98 Persen Produk Perawatan dan Pembersih Rumah Tangga Simpan Bahan Kimia Tak Tercantum di Label

Ilustrasi botol-botol produk perawatan tubuh dan kosmetik tersusun di rak kamar mandi

Ilustrasi produk perawatan tubuh di rak kamar mandi. [Foto: Ilustrasi/Pexels]

Cekricek.id — Sebuah pengujian laboratorium terhadap 113 produk perawatan tubuh dan pembersih rumah tangga di Amerika Serikat menemukan hampir seluruhnya, 98 persen, mengandung bahan kimia yang tidak tercantum di label kemasan. Rata-rata setiap produk mengandung 51 senyawa yang terdeteksi, tiga kali lipat dari rata-rata 16 bahan yang tertulis di label.

Hasil itu dipaparkan Jenna Hua, penulis senior sekaligus pendiri Million Marker Research Institute di Berkeley, California, bersama tim dari lembaga yang sama dan Southwest Research Institute, lewat artikel Hidden Hazards: Nontargeted Chemical Analysis Reveals Widespread Contaminants and Mislabeling in Personal Care and Cleaning Products dalam jurnal Environment & Health terbitan American Chemical Society, terbit daring Selasa (11/8/2026).

Menyisir Ribuan Sinyal Kimia Tanpa Daftar Awal

Metode yang dipakai disebut analisis nontarget, yakni teknik pemindaian laboratorium yang mendeteksi ribuan kemungkinan senyawa sekaligus tanpa perlu daftar bahan yang dicari lebih dulu — berbeda dari uji kimia konvensional yang hanya mencocokkan sampel dengan senyawa tertentu yang sudah ditentukan sebelumnya. Dari 113 produk yang mencakup 12 kategori, mulai losion, sampo, deterjen, hingga pembersih permukaan, tim menangkap 3.141 sinyal kimia dan berhasil mengidentifikasi 303 di antaranya dengan tingkat keyakinan terkonfirmasi, mungkin, atau tentatif.

Sekitar 85 persen produk mengandung setidaknya satu bahan kimia tak tercantum yang diketahui atau diduga berisiko bagi kesehatan, termasuk pengganggu hormon, ftalat, paraben, silikon, BHT, dan sejumlah senyawa pewangi. Sebagian dari zat itu, menurut tim peneliti, sebelumnya dikaitkan dengan gangguan kesuburan dan risiko kanker pada penelitian lain.

Label "Alami" Tidak Menjamin Bebas Zat Tersembunyi

Temuan yang mengejutkan datang dari produk yang mengklaim dirinya bersih dari bahan berbahaya. Sekitar seperempat produk yang diuji justru mengandung senyawa yang bertentangan dengan klaim di labelnya — misalnya produk yang mencantumkan "bebas ftalat" tetapi tetap terdeteksi mengandung ftalat. Produk yang dipasarkan dengan label "alami", "non-toksik", atau "organik" pun kerap ditemukan menyimpan bahan kimia yang sama sekali tidak diungkapkan.

“Kami menemukan bahan kimia berbahaya yang tidak diungkapkan pada produk yang justru mengklaim bebas dari zat itu,” kata Hua. “Orang-orang semestinya tidak perlu laboratorium kimia untuk mengetahui apa yang mereka bawa ke rumah atau oleskan ke kulit mereka,” ujarnya menambahkan.

Celah dalam Aturan Label Produk

Di Amerika Serikat, produsen kosmetik dan pembersih rumah tangga tidak selalu diwajibkan mencantumkan seluruh bahan penyusun produknya, terutama yang tergolong "campuran pewangi" atau bahan pelapis kemasan — celah yang menurut tim peneliti memungkinkan banyak senyawa lolos dari daftar label meski terdeteksi dalam jumlah signifikan di laboratorium.

Studi ini tidak menguji efek kesehatan langsung dari paparan bahan-bahan tersebut pada manusia, sebab yang diukur adalah kandungan produknya, bukan dampak klinis pada penggunanya. Yang ditunjukkan tim peneliti adalah kesenjangan antara apa yang tertulis di label dan apa yang sebenarnya ada di dalam botol atau kemasan.

Baca juga: BPA Terbukti Berbahaya, 40 Persen Galon Guna Ulang di Indonesia Melebihi Batas Usia Pakai

Paparan bahan kimia yang tidak terlacak lewat label bukan cuma soal produk perawatan tubuh. Riset lain belakangan ini juga menemukan debu tanah yang terbawa masuk rumah lewat alas kaki bisa membawa logam berat seperti timbal, bahkan pada rumah yang tidak pernah memakai cat berbahan timbal.

Baca juga: 86 Persen Sampel Tanah di East Trenton Lampaui Ambang Timbal, Debu Lantai Rumah Ikut Tercemar

Baca juga: Mikroplastik Bisa Menggelembungkan Hitungan Karbon Tanah dari Biochar

Baca Juga

Ilustrasi abstrak jaringan sel dan koneksi saraf di dalam otak, bukan citra mikroskopi asli penelitian Mount Sinai
Subtipe Mikroglia Pelindung Ditemukan pada Otak Penderita Alzheimer, Studi Pemetaan Terbesar Sejauh Ini
Ilustrasi pemandangan udara lanskap tundra dan lahan basah di kawasan Arktik
Emisi Metana Siberia Berlipat Ganda dalam 13 Tahun, Ancam Seperlima Target Iklim Global 2050
Deretan tenda darurat berjajar di kaki bukit berpohon zaitun pada siang hari
WHO: Ribuan Pasien Gaza Masih Menunggu Giliran Evakuasi Medis
Peneliti bersarung tangan biru mengamati sampel melalui mikroskop di meja laboratorium
Radang Sendi Setelah Imunoterapi Kanker Berulang seperti Penyakit Bermemori, Terbaca dari Cairan Sendi Enam Pasien
Sekop tertancap pada gundukan tanah gelap yang terbuka tanpa penutup rumput
86 Persen Sampel Tanah di East Trenton Lampaui Ambang Timbal, Debu Lantai Rumah Ikut Tercemar
Dokter bersarung tangan memeriksa sendi tangan pasien
Pasien Radang Sendi di Negara Eropa Berpendapatan Rendah Mulai Terapi dalam Kondisi Lebih Berat