Benarkah Megalodon Punah Karena Hiu Putih?

Cekricek.id, Objek Wisata - Ada sejumlah ahli yang menyebut jika Megalodon punah karena hiu putih, benarkah kenyataannya demikian?

Ilustrasi Megalodon [Canva]

Cekricek.id, Objek Wisata - Ada sejumlah ahli yang menyebut jika Megalodon punah karena hiu putih. Tetapi benarkah kenyataannya seperti itu, apalagi sejumlah ilmuwan masih percaya jika Megalodon masih ada. Hanya saja memang memiliki jumlah yang tidak diketahui atau bahkan bisa dikatakan tidak terdeteksi. Kini semuanya akan dibahas secara tuntas, sebagaimana mengutip dalam unggahan di akun YouTube Sisi Terang pada Rabu (3/5/2023).

Sama-sama diketahui jika hiu megalodon merupakan spesies hewan yang berukuran raksasa.  Banyak ahli yang menyebut jika sekitar 2,5 juta tahun lalu, hiu terakhir dari jenis ini telah menghilang dari bumi untuk selamanya.

Lalu meninggalkan sejumlah gigi gigi raksasa yang ditemukan oleh sejumlah arkeolog modern. Dulunya ilmuwan berspekulasi jika kepunahan atau hilangnya Megalodon ini disebabkan karena terjadinya ledakan Supernova, pada jarak 150 tahun cahaya dari bumi.

Tapi pada 2019 lalu ada sekelompok penelitian justru menemukan fakta lain. Yaitu mengarah pada dugaan jika Megalodon punah karena hiu putih besar. Dengan artian jika mungkin saja sejumlah hiu megalodon tersebut punah jauh sebelum terjadinya ledakan Supernova.

Jika melihat dari segi ukuran hiu megalodon ini dianggap tidak memiliki saingan dalam laut berkaitan dengan status pemburu untuk mendapatkan makanan. Mereka diperkirakan memburu ikan hiu dengan ukuran yang lebih kecil di bawahnya.

Karena Megalodon sendiri diperkirakan memiliki panjang berkisar 18 m dan bobot tubuh mencapai 50 ton. Sejumlah fakta membuktikan jika hiu megalodon, lebih mirip seperti hiu banteng modern. Dengan moncong yang pendek serta sirip dada panjang.

Benarkah Demikian?

Cekricek.id, Objek Wisata - Ada sejumlah ahli yang menyebut jika Megalodon punah karena hiu putih, benarkah kenyataannya demikian?

Ditambah lagi adanya fakta jika nenek moyang dari ikan hiu putih besar yang ada sekarang hidup bersamaan dengan periode Megalodon. Jika dibandingkan, kedua jenis ikan tersebut hiu megalodon tidaklah memiliki kecepatan atau segesek hiu putih besar di zamannya.

Hiu putih besar ini tidak akan bisa menang jika berhadapan atau bertarung langsung dengan Megalodon dalam pencarian mangsa. Ditambah lagi adanya sebuah teori bahwa selain hiu putih besar juga ada peranan hiu Mako dan hiu harimau yang menyebabkan hiu megalodon ini punah.

Karena ketiganya ini memiliki kegesitan dalam hal pemburuan makanan. Hal ini juga dapat membuat hiu megalodon kekurangan asupan makanan. Maka dari itu hanya tersisa ikan paus yang bisa diburu oleh Megalodon.

Baca Juga: Ini 4 Alasan Buat Ilmuwan Yakin Hiu Megalodon Masih Hidup

Jika dalam ukuran dewasa atau besar mungkin bisa melakukan perburuan tersebut tapi tidak dengan anak hiu megalodon. Belum lagi adanya kepercayaan dari sejumlah ilmuwan bahwa ketiga jenis hiu lain tersebut memangsa bayi-bayi dari hiu megalodon.

Hal ini karena panjang dari ukuran hiu putih bisa mencapai 6 meter sementara bayi Megalodon sendiri hanya memiliki ukuran setengahnya.

Baca Juga

Ilustrasi stetoskop yang dipakai memeriksa detak jantung pasien.
Stetoskop AI Terbukti Sering Lewatkan Murmur Jantung pada Kucing dan Anjing
Gajah sumatra di Taman Nasional Tesso Nilo
Populasi Gajah Sumatra Tinggal 900-an Ekor, Pakar IPB: Konservasi Tanggung Jawab Multipihak
Seekor puma di kawasan Semenanjung Olympic, Washington, yang kehadirannya terbukti menurunkan risiko tabrakan rusa-kendaraan
Kehadiran Puma Turunkan Risiko Tabrakan Rusa-Kendaraan hingga 67 Persen di Semenanjung Olympic
Karang laut dalam berwarna kuning terang yang ditemukan di gunung bawah laut Las Gemelas II, Kosta Rika
Karang Bercahaya Kuning di Gunung Bawah Laut Kosta Rika Dapat Famili Taksonomi Baru
Terumbu karang berwarna-warni di dasar laut
Ilmuwan KAUST: Karang Bisa Dilatih Melawan Penyakit Sebelum Wabah Datang
Ilustrasi kumbang yang difoto dari jarak dekat
Peneliti Universitas Brawijaya Deskripsikan Spesies Kumbang Baru dari Hutan Kagoshima