Cekricek.id — Perdana Menteri Inggris Andy Burnham menegaskan negaranya tidak akan mundur dari dukungan penuh kepada Ukraina, meski Kedutaan Besar Rusia di London memperingatkan bahwa Inggris akan “membayar” atas penggunaan drone buatan Inggris dalam serangan ke wilayah Rusia.
Burnham menjawab peringatan itu saat melakukan kunjungan ke Wolverhampton pada Selasa. “Inilah Inggris yang melakukan apa yang sejak lama dikatakannya akan dilakukan, yaitu mendukung Ukraina 100 persen melawan perang ilegal yang dipimpin Vladimir Putin,” katanya, dikutip dari Euronews.
Baca juga: Ukraina Gempur Moskow dengan Ratusan Drone, Enam Tewas di Rusia
“Kami memberikan dukungan agar Ukraina dapat mempertahankan diri,” lanjut Burnham. Ia menambahkan, Inggris bukan sahabat yang hanya hadir saat cuaca cerah dan akan “berada di sana pada saat Ukraina paling membutuhkan”.
Moskow Sebut London Pelaku Bersama
Peringatan Rusia keluar pada Senin melalui pernyataan kedutaannya di London. Perwakilan Moskow itu menuding Inggris “dengan sengaja memilih eskalasi krisis Ukraina” dan bertindak sebagai “kaki tangan sekaligus pelaku bersama” dalam serangan-serangan Ukraina ke wilayah Rusia. Pernyataan tersebut muncul setelah adanya laporan bahwa drone rakitan Inggris dipakai dalam sejumlah serangan lintas perbatasan.
Baca juga: Jet Spanyol Tembak Jatuh Drone di Langit Romania, NATO Duga Milik Rusia
Ketegangan diplomatik itu berlangsung di tengah perubahan taktik Kyiv dalam beberapa bulan terakhir. Ukraina memperbanyak apa yang mereka sebut sebagai “sanksi jarak jauh”, yakni serangan jauh ke dalam wilayah Rusia yang membidik infrastruktur energi dan fasilitas logistik. Sasarannya adalah menekan perekonomian Moskow sekaligus menggerus kemampuan mesin perang Presiden Rusia Vladimir Putin.
Akhir pekan lalu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan pasukannya menghantam fasilitas minyak di Ust-Luga, tidak jauh dari perbatasan Estonia, serta pusat roket dan antariksa Progress. Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina menyebut wahana peluncur yang diproduksi di pusat tersebut dipakai untuk “menempatkan wahana antariksa militer, pengintaian, dan komunikasi Rusia ke orbit”.
Baca juga: Ukraina Klaim Hantam Pusat Roket dan Antariksa Rusia di Samara
Sepuluh Tewas di Desa Pechenihy
Pada hari yang sama ketika Burnham berbicara, rudal Rusia menghantam sebuah desa di wilayah Kharkiv, Ukraina timur laut. Sedikitnya 10 orang tewas dan 18 lainnya terluka dalam serangan tersebut menurut keterangan otoritas setempat.
Oleh Syniehubov, kepala Administrasi Militer Wilayah Kharkiv, mengatakan serangan ke Pechenihy juga merusak 10 rumah serta sejumlah kendaraan dan toko. Ia menyebut pasukan Rusia memakai dua rudal jelajah jenis Banderol dalam serangan itu.
“Menurut informasi awal, 10 orang tewas,” kata Syniehubov mengenai serangan roket ke Pechenihy tersebut.
Rusia Klaim Halau Serangan Drone ke Moskow
Di sisi lain garis depan, wilayah sekitar ibu kota Rusia juga menjadi sasaran. Gubernur Wilayah Moskow Andrey Vorobyov menyatakan pertahanan udara dan satuan perang elektronik bekerja sepanjang malam hingga pagi menghadapi gelombang drone Ukraina.
“Malam ini dan pagi tadi, pasukan pertahanan udara dan perang elektronik menghalau serangan drone berskala besar ke wilayah Moskow,” ujar Vorobyov. Ia menyebut dampak paling serius terjadi di Distrik Pavlovsky Posad.
Serangan ke wilayah Moskow dan serangan rudal ke Kharkiv terjadi hanya beberapa hari setelah pertukaran serangan drone dan rudal yang menewaskan belasan orang di Rusia dan Ukraina pada 16 Agustus lalu.
















