Cekricek.id — Dua siswa tewas dalam penembakan di kompleks Ateneo de Zamboanga University, Kota Zamboanga, Filipina selatan, pada Selasa, 18 Agustus 2026. Seorang murid kelas sembilan menembak mati kakak kelasnya di dalam ruang kelas, lalu mengarahkan senjata ke dirinya sendiri.
Peristiwa itu mengguncang salah satu sekolah Katolik paling ternama di Mindanao. Pihak universitas langsung meliburkan seluruh jenjang pendidikan pada hari kejadian dan menetapkan Rabu berikutnya sebagai hari berkabung dan doa.
Baca juga: Filipina Perluas Beasiswa dan Lanjutkan Bantuan Beras
Kronologi di Ruang Kelas
Wali Kota Zamboanga Khymer Adan Olaso menuturkan pelaku beraksi di lingkungan sekolah menengah yang berada di bawah naungan universitas. “Ia menembak seorang siswa lain, yang kemudian meninggal, sebelum menembak dirinya sendiri,” kata Olaso kepada radio DZMM, dikutip dari Al Jazeera.
Kepolisian setempat menyebut pelaku membawa sepucuk pistol dan sebuah senapan ke dalam kampus, lalu melepaskan tembakan di ruang kelas. Korban tewas adalah siswa laki-laki yang lebih senior, tercatat duduk di kelas sepuluh. Tidak ada penembak lain yang beraksi di lokasi.
Baca juga: Trump Pangkas Latihan Militer AS-Korsel Demi Kim Jong Un
Juru bicara kepolisian Shella Chang mengatakan penyelidikan masih berjalan dan motif pelaku belum terang. “Penyelidikan sedang berlangsung. Kami masih berusaha mengidentifikasi motifnya,” ujarnya kepada kantor berita AFP, sebagaimana dilaporkan Al Jazeera.
Petugas keamanan kampus mengawal keluar-masuk kendaraan seusai insiden, sementara pihak sekolah berkoordinasi dengan orang tua untuk menjemput anak-anak mereka. Manajemen memastikan area kampus yang tersisa dalam keadaan aman sebelum aktivitas dihentikan.
Baca juga: UNIFIL Catat 137 Proyektil Israel Sehari di Lebanon
Universitas Menetapkan Hari Berkabung
Presiden Ateneo de Zamboanga University, Romo Guillrey Anthony Andal SJ, menyampaikan belasungkawa dalam konferensi pers tak lama setelah kejadian. “Kami sungguh sedih atas apa yang terjadi. Kami tidak ingin hal-hal seperti ini terjadi,” katanya, dikutip dari CBCP News, kanal berita resmi Konferensi Waligereja Filipina.
Andal menegaskan keselamatan siswa tetap menjadi prioritas utama lembaganya. Universitas menyatakan tengah mendampingi keluarga kedua korban, termasuk keluarga pelaku, dan berkoordinasi dengan kepolisian untuk menyusun laporan lengkap atas insiden tersebut.
Kampus juga meminta publik menahan diri agar tidak menyebarkan informasi, foto, maupun video yang belum terverifikasi. Seluruh kegiatan belajar dibatalkan pada hari kejadian, dan Rabu, 19 Agustus, ditetapkan sebagai hari berkabung serta doa bersama bagi civitas academica.
Penembakan Sekolah Langka di Filipina
Penembakan di lingkungan sekolah tergolong jarang terjadi di Filipina. Negara itu menerapkan aturan kepemilikan senjata api yang ketat, meski peredaran senjata ilegal masih menjadi persoalan lama, terutama di wilayah selatan yang panjang bersinggungan dengan konflik bersenjata.
Kasus serupa sempat terjadi di Kota Tacloban pada Juni 2026. Insiden di Zamboanga muncul tak lama setelah peristiwa penembakan di lingkungan sekolah di Thailand, sehingga menambah sorotan pada keamanan sekolah di Asia Tenggara.
Ateneo de Zamboanga University merupakan institusi pendidikan Jesuit yang berdiri sejak awal abad ke-20 dan menaungi jenjang sekolah menengah hingga perguruan tinggi. Kota Zamboanga sendiri berjarak sekitar 860 kilometer di selatan Manila dan menjadi salah satu pusat perdagangan utama di Mindanao bagian barat.
Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintahan Daerah Filipina memerintahkan pemeriksaan atas insiden tersebut, termasuk menelusuri bagaimana senjata api bisa lolos masuk ke dalam kompleks sekolah. Kepolisian belum mengumumkan hasil sementara penyelidikan.
















