Cekricek.id — Kamar Dagang dan Industri Indonesia menyambut positif arah kebijakan ekonomi yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam penyampaian Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2027 di DPR RI. Dunia usaha menilai target yang dipatok pemerintah realistis untuk dikejar bersama.
Dikutip dari Kadin Indonesia, Jumat (14/8/2026), Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie menyatakan pelaku usaha membaca RAPBN 2027 sebagai dokumen yang memberi kepastian arah. Kadin mencatat sedikitnya sepuluh agenda prioritas dalam pidato tersebut.
Baca juga: Ekonomi Jepang Tumbuh 1,1 Persen, Di Bawah Perkiraan Pasar
Target Pertumbuhan 6 Persen dan Belanja Rp4.097,2 Triliun
Dalam RAPBN 2027, pemerintah menetapkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen. Sasaran inflasi dipatok 2,5 persen, sementara defisit anggaran direncanakan 2,40 persen dari produk domestik bruto.
Adapun belanja negara pada 2027 direncanakan mencapai Rp4.097,2 triliun. Kadin menilai besaran itu merupakan kekuatan fiskal yang harus dikelola agar berdampak berlipat ke perekonomian.
“Belanja negara di atas Rp4.000 triliun merupakan kekuatan ekonomi sangat besar. Tantangannya adalah setiap rupiah APBN menciptakan multiplier effect,” kata Anindya Novyan Bakrie, Ketua Umum Kadin Indonesia.
Target inflasi 2,5 persen dan defisit anggaran 2,40 persen dari produk domestik bruto menjadi dua penanda arah kebijakan fiskal pada tahun anggaran tersebut. Kadin membaca kombinasi itu sebagai upaya menjaga ruang belanja tanpa melepas disiplin anggaran.
Peringkat Investasi Jadi Modal Kepercayaan
Kadin juga menyoroti keputusan S&P Global yang mempertahankan peringkat Indonesia pada level BBB atau investment grade. Bagi dunia usaha, penilaian lembaga pemeringkat internasional menjadi penanda kepercayaan yang berpengaruh pada keputusan investasi.
Baca juga: Ekonomi China Melambat, Ritel Juli Naik Hanya 0,6 Persen
“Bagi dunia usaha, trust adalah modal. Ketika lembaga pemeringkat internasional memberikan penilaian positif terhadap Indonesia, ini memperkuat pesan prospek menjanjikan,” ujar Anindya Novyan Bakrie, Ketua Umum Kadin Indonesia.
Sepuluh agenda prioritas yang dicatat Kadin mencakup penguatan fundamental ekonomi, RAPBN sebagai pengungkit investasi, serta delapan program prioritas nasional yang meliputi pangan, energi, pendidikan, kesehatan, hilirisasi, infrastruktur, ekonomi kerakyatan, dan pengentasan kemiskinan.
Kadin juga menekankan fungsi RAPBN sebagai pengungkit investasi. Anggaran negara diharapkan tidak berhenti sebagai belanja rutin, melainkan mampu memobilisasi investasi swasta berkali-kali lipat dari nilai yang dikeluarkan pemerintah.
Dari Giant Sea Wall hingga Dwikewarganegaraan Terbatas
Agenda lain yang disorot adalah proyek Giant Sea Wall di pantai utara Jawa yang dirancang sebagai infrastruktur lintas generasi dengan rentang pengerjaan 15 hingga 20 tahun. Kadin juga mencatat rencana pembentukan Pusat Finansial Internasional Indonesia yang menjadikan Jakarta dan Bali sebagai simpul keuangan regional.
Pemerintah turut menyiapkan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis yang direncanakan beroperasi pada 1 Januari 2027 dengan mekanisme penemuan harga. Selain itu, terdapat program renovasi 10.000 puskesmas dan fasilitas pendidikan hingga 2029.
Kadin menilai pelibatan sektor swasta melalui monetisasi aset negara tanpa melepaskan kepemilikan strategis dapat membuka ruang investasi baru. Wacana dwikewarganegaraan terbatas juga dinilai berpotensi menarik diaspora bertalenta sehingga arus keluar tenaga ahli berbalik menjadi keuntungan bagi Indonesia.
Baca juga: BI Luncurkan Kartu Kredit Indonesia dan Perluas MDR QRIS 0 Persen
“Aset negara jangan dibiarkan tidur ketika masyarakat membutuhkan pekerjaan dan Indonesia membutuhkan investasi,” kata Anindya Novyan Bakrie, Ketua Umum Kadin Indonesia.
Agenda terakhir yang dicatat Kadin adalah peran Danantara serta penguatan tata kelola sumber daya sebagai instrumen investasi. Kadin menyatakan siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam semangat Indonesia Incorporated untuk menciptakan investasi dan lapangan kerja.















