Cekricek.id — Tim Program Integrasi Prodi dan Nagari (PIPN) Universitas Negeri Padang (UNP) melatih warga Nagari Taram, Kabupaten Lima Puluh Kota, mengolah ayam petelur afkir menjadi burger bernilai tambah. Pelatihan ini menyasar peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan warga mengolah unggas yang selama ini bernilai jual rendah menjadi produk pangan dengan nilai ekonomi lebih tinggi.
Dikutip dari laman resmi Universitas Negeri Padang, unp.ac.id, Selasa (18/8/2026), kegiatan pemberdayaan masyarakat ini mencakup aspek pengolahan produk, peningkatan kualitas dan higienitas, pengemasan, pelabelan, manajemen usaha, hingga strategi pemasaran.
Ayam Afkir Diubah Jadi Produk Siap Jual
Ayam petelur afkir adalah ayam ras petelur yang telah melewati masa produktif bertelur dan biasanya dijual dengan harga rendah karena kualitas dagingnya dianggap kurang diminati pasar. Melalui program ini, warga Nagari Taram diajarkan mengolah daging ayam tersebut menjadi patty burger yang memiliki kualitas, cita rasa, dan daya saing setara produk komersial, sehingga nilai jualnya dapat terdongkrak jauh melampaui harga ayam afkir mentah.
Ketua Tim PIPN UNP, Prof. Dr. Elida, M.Pd., mengatakan pelatihan ini tidak berhenti pada transfer pengetahuan semata, melainkan juga membekali warga dengan keterampilan praktik yang bisa langsung dipakai membuka usaha. “Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya diberikan pengetahuan, tetapi juga keterampilan praktik dalam mengolah ayam petelur afkir menjadi produk burger yang memiliki kualitas, cita rasa, higienitas, dan daya saing,” ujar Elida.
Dari Penggilingan Daging hingga Strategi Pemasaran Digital
Warga mendapatkan pelatihan langsung atau hands-on training yang mencakup pengenalan karakteristik ayam petelur afkir, teknik penggilingan daging, formulasi bahan, hingga pembuatan patty burger. Selain aspek produksi, peserta juga dibekali cara mengemas produk agar layak jual, menghitung biaya produksi, menetapkan harga jual yang kompetitif, serta menyusun strategi pemasaran baik secara langsung maupun lewat kanal digital.
Anggota tim, Prof. Dr. Ir. Anni Faridah, M.Si., menyebut langkah ini sebagai bentuk diversifikasi pangan yang berdampak langsung pada perekonomian warga setempat. “Pengolahan ayam petelur afkir menjadi burger merupakan bentuk diversifikasi pangan yang dapat meningkatkan nilai tambah bahan lokal sekaligus membuka peluang pengembangan usaha masyarakat,” kata Anni.
Program PIPN UNP di Nagari Taram ini melibatkan sejumlah dosen lintas bidang keahlian, di antaranya Feri Ferdian, S.ST., M.M., Ph.D., CHE, Dr. Retnaningtyas Susanti, S.Ant., M.Sc., Hendri Azwar, S.St., M.Par., Ph.D., dan Prof. Dr. Yuliarma, M.Ds., serta melibatkan mahasiswa Abdul Habib Arrasyidi Desky, Aisha Diva Medina, dan Indah Muthia Ayuni yang mendampingi warga selama pelatihan berlangsung.
Peluang Usaha Baru bagi Rumah Tangga di Lima Puluh Kota
Nagari Taram dikenal sebagai salah satu kawasan dengan populasi ternak unggas yang cukup besar di Kabupaten Lima Puluh Kota, sehingga persoalan rendahnya nilai jual ayam afkir kerap dihadapi peternak dan warga setempat. Dengan bekal keterampilan pengolahan, pengemasan, dan pemasaran yang diperoleh dari pelatihan PIPN UNP ini, warga Nagari Taram diharapkan mampu mengembangkan usaha olahan ayam afkir secara mandiri sebagai sumber pendapatan tambahan bagi rumah tangga di kawasan tersebut.
Model pemberdayaan berbasis pengolahan pangan seperti ini juga membuka peluang replikasi di nagari lain yang memiliki persoalan serupa, yakni melimpahnya hasil ternak bernilai jual rendah yang sebenarnya masih bisa diolah menjadi produk dengan permintaan pasar lebih tinggi.
















