Jangan Berikan Madu Kepada Bayi di Bawah Usia 1 Tahun

Berita terbaru hari ini: jangan sesekali memberikan madu pada bayi yang berusia di bawah 1 tahun karena sangat berbahaya untuk tubuhnya.

Ilustrasi: Madu. [Canva]

Cekricek.id – Rasa dari madu memang sangat lezat dan nikmat. Selain rasanya, madu juga memiliki banyak khasiat untuk kesehatan manusia. Namun, madu tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh bayi karena sangat berbahaya.

Larangan memberikan madu kepada bayi di bawah usia 12 bulan karena dalam madu terdapat kandungan berbahaya untuk tubuh sang bayi. Dalam madu terkandung bakteri clostridium. Bakteri pada madu tersebut bisa membuat bayi keracunan serius yang disebut dengan botulisme.

Hal itu disebabkan karena bayi belum memiliki daya tahan tubuh serta sistem pencernaannya belum kuat untuk melawan bakteri clostridium.

Melansir dari Liputan6.com, pada tahun 1976 di California, ratusan bayi terserang sindrom Infant Botulism akibat bayi yang telah menelan bakteri clostridium. Bakteri ini tidak hanya terdapat pada madu saja, tetapi juga di tanah, debu, sungai, dan dasar laut.

Apabila sang bayi mengalami penyakit botulisme akan berakibat fatal dan dapat mengancam nyawa. Sebab, bakteri tersebut dapat menyerang sistem saraf bayi, membuat otot menjadi lemah serta lumpuh, hingga mengganggu sistem pernapasan dari bayi tersebut.

Selain itu, bayi yang mengonsumsi madu juga akan mengakibatkan kerusakan pada gigi dan menyebabkan risiko terjadinya obesitas pada bayi.

Gejala umum yang terjadi saat sang bayi mengalami botulisme adalah kesulitan menelan dan bernafas, air liur yang dikeluarkan berlebihan, gerakan tubuh bayi berkurang, tangisan ikut melemah, nafsu makan dan daya hisap ASI menurun, serta sulit buang air kecil.

Jika bayi Anda menunjukkan gejala seperti itu, ada baiknya langsung temui dokter dan konsultasikan soal keadaan sang bayi agar tidak terjadi apa-apa di kemudian harinya.

Mengutip tulisan dr. Devina di laman IDAI, alternatif pemanis alamiah untuk bayi yang usianya 6 bulan ke atas dapat diberikan sari buah sebagai makanan pendamping ASI.

Selain itu, para ibu juga bisa memanfaatkan buah-buah yang segar. Dengan mengkreasikan menu-menu yang berbahan dasar buah karena pemanis dalam buah lebih aman daripada pemanis lainnya. [*]

---

Baca berita terbaru hari ini hanya di Cekricek.id

Tag:

Baca Juga

Wali Kota Padang Panjang menerima penghargaan kesehatan dari Kemendagri
Padang Panjang Raih Apresiasi Kemendagri, Terima Rp1,5 Miliar untuk Kesehatan
Ilustrasi stetoskop yang dipakai memeriksa detak jantung pasien.
Stetoskop AI Terbukti Sering Lewatkan Murmur Jantung pada Kucing dan Anjing
Wali Kota Pariaman Yota Balad menerima penghargaan Terbaik I Kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan
Pariaman Raih Terbaik I Kesehatan, Dapat Bantuan Rp2 Miliar dari Kemendagri
Panel Tujuh Protein Darah Diklaim Lebih Akurat Deteksi Tahap Lanjut Alzheimer
Panel Tujuh Protein Darah Diklaim Lebih Akurat Deteksi Tahap Lanjut Alzheimer
Pemantauan Digital Mingguan Kurangi Kelelahan Pasien Kanker Payudara Metastatik, Uji Klinis 909 Pasien
Pemantauan Digital Mingguan Kurangi Kelelahan Pasien Kanker Payudara Metastatik, Uji Klinis 909 Pasien
Ilustrasi kapsul Orion dengan boneka uji radiasi Zohar dan Helga di misi Artemis I
Rompi Antiradiasi AstroRad Diuji di Misi Artemis I, Pangkas Paparan hingga 60 Persen