Cekricek.id — Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Pariaman terus meningkatkan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi, khususnya keamanan jaringan, lewat kegiatan Transfer Knowledge Firewall Sangfor NGAF 31000A-I yang berlangsung 29-30 Juli 2026.
Dikutip dari laman resmi Pemerintah Kota Pariaman, pariamankota.go.id, Rabu (12/8/2026), kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi ASN dalam pengelolaan infrastruktur teknologi informasi, jaringan internet pemerintah daerah, dan keamanan sistem informasi.
SIMONJA Percepat Deteksi Gangguan
Kepala Dinas Kominfo Kota Pariaman, Yalviendri, mengatakan peningkatan kompetensi ASN sangat penting seiring semakin luasnya pemanfaatan teknologi digital dalam pemerintahan. “Transfer Knowledge ini merupakan bagian dari upaya kita meningkatkan kemampuan ASN, khususnya dalam pengelolaan keamanan jaringan. Dengan kompetensi yang semakin baik, kita berharap infrastruktur teknologi informasi yang kita kelola semakin aman dan optimal dalam mendukung pelayanan pemerintahan,” ujar Yalviendri, Rabu (12/8/2026).
Sejalan dengan peningkatan kapasitas ASN itu, Diskominfo Kota Pariaman melalui Bidang Penyelenggaraan E-Government juga mengembangkan Sistem Monitoring Jaringan (SIMONJA) sejak 2025. Sebelum SIMONJA diterapkan, monitoring jaringan masih dilakukan manual melalui laporan pengguna maupun pemeriksaan langsung petugas sehingga gangguan tidak selalu diketahui dengan cepat. “Dengan sistem monitoring yang lebih baik, kita berharap gangguan jaringan dapat diketahui lebih cepat sehingga penanganannya juga bisa dilakukan dengan lebih cepat. Ini penting untuk menjaga ketersediaan dan keandalan jaringan pemerintah daerah,” jelas Yalviendri.
Digitalisasi Administrasi hingga Kinerja ASN
Diskominfo Kota Pariaman turut mengembangkan ESPPD V2, pembaruan aplikasi E-SPPD untuk mempermudah administrasi perjalanan dinas ASN secara daring, sejalan dengan Peraturan Wali Kota Pariaman Nomor 25 Tahun 2025 tentang Kebijakan Tata Naskah Dinas. Inovasi lain, EKINERJA, dikembangkan dari sistem E-Kinerja terintegrasi 2021 untuk mendukung pengelolaan kinerja ASN berbasis disiplin, penilaian kinerja individu, dan penilaian kinerja instansi.
Yalviendri menegaskan pengembangan inovasi digital harus berjalan seiring peningkatan kualitas sumber daya manusia. “Pengembangan sistem dan inovasi harus dibarengi dengan peningkatan kemampuan SDM. Kita tidak hanya membangun sistem dan menyediakan infrastruktur, tetapi ASN juga harus mampu mengelola, mengembangkan, dan memanfaatkannya secara optimal,” ujarnya.
Penguatan tata kelola digital ini melengkapi sejumlah capaian Pemko Pariaman pekan ini, mulai dari penghargaan Terbaik I Kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan dari Kemendagri hingga nominasi enam besar Anugerah Adinata Syariah Tingkat Kabupaten/Kota.
Baca juga: Wako Yota Balad Lepas 76 Mahasiswa Program Saga Saja Plus Angkatan 2026





















