253 Ton Logistik ke NTT, 99,9 Persen BTS Sudah Pulih

Ilustrasi menara BTS

Ilustrasi menara base transceiver station yang menopang layanan telekomunikasi seluler. [Foto: Pexels]

Cekricek.id — Pemerintah memberangkatkan lima pesawat berisi 65 ton bantuan logistik menuju Nusa Tenggara Timur pada hari kelima pascagempa, Rabu, 19 Agustus 2026. Pada hari yang sama, pemerintah menyatakan hampir seluruh jaringan telekomunikasi yang lumpuh akibat gempa itu telah kembali beroperasi.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan pengiriman hari kelima itu membuat total bantuan yang diangkut sejak hari pertama mencapai 253 ton, menurut siaran pers yang dimuat setkab.go.id, Rabu, 19 Agustus 2026.

Baca juga: Kemendag Salurkan Rp250 Juta, Empat Pasar NTT Rusak

“Jadi, sejak hari pertama 27 ton sampai dengan hari kelima ini sudah terangkut 253 ton logistik, baik itu makanan, minuman, tenda, perlengkapan kesehatan, dan perlengkapan lainnya yang dibutuhkan oleh warga terdampak di NTT,” kata Teddy dalam keterangannya di Posko Bantuan NTT di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, pukul 04.00 WIB.

Angka itu berarti volume bantuan harian meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan hari pertama, ketika 27 ton logistik diterbangkan ke wilayah terdampak.

Dua Posko Induk dan Tiga Jalur Distribusi

Bantuan tidak diterbangkan langsung ke setiap kabupaten terdampak, melainkan dikumpulkan lebih dulu di dua posko induk, yakni Labuan Bajo dan Maumere. Dari Labuan Bajo, logistik disalurkan ke Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, dan Ngada. Dari Maumere, bantuan diteruskan ke Sikka, Ende, dan Nagekeo.

Dari dua posko itu, penyaluran memakai tiga jalur sekaligus. Jalur udara ditempuh dengan helikopter, pesawat Cassa, dan pesawat berukuran lebih kecil untuk menjangkau wilayah yang sulit didatangi. Jalur laut memakai tiga kapal perang Republik Indonesia milik TNI Angkatan Laut, ditambah satu kapal rumah sakit yang sudah berada di lokasi.

Adapun akses darat, yang pada hari-hari pertama terputus oleh longsor dan kerusakan jalan, kini sudah dapat dipakai kembali. “Laporan dari Menteri PU, seluruh jalur darat sudah dapat dilewati sejak hari kedua,” ujar Teddy.

Tinggal Satu BTS yang Belum Pulih

Pada hari yang sama, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyatakan pemulihan jaringan telekomunikasi di NTT nyaris rampung, menurut siaran pers yang dimuat komdigi.go.id, Rabu, 19 Agustus 2026.

Baca juga: Gubernur Indiana Cairkan Dana Darurat Korban Banjir

“Per pukul 18.00 WIB tanggal 18 Agustus 2026, sudah 99.9% site/BTS terdampak gempa NTT yang sudah berhasil dipulihkan,” kata Meutya.

Kementerian mengidentifikasi 812 menara pemancar atau BTS yang terdampak gempa, tersebar di 11 kabupaten dan kota di NTT. Dari jumlah itu hanya satu yang masih diperbaiki. “Hanya tinggal 1 site/BTS yang saat ini masih proses perbaikan yakni site yang berada di Manggarai. Sementara seluruh site/BTS terdampak di 8 daerah lain sudah pulih sepenuhnya,” kata Meutya.

Kecepatan itu tampak bila dibandingkan dengan catatan tiga hari sebelumnya. Dalam siaran pers komdigi.go.id, Minggu, 16 Agustus 2026, kementerian mencatat 794 BTS terdampak, dengan 683 unit atau 86,02 persen sudah pulih dan 111 unit masih dalam proses pemulihan. Ketika itu baru tiga kabupaten yang pulih sepenuhnya, yaitu Alor, Lembata, dan Timor Tengah Utara.

Gangguan jaringan sebagian besar bukan disebabkan kerusakan perangkat, melainkan matinya pasokan listrik. Komdigi menyebut 701 BTS terganggu karena pemadaman daya, sedangkan 93 unit lainnya terganggu pada jaringan transmisi. Hal itu menjelaskan mengapa pemulihan dapat berlangsung cepat begitu pasokan listrik dan akses darat kembali normal.

Gempa M 7,7 di Perairan Flores

Gempa yang memicu operasi bantuan ini terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Badan survei geologi Amerika Serikat, USGS, mencatat kekuatannya M 7,7 dengan pusat di laut sekitar 68 kilometer utara-barat laut Kota Ende pada kedalaman 10 kilometer — kedalaman dangkal yang membuat guncangan di permukaan terasa jauh lebih merusak dibandingkan gempa berkekuatan sama di kedalaman besar.

Baca juga: Badai Lala Hawaii: Perempuan 90 Tahun Tewas Terseret Banjir

BMKG sempat menetapkan status peringatan dini tsunami untuk 22 wilayah dan mencabutnya setelah muka air laut dinyatakan kembali aman. Gelombang tertinggi yang terekam mencapai 1,61 meter di Reo, Kabupaten Manggarai, dan 0,94 meter di Maurole, Kabupaten Ende.

Reo berada di Manggarai, kabupaten yang sampai Rabu masih menyisakan satu BTS dalam perbaikan sekaligus menjadi salah satu tujuan distribusi logistik dari posko Labuan Bajo.

Dampak korban yang tercatat dalam siaran pers komdigi.go.id, Minggu, 16 Agustus 2026, meliputi 53 orang meninggal dunia, 135 orang luka-luka, dan 5.000 orang mengungsi, di samping kerusakan rumah warga dan fasilitas publik.

Teddy menyatakan pemerintah masih memantau perkembangan di lapangan. “Pemerintah terus memantau penanganan bencana di sana sehingga diharapkan pelaksanaan penanganan dapat berjalan cepat, seluruh logistik dapat secepat mungkin diterima oleh masyarakat,” katanya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang terlibat dalam penanganan bencana. “Terima kasih kepada seluruh aparat yang bertugas, kepada warga, kepada relawan, kepada siapapun yang turut membantu penanganan bencana ini sehingga logistik dapat terkirim secepat mungkin dan dapat dirasa manfaatnya secepat mungkin oleh warga yang terdampak,” kata Teddy.

Baca Juga

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyerahkan bantuan secara simbolis
Kemendag Salurkan Rp250 Juta, Empat Pasar NTT Rusak
Petugas penyelamat mengevakuasi warga dari banjir di Indiana
Gubernur Indiana Cairkan Dana Darurat Korban Banjir
Banjir akibat hujan deras Badai Lala di Kabupaten Hawaii
Badai Lala Hawaii: Perempuan 90 Tahun Tewas Terseret Banjir
Pemaparan program pengabdian Universitas Negeri Padang untuk penguatan ekonomi keluarga disabilitas rungu pascabencana.
UNP Latih 10 Ibu Tunarungu Korban Banjir Berwirausaha
Rumah-rumah rusak di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, setelah gempa bermagnitudo 7,7.
Pakar ITB: Gempa Flores M7,7 Mirip Gempa Tsunami 1992
Ilustrasi perairan Danau Kariba. Feri yang mengangkut penumpang melebihi kapasitas terbalik di danau tersebut pada 11 Ag
Korban Feri Danau Kariba Zimbabwe Jadi 84, Pemerintah Selidiki