Alpha numeric adalah campuran antara karakter dan angka, termasuk huruf (A-Z; a-z), tanda baca, dan beberapa karakter khusus, misalnya @, #, $, *, dan sebagainya. Istilah yang juga ditulis alphanumeric atau alfanumerik ini dipakai untuk menyebut data yang tersusun dari huruf dan angka sekaligus, bukan dari angka saja.
Arti sempit: hanya huruf dan angka
Dalam standar pemrograman, alfanumerik punya arti yang lebih sempit daripada definisi umum di atas. Standar POSIX, yaitu IEEE Std 1003.1-2017, menyediakan fungsi isalnum() untuk menguji karakter alfanumerik. Fungsi itu memeriksa apakah sebuah karakter termasuk kelas alpha (huruf) atau digit (angka) pada pengaturan lokal yang sedang berlaku.
Dokumentasi pustaka bahasa C milik Microsoft menjelaskan hal serupa. Fungsi isalnum memberi nilai bukan nol jika karakter yang diuji berada dalam rentang A sampai Z, a sampai z, atau 0 sampai 9. Dengan ukuran itu, tanda baca dan simbol seperti @ atau # tidak tergolong alfanumerik.
Letak huruf, angka, dan simbol dalam ASCII
Perbedaan itu terlihat pada tabel ASCII yang dimuat dalam RFC 20, dokumen yang ditulis Vint Cerf pada 16 Oktober 1969. Dokumen tersebut mengusulkan pemakaian ASCII standar 7 bit yang ditanam dalam bita 8 bit, dengan bit tertinggi selalu bernilai 0.
Tabel itu memuat angka 0 sampai 9, huruf besar A sampai Z, dan huruf kecil a sampai z. Simbol lain dicatat sebagai karakter grafis dengan nama sendiri, misalnya @ sebagai commercial at, # sebagai number sign, $ sebagai dollar sign, dan * sebagai asterisk.
RFC 20 juga memisahkan karakter grafis dari karakter kendali. Karakter kendali tidak mewakili huruf atau angka, tetapi menjalankan fungsi tertentu, misalnya mengatur tata letak informasi pada perangkat cetak atau tampilan, atau memperlancar pengiriman informasi melalui jaringan komunikasi.
Alfanumerik di luar abjad Latin
Pada sistem yang memakai Unicode, cakupan huruf dan angka menjadi lebih luas. Dokumentasi .NET milik Microsoft menyebut metode Char.IsLetterOrDigit menunjukkan apakah sebuah karakter Unicode digolongkan sebagai huruf atau angka desimal.
Huruf dan angka desimal yang sah menurut dokumentasi itu berasal dari enam kategori Unicode, yaitu huruf besar, huruf kecil, huruf judul, huruf pengubah, huruf lain, dan angka desimal. Contoh kodenya memperlihatkan karakter 8 dikenali sebagai huruf atau angka, sedangkan karakter baris baru tidak.
Contoh penggunaan
Rangkaian seperti B1234XY tergolong alfanumerik dalam kedua arti karena hanya memuat huruf dan angka. Rangkaian seperti nama@contoh#1 hanya tergolong alpha numeric dalam arti luas, sebab memuat simbol @ dan # yang oleh fungsi isalnum tidak dianggap huruf ataupun angka.
Karena itu, ketika sebuah sistem meminta masukan alfanumerik, pengguna perlu melihat arti mana yang dipakai. Pengembang perangkat lunak pun dianjurkan standar POSIX memakai fungsi penggolong karakter yang baku agar aplikasinya tetap berjalan benar pada berbagai bahasa.
Istilah terkait
Pembahasan alpha numeric bersinggungan dengan beberapa entri lain di Kamus Telematika, yaitu Unicode, graphic character, tipe data, dan password. Keempatnya sama-sama menyangkut cara komputer menggolongkan dan memakai karakter.
Rujukan
Sumber: Istilah-istilah dalam Bidang Teknologi, Telekomunikasi dan Informasi. IEEE dan The Open Group, IEEE Std 1003.1-2017 (POSIX.1-2017), halaman rujukan fungsi isalnum. Vint Cerf, RFC 20, ASCII format for Network Interchange, 1969. Microsoft Learn, isalnum, iswalnum, _isalnum_l, _iswalnum_l, 2022. Microsoft Learn, Char.IsLetterOrDigit Method.
Istilah lain di Kamus Telematika dan Komputer
Lihat daftar lengkap Kamus Telematika dan Komputer
Koleksi lain: Kamus Perbankan · Kamus Lingkungan Hidup · Kamus Meteorologi · Kamus Perubahan Iklim · Kamus Kesehatan · Kamus Kemaritiman dan Investasi · Kamus Pembiayaan Perumahan · Kamus Ekonomi Syariah · Kamus Sejarah Indonesia










