudi ke luar negeri. Lembaga itu berkantor pusat di Riyadh.

Sekolah yang Berhenti Bekerja

Sistem pendidikan di Gaza berhenti bekerja hampir sepenuhnya sejak perang dimulai. Banyak gedung sekolah beralih fungsi menjadi tempat penampungan pengungsi, sebagian lainnya rusak atau hancur.

Anak-anak yang kehilangan tahun ajaran menghadapi jarak belajar yang sulit dikejar. Program sekolah darurat umumnya memusatkan pengajaran pada kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung sebelum masuk ke kurikulum penuh.

Penyaluran 25 ribu porsi makanan siap saji dilakukan pada periode yang sama dengan pembukaan pendaftaran sekolah. Dapur pusat yang dipakai KSrelief melayani keluarga di Gaza tengah dan selatan.

Sekolah Makkah menjadi salah satu upaya memulai kembali kegiatan belajar formal di Gaza selatan. Pengelola belum mengumumkan tanggal hari pertama masuk sekolah maupun kurikulum yang akan dipakai.

Pendaftaran masih berlangsung. Belum ada keterangan mengenai jumlah pendaftar yang sudah diterima sampai berita ini disusun.

Baca Juga

Alat penerjemah bahasa isyarat dua arah buatan mahasiswa ITB
Mahasiswa ITB Rakit SignWave, Penerjemah Isyarat Dua Arah untuk Kelas Reguler
Ilustrasi deretan tenda darurat dari udara
Bulan Sabit Merah Palestina Buka Rumah Sakit Lapangan Keenam di Gaza Utara
Suasana diskusi soal pengangguran terpelajar di Universitas Gadjah Mada
Guru Besar UGM: Penganggur Lulusan Perguruan Tinggi Tembus 1,03 Juta Orang
Ilustrasi petugas kesehatan mengenakan alat pelindung diri lengkap
WHO: Wabah Ebola di Kongo Sudah Menyebar Sejak Februari, Tiga Bulan Sebelum Diumumkan
Rapat koordinasi perpustakaan se-Sumatera Barat
Tingkat Kegemaran Membaca Sumbar 54,8, Perpusnas Ingatkan Daerah Tak Cepat Puas
Ilustrasi panorama Kota Tua Yerusalem
Ir Amim: Israel Percepat Tiga Proyek Permukiman Besar di Yerusalem Timur