Badai Lala Hawaii: Perempuan 90 Tahun Tewas Terseret Banjir

Banjir akibat hujan deras Badai Lala di Kabupaten Hawaii

Banjir akibat hujan deras yang dibawa Badai Lala di Kabupaten Hawaii. [Foto: Reuters]

Cekricek.id — Gubernur Hawaii Josh Green mengumumkan seorang perempuan berusia 90 tahun ditemukan tewas terseret banjir di Na’alehu, Distrik Ka’u, Pulau Hawaii, ketika ia meninjau kerusakan yang ditinggalkan Badai Lala pada Senin, 17 Agustus 2026 waktu setempat. Kabar itu disampaikan dalam konferensi pers di Hilo, beberapa jam setelah Green menyusuri kawasan terdampak dengan helikopter dan berjalan kaki.

“Saat kami berada di sana, polisi menemukan jiwa yang hilang itu, seorang perempuan berusia 90 tahun yang tewas dalam banjir,” kata Green. “Keluarganya akan diberi tahu. Na’alehu kota yang sangat kecil. Semua orang sudah berkumpul dan berduka.” Dikutip dari West Hawaii Today, perempuan itu dilaporkan hilang pada Senin pagi dan jasadnya ditemukan pada hari yang sama.

Baca juga: Anthony Fauci Terancam Penjara jika Terbukti Menghina Kongres Amerika Serikat

Green, yang bertahun-tahun berpraktik sebagai dokter di Ka’u sebelum terjun ke politik, sempat berhenti bicara menahan haru. “Saya dibanjiri emosi, karena di sanalah saya mendapat kehormatan menjadi dokter ketika pertama kali datang ke Hawaii,” ujarnya. Ia menyebut bertemu puluhan bekas pasiennya selama kunjungan itu.

Pulau Hawaii Terpukul Paling Keras

Badai Lala melintas kurang dari 100 mil di selatan Pulau Hawaii dengan status badai kategori satu sebelum melemah. Banjir dan luapan lumpur menghantam Na’alehu, Pahala, dan Waiohinu, sementara di wilayah lain kerusakan didominasi pohon tumbang dan atap yang terkoyak angin.

Baca juga: Festival Kiamat dan Hutan Wakaf, Dua Cara Iman Menjaga Alam

“Pulau Hawaii terpukul paling keras dan warganya sedang menghadapi dampak berat pada kehidupan sehari-hari mereka,” kata Green dalam pernyataan resmi yang dirilis Kantor Gubernur Hawaii pada 17 Agustus. “Sekolah Na’alehu mengalami kerusakan signifikan dan tampak seperti Konawaena setelah badai Kona Low. Pemulihan akan memakan waktu dan kami di sini untuk memberi segala dukungan yang bisa kami berikan.”

Seluruh kantor negara bagian dan kabupaten, sekolah negeri, serta fasilitas peradilan di Pulau Hawaii tetap ditutup pada Selasa, 18 Agustus. Sebaliknya, perkantoran dan pengadilan di Oahu, Maui, dan Kauai kembali beroperasi normal. Rumah Sakit Ka’u masih bergantung pada generator.

Baca juga: Banjir dan Longsor Landa China, 76 Tewas; Xi Serukan Perbaikan Mitigasi

Listrik Padam dan Air Wajib Direbus

Pada pukul 09.00 waktu setempat 17 Agustus, sebanyak 117.000 pelanggan listrik di seluruh negara bagian masih gelap, terdiri atas 39.400 di Pulau Hawaii, 71.600 di Oahu, 6.300 di Maui, dan 302 di Kauai. Menjelang pukul 18.00 pada hari yang sama, 38.196 pelanggan di Pulau Hawaii belum juga teraliri listrik.

Dua sistem air pedesaan, Punaluu Water and Sanitation LLC serta Wood Valley Water and Farm Co-op, dikenai imbauan merebus air sebagai tindakan pencegahan. Di Oahu, sekitar 750.000 galon limbah tumpah dekat Sandy Beach dan lebih dari 30.000 galon di sekitar Atkinson Drive dan Ala Moana, sedangkan sekitar 500 galon solar tumpah di Pelabuhan Ma’alaea, Maui.

Ruas Jalan Raya 11 di Pulau Hawaii masih tertutup di sejumlah titik, termasuk di sekitar Jembatan Sungai Ninole dan mil ke-65 hingga ke-66. Di Oahu, satu lajur Jalan Raya Pali ditutup untuk penanganan longsoran di dalam terowongan.

Garda Nasional Periksa Rumah ke Rumah

Lebih dari 240 personel Garda Nasional Hawaii dikerahkan di seluruh negara bagian, sekitar 60 di antaranya bertugas memeriksa warga dari pintu ke pintu di Ka’u. “Karena lintasan badai dan dampak yang dirasakan, Kabupaten Hawaii adalah prioritas kami saat ini,” kata Mayor Jenderal Steve Logan, Ajudan Jenderal negara bagian sekaligus Direktur Badan Manajemen Darurat Hawaii.

Pelaksana Tugas Administrator Pertahanan Sipil Kabupaten Hawaii, Darryl Oliveira, menyebut pemulihan jaringan komunikasi menjadi salah satu titik kritis. “Kami menghadapi situasi di Kaloko, lokasi yang sangat penting untuk komunikasi dan telekomunikasi,” ujarnya.

Dikutip dari Al Jazeera, badai tersebut sempat memadamkan listrik 130.000 pelanggan dan menerbangkan atap 19 bangunan. Media itu juga melaporkan satu korban tewas akibat kecelakaan mobil di kawasan South Point serta memperkirakan curah hujan di lereng arah angin dapat mencapai satu meter. Pulau Hawaii tercatat tidak pernah didarati langsung badai sekuat ini selama 155 tahun terakhir.

Green menyatakan pemerintah negara bagian akan terus mengirim air bersih, generator, dan bantuan pangan ke Ka’u. “Warga sudah mulai pulih, tetapi ini berat. Mereka masih butuh air. Mereka masih butuh listrik,” katanya.

Baca Juga

Citra satelit asap kebakaran hutan di Utah Amerika Serikat
NASA Buru Awan Api PyroCb Kebakaran Hutan di Utah
Suasana jalan di Addis Ababa ibu kota Ethiopia
Jelaga Addis Ababa 9 Kali Lebih Pekat dari Kota AS
Petugas pemadam kebakaran memadamkan api seusai serangan Rusia di Kyiv
Rusia Tembakkan 376 Rudal, Ukraina Kehabisan Pencegat
Ekonom utama bank pembangunan negara Rusia VEB.RF Andrey Klepach
Ekonom Utama Bank Negara Rusia Dipecat Usai Kritik Perang
Kapal-kapal berlabuh di perairan dekat Selat Hormuz
Iran Tutup Selat Hormuz, AS Siapkan Sanksi Ekonomi Baru
Tentara India berjaga di perbatasan India-China di Bumla Arunachal Pradesh
China Diklaim Serobot Wilayah India di Arunachal Pradesh