Cekricek.id — Rompi pelindung radiasi AstroRad yang diuji coba tanpa awak dalam misi Artemis I milik NASA pada 2022 terbukti mampu memangkas paparan radiasi kosmik yang diterima organ dalam tubuh hingga 60 persen saat terjadi badai matahari besar, menurut analisis terbaru yang dipublikasikan tim StemRad dan Lockheed Martin. Rompi seberat 26 kilogram berbahan polietilena berkerapatan tinggi itu dikenakan pada salah satu dari dua boneka uji berbentuk tubuh perempuan yang dikirim mengorbit Bulan di dalam kapsul Orion.
Temuan itu dipaparkan Jordan M. Houri, kepala ilmuwan eksplorasi antariksa di StemRad, bersama tim peneliti dari StemRad, Lockheed Martin, dan sejumlah lembaga mitra lewat artikel First evaluation of wearable radiation protection for human deep space exploration, as flown on Artemis I dalam jurnal Science Advances volume 12 nomor 33 pada 2026.
Dua Boneka Uji, Satu Berompi Satu Tanpa Pelindung
Dua boneka uji yang meniru struktur tulang, jaringan lunak, dan organ tubuh perempuan itu diberi nama Zohar dan Helga. Zohar mengenakan rompi AstroRad lengkap dengan ratusan detektor radiasi yang tersemat di berbagai titik tubuhnya, sementara Helga dibiarkan tanpa pelindung sebagai pembanding. Keduanya duduk berdampingan di kursi kapsul Orion sepanjang perjalanan 25,5 hari mengelilingi Bulan, termasuk saat melintasi sabuk radiasi Van Allen bagian dalam Bumi yang dikenal memancarkan radiasi partikel bermuatan tinggi.
Data dari ratusan detektor itu kemudian dibandingkan untuk mengukur seberapa besar rompi tersebut mengurangi dosis radiasi yang sampai ke organ-organ sensitif seperti sumsum tulang, lambung, dan payudara — jaringan yang paling rentan terhadap kanker akibat radiasi kosmik.
Reduksi Dosis Bergantung Intensitas Badai Matahari
Hasil simulasi memakai data penerbangan itu menunjukkan rompi AstroRad mampu memangkas dosis radiasi hingga sekitar 60 persen apabila astronaut menghadapi peristiwa partikel matahari sekelas badai Agustus 1972, salah satu badai matahari terkuat yang pernah tercatat. Untuk badai berenergi lebih tinggi seperti yang terjadi pada 1989, reduksinya sekitar 40 persen.
“Besarnya pengurangan dosis yang kami lihat ternyata mengejutkan,” kata Houri.
Bekal untuk Misi Berawak ke Bulan dan Mars
Radiasi kosmik menjadi salah satu ancaman kesehatan paling serius bagi astronaut yang bepergian keluar dari perlindungan medan magnet Bumi, terutama saat terjadi badai matahari mendadak yang sulit diprediksi jauh-jauh hari. NASA berencana mengirim awak manusia dalam misi Artemis II dan Artemis III dalam beberapa tahun mendatang, termasuk pendaratan kembali di Bulan, sebelum akhirnya menyasar Mars.
Tim peneliti menyebut rompi seperti AstroRad berpotensi menjadi salah satu lapisan mitigasi praktis yang bisa langsung dipakai astronaut tanpa memerlukan modifikasi besar pada wahana antariksa, meski perlindungan penuh terhadap radiasi kosmik galaksi — jenis radiasi berenergi sangat tinggi yang berbeda dari radiasi partikel matahari — masih menjadi tantangan tersendiri yang belum terpecahkan.
Baca juga: Pusaran Plasma Mungil di Permukaan Matahari Terungkap
Baca juga: AS Akan Kembali Menginjak Bulan Setelah Setengah Abad





















