Kadin Papua Tengah: Subsidi Tiket Pesawat Gerakkan Ekonomi Pedalaman

Ketua Kadin Papua Tengah Alexsander Gobai berbicara di kantornya di Nabire.

Ketua Kadin Papua Tengah Alexsander Gobai berbicara di kantornya di Nabire. [Foto: Kadin Indonesia]

Cekricek.id — Kamar Dagang dan Industri Papua Tengah menilai program subsidi tiket pesawat yang digulirkan pemerintah provinsi bukan sekadar kebijakan transportasi murah. Program tersebut dipandang sebagai instrumen ekonomi yang membuka akses wilayah pedalaman.

Dikutip dari Kadin Indonesia, Senin (17/8/2026), Ketua Kadin Papua Tengah Alexsander Gobai menyampaikan apresiasinya di Nabire. Ia menyebut kebijakan itu menyentuh persoalan paling mendasar di provinsi tersebut, yaitu konektivitas.

Baca juga: Kadin Gandeng Pegadaian Dorong Emas Jadi Instrumen Tabungan dan Investasi

“Kami mengapresiasi langkah Pemprov Papua Tengah yang memberikan perhatian terhadap konektivitas masyarakat di daerah pedalaman,” kata Alexsander Gobai, Ketua Kadin Papua Tengah.

Transportasi Udara Jadi Urat Nadi Papua Tengah

Gobai menjelaskan kondisi geografis Papua Tengah yang berat membuat transportasi udara menjadi moda vital. Banyak distrik hanya dapat dijangkau dengan pesawat kecil karena jalur darat belum tersedia atau sulit dilalui sepanjang tahun.

Kondisi itu berdampak langsung pada struktur biaya. Harga tiket yang tinggi selama ini menekan mobilitas warga sekaligus menaikkan ongkos distribusi barang, sehingga harga kebutuhan pokok di pedalaman jauh lebih mahal dibanding wilayah pesisir.

Dengan harga tiket yang lebih terjangkau, menurut Gobai, warga pedalaman memiliki peluang lebih besar menjangkau layanan kesehatan dan pendidikan di kota. Aktivitas perdagangan antarwilayah juga berpotensi bergerak lebih cepat.

Selain layanan dasar, Gobai menyebut pemenuhan kebutuhan pokok warga menjadi taruhan dari kelancaran penerbangan. Bahan pangan, bahan bakar, dan material bangunan di banyak distrik pedalaman bergantung pada angkutan udara sehingga ketersediaan penerbangan menentukan pasokan.

Baca juga: Ekonomi Jepang Tumbuh 1,1 Persen, Di Bawah Perkiraan Pasar

Kadin Dorong Program Transparan dan Berkelanjutan

Kadin Papua Tengah mengingatkan bahwa keberhasilan program bergantung pada desain pelaksanaannya. Gobai mendorong agar subsidi dirancang secara transparan, tepat sasaran, dan berkelanjutan agar manfaatnya tidak berhenti pada tahap peluncuran.

Ia mengusulkan pengawasan bersama yang melibatkan pemerintah daerah, operator penerbangan, lembaga legislatif, dan masyarakat. Pola pengawasan berlapis itu dinilai penting untuk memastikan kuota kursi bersubsidi benar-benar dinikmati warga yang membutuhkan.

Kadin menilai keterlibatan pelaku usaha penerbangan sejak awal juga menentukan keberlanjutan rute. Rute perintis yang tidak menguntungkan secara komersial membutuhkan kepastian dukungan anggaran agar maskapai tetap melayani.

Kadin Papua Tengah memandang program subsidi sebagai investasi jangka panjang, bukan pengeluaran sesaat. Konektivitas yang stabil membuka peluang tumbuhnya usaha kecil di distrik yang selama ini terisolasi dari jalur perdagangan utama.

Pembangunan Harus Sampai ke Kampung

Gobai menekankan bahwa ukuran keberhasilan pembangunan di Papua Tengah adalah perubahan yang dirasakan warga di tingkat kampung. Ia mengingatkan agar masyarakat pedalaman tidak sekadar menjadi penerima informasi pembangunan tanpa merasakan manfaatnya.

“Pembangunan harus dirasakan sampai ke kampung-kampung. Jangan sampai masyarakat di pedalaman hanya menjadi penonton pembangunan,” ujar Alexsander Gobai, Ketua Kadin Papua Tengah.

Baca juga: Ekonomi China Melambat, Ritel Juli Naik Hanya 0,6 Persen

Menurut Gobai, transparansi dalam penetapan penerima manfaat menjadi kunci agar program tidak menimbulkan kecemburuan antarwilayah. Ia meminta mekanisme pendaftaran dan penetapan kuota diumumkan secara terbuka kepada masyarakat.

Kadin Papua Tengah menyatakan siap mendukung program tersebut dari sisi dunia usaha, termasuk memastikan rantai pasok barang mengikuti pembukaan akses udara. Menurut Gobai, kombinasi antara subsidi transportasi dan penguatan perdagangan lokal akan memberi dampak ekonomi yang lebih bertahan lama dibanding kebijakan yang berdiri sendiri.

Baca Juga

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie menghadiri Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026 di Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Kadin Sambut Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen dalam RAPBN 2027
Ilustrasi pembicara menyampaikan sambutan di podium.
BI Gelar Festival Rupiah Berdaulat Indonesia 2026 di Istora
Ilustrasi pelaku usaha berdiskusi di ruang kerja modern.
Campuspreneur Kemendag Cetak Ekspor Perdana Rp2,2 Miliar
Warga Iran menjalani kegiatan sehari-hari di tengah tekanan ekonomi akibat perang, 16 Agustus 2026.
Inflasi Iran Tembus 88 Persen, Harga Pangan Naik 128 Persen
Ilustrasi penandatanganan dokumen kerja sama.
Ekspor Kerapu ke Amerika Naik, KKP Perkuat Sertifikasi Mutu
Warga berbelanja camilan di sebuah toko kue di Tokyo, Jepang, 28 Juli 2026.
Ekonomi Jepang Tumbuh 1,1 Persen, Di Bawah Perkiraan Pasar