Dalam Islam Ari-ari Bayi Dikubur Atau Dibuang? Begini Jawabannya

Cekricek.id - Masih banyak kekeliruan terkait dengan bagaimana mengurus ari-ari bayi dalam ajaran islam. Apakah baiknya dikubur atau dibuang

Plasenta Bayi [Instagram]

Cekricek.id, Portal Islam - Masih banyak kekeliruan terkait dengan bagaimana mengurus ari-ari bayi dalam ajaran islam. Apakah hal tersebut baiknya dikubur atau dibuang begitu saja. Tetapi tidak perlu khawatir karena kini semua tersebut telah dijawab secara tuntas oleh Ustaz Khalid Basalamah. Sebagaimana yang terlihat dalam unggahan di akun YouTube muslim ID, mengutip pada Selasa (7/2/2023).

Jika diartikan ari-ari bayi merupakan plasenta yang bermanfaat bagi bayi saat ini masih berada dalam kandungan seorang ibu hamil. Karena ini merupakan bagian plasenta yang terhubung langsung pada bagian dinding Rahim.

Dengan tujuan utamanya adalah untuk penyediaan oksigen. Tidak hanya itu juga pemberian nutrisi dari ibu menuju janin yang berisi sejumlah pembuluh darah yang sumbernya dari arah tali pusar.

Saat bayi lahir tentu hal tersebut harus diputus. Serta banyak yang penasaran bagaimana Islam memandang ari-ari alias plasenta ini. Apakah baiknya harus dikubur dengan sejumlah syarat tertentu atau bisa dibuang begitu saja.

Tetapi Ustaz Khalid Basalamah kini menjelaskan bahwasanya hal tersebut sah-sah saja alias bebas dalam melakukannya. Karena tidak ada masalah atau hadis yang mengatur terkait dengan ini.

“Gak ada sesuatu yang khusus dari itu dikubur lebih baik tetapi tidak salah kalau dibuang begitu saja,” ucapnya.

Ia menjelaskan bahwasanya plasenta atau ari-ari ini hanyalah bekas yang artinya barang yang sudah tidak bisa dipakai lagi. Juga tidak ada hal yang istimewa dalam hal tersebut. Tetapi di masyarakat terkhususnya oleh sejumlah kebudayaan masih banyak yang menganggap ini sebagai suatu yang sakral.

Jangan Menambah yang Tidak Ada

Lampiran Gambar

Maka untuk itu masyarakat pun terkadang percaya bahwa ada ritual khusus dalam pembuangan ari-ari bayi ini. Ada yang menyebut bahwa ini merupakan kembar bayi padahal nyatanya tidak demikian.

Apalagi jika berbicara hal ini dari secara medis dan agama salah satu hadis. Pernah dikatakan bahwasanya saat bayi tersebut lahir ke dunia buang semua hal-hal yang tidak lagi terpakai termasuk dengan ari-ari pada bayi.

“Guru kita sudah ajarkan begitu jangan ditambah Nabi Muhammad tidak pernah mengajarkan demikian.”

Baca Juga: Cara Menjadi Kaya Menurut Pandangan Islam

Makai untuk itu menurutnya alangkah baiknya jika kini semua masyarakat mulai paham. Bahwasanya semua kepercayaan tersebut sama sekali tidak benar jika berpacu pada ilmu yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga

Mushaf Al-Quran terbuka di atas rehal di dalam masjid
Sebelum “Islam, Yes, Partai Islam, No”: Lima Pekan yang Mengubah Nurcholish Madjid
Dua lembar naskah kuno berbahasa Arab yang menguning dengan kaca pembesar di atasnya
Hoesein Djajadiningrat, Bangsawan Banten yang Menulis Islam Nusantara dengan Kacamata Leiden
Masjid Raya Baiturrahman di Banda Aceh dengan kubah hitam dan bayangannya di kolam pantul
Traktat 1871, Hikayat Perang Sabil, dan Tiga Dasawarsa Perang Aceh
Menteri Agama dan sejumlah tokoh berpakaian putih menengadahkan tangan memanjatkan doa bersama di atas panggung
Menag Sebut Doa dan Harmoni Benteng Ketahanan Bangsa
Pengaruh Islam terhadap Budaya Melayu: Warisan yang Hidup hingga Kini
Pengaruh Islam terhadap Budaya Melayu: Warisan yang Hidup hingga Kini
Berita Riau Hari Ini: 34.271 Warga Riau Hafidz Al-Quran Berkat Program Satu Guru Hafidz Satu Desa
34.271 Warga Riau Hafidz Al-Quran Berkat Program Satu Guru Hafidz Satu Desa