Destry Damayanti Diajukan sebagai Calon Tunggal Gubernur Bank Indonesia

Lembaran uang kertas rupiah berbagai pecahan

Lembaran uang kertas rupiah. Ilustrasi kebijakan moneter Bank Indonesia. [Foto: Ilustrasi/Pexels]

Cekricek.id — Presiden mengajukan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia, posisi yang sudah ia jalankan sebagai pelaksana tugas sejak Perry Warjiyo mundur mendadak bulan lalu. Pengajuan itu disampaikan pemerintah pada Senin.

Juru bicara kepresidenan Prasetyo Hadi menegaskan tidak ada nama lain yang diusulkan.

“Hanya ada satu nama, yaitu Destry Damayanti,” kata Prasetyo Hadi, seperti dikutip dari Arab News, Senin (10/8/2026).

Keputusan Akhir di Tangan DPR

Penetapan Gubernur Bank Indonesia berada di tangan Dewan Perwakilan Rakyat, yang saat ini sedang masa reses. Artinya uji kelayakan dan kepatutan baru bisa berjalan setelah masa sidang dibuka kembali, sementara bank sentral tetap dipimpin seorang pelaksana tugas.

Destry Damayanti bukan nama baru di Bank Indonesia. Ia menjabat Deputi Gubernur Senior sebelum mengambil alih tugas gubernur, sehingga pencalonannya dibaca pasar sebagai pilihan yang menjaga kesinambungan arah kebijakan ketimbang membelokkannya. Pengunduran diri Perry Warjiyo pada Juli lalu disertai alasan pribadi dan datang tanpa aba-aba, sehingga peralihan kepemimpinan bank sentral berlangsung di tengah tahun anggaran.

Baca juga: BI Mempertahankan Suku Bunga dan Mengoptimalkan Kebijakan untuk Pertumbuhan Ekonomi

Kondisi Makro yang Diwarisi

Calon gubernur yang diajukan akan mewarisi kondisi moneter yang sedang diuji tekanan eksternal. Menurut Komite Stabilitas Sistem Keuangan dalam keterangan tertulis, BI-Rate berada di level 5,75 persen, sementara nilai tukar rupiah tercatat Rp17.994 per dolar AS pada 31 Juli 2026.

Dari sisi harga, inflasi Juli 2026 tercatat 2,88 persen secara tahunan dengan inflasi inti 2,76 persen secara tahunan. Cadangan devisa pada akhir Juni 2026 berada di posisi 145,6 miliar dolar AS. Imbal hasil Surat Berharga Negara tenor 10 tahun pada akhir triwulan II 2026 tercatat 7,14 persen.

Untuk keseluruhan 2026, pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan berada pada kisaran 5,6 sampai 6,0 persen secara tahunan, sedangkan pertumbuhan ekonomi global diperkirakan 3,0 persen secara tahunan. Insentif Kebijakan Likuiditas Makroprudensial yang telah disalurkan sampai awal Juli 2026 tercatat Rp431,9 triliun.

Baca juga: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen pada Triwulan II 2026

Fiskal, Perbankan, dan Pasar Modal

Di sisi fiskal, pendapatan negara pada semester I 2026 mencapai Rp1.459,4 triliun atau tumbuh 21,4 persen secara tahunan, dengan penerimaan pajak Rp1.035,7 triliun atau tumbuh 24,6 persen secara tahunan. Belanja negara pada periode yang sama tercatat Rp1.656,0 triliun, tumbuh 17,8 persen secara tahunan, sementara pembiayaan anggaran Rp452,0 triliun atau tumbuh 59,4 persen secara tahunan.

Kondisi perbankan yang menjadi salah satu bidang pengawasan bank sentral juga terjaga. Menurut Otoritas Jasa Keuangan dalam keterangan tertulis, kredit tumbuh 12,67 persen secara tahunan menjadi Rp9.081 triliun, dengan rasio kredit bermasalah bruto 2,09 persen dan rasio kecukupan modal 23,70 persen.

Di pasar modal, Indeks Harga Saham Gabungan berada di level 6.236,13 pada Juli 2026, naik 10,51 persen secara bulanan meski masih turun 27,88 persen sejak awal tahun. Investor asing mencatatkan pembelian bersih Rp1,62 triliun sepanjang Juli 2026, dengan rata-rata nilai transaksi harian Rp14,31 triliun.

Baca juga: Intervensi Yen oleh AS Kejutkan Eropa, Asia Waspada

Pasar keuangan menaruh perhatian besar pada pencalonan ini karena kepastian di puncak Bank Indonesia turut menentukan arah kebijakan suku bunga dan pengelolaan nilai tukar pada sisa tahun anggaran.

Baca Juga

Sepasang tangan mengetik pesan pada layar telepon pintar
DJP Bantah Kabar Barang Pribadi Akan Dikenai Pajak Mulai 2027
Deretan gedung pencakar langit di kawasan bisnis Jakarta terlihat dari kejauhan pada sore hari
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen pada Triwulan II 2026
Dokumen bertuliskan taxes, uang kertas, dan koin tertata di atas meja kerja kayu
Penerimaan Pajak Sumatera Barat Semester I 2026 Rp2,26 Triliun, Tumbuh 7,73 Persen
Ilustrasi peti kemas di terminal pelabuhan
Ekspor Nonmigas Juni Naik 8,68 Persen, Defisit Dagang Menyusut Jadi USD 0,45 Miliar
Ilustrasi pengasuh mendampingi anak bermain
Kadin Jatim Latih 150 Pengasuh Anak Bersertifikat, Dorong Ekonomi Perawatan
Fasilitas produksi minyak dan gas bumi
ICP Juli 2026 Turun ke US$81,68 per Barel Seiring Pulihnya Pasokan Minyak Dunia