Kemenhut Sidak Empat Perusahaan Kehutanan Kalbar Cegah Karhutla

Petugas Kementerian Kehutanan memeriksa papan peringatan larangan membakar lahan di areal perusahaan kehutanan di Kalima

Petugas Kementerian Kehutanan memeriksa papan peringatan larangan membakar lahan di areal perusahaan kehutanan di Kalimantan Barat. [Foto: Kementerian Kehutanan]

Cekricek.id — Kementerian Kehutanan menggelar inspeksi mendadak terhadap empat perusahaan pemegang izin kehutanan di Kalimantan Barat untuk menguji kesiapan menghadapi kebakaran hutan dan lahan. Pemeriksaan dilakukan menjelang puncak musim kemarau yang tahun ini berimpit dengan fenomena El Nino.

Dikutip dari laman resmi Kementerian Kehutanan, kehutanan.go.id, Minggu (16/8/2026), pemeriksaan menyasar perusahaan yang wilayah konsesinya berada di kabupaten dengan riwayat titik api.

Empat perusahaan yang diperiksa adalah PT Wanakerta Eka Lestari di Kabupaten Ketapang, PT Finantara Intiga di Kabupaten Sanggau, PT Mohairson Pawan Khatulistiwa di Kabupaten Ketapang, dan PT Wana Subur Persada yang juga berada di Kabupaten Ketapang.

Baca juga: Sungai-Sungai Besar Eropa Susut ke Rekor Terendah Akibat Kekeringan

Bukan Sekadar Memeriksa Peralatan

Kepala Balai Penegakan Hukum Kehutanan Wilayah Kalimantan Leonardo Gultom menegaskan bahwa yang diuji bukan hanya kelengkapan sarana di gudang, melainkan apakah rangkaian sistem pengendalian kebakaran benar-benar berfungsi saat dibutuhkan.

“Yang kami uji bukan hanya keberadaan sarana, tetapi apakah sistem pengendalian kebakaran perusahaan benar-benar bekerja ketika dibutuhkan,” kata Leonardo.

“Menara pantau, sumber air, sekat kanal, peralatan, hingga regu pengendalian kebakaran harus siap,” tutur dia.

Komponen-komponen itu saling bergantung. Menara pantau menentukan seberapa cepat api terdeteksi, sumber air dan sekat kanal menentukan apakah pemadaman dapat dilakukan sebelum api meluas, sedangkan regu pengendalian menentukan siapa yang bergerak lebih dulu di lapangan. Kegagalan satu komponen membuat rantai penanganan terputus.

“Jangan menunggu kebakaran terjadi baru melakukan pembenahan,” tegas Leonardo.

Baca juga: Inggris Larang Barbeku Sekali Pakai dan Kerahkan Militer

Kesiapan Sebelum Api Muncul

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan Dwi Januanto Nugroho menempatkan pencegahan kebakaran sebagai persoalan yang melampaui urusan tutupan hutan. Menurutnya, kesiapan pemegang izin berkaitan langsung dengan kesehatan warga dan kepastian iklim usaha di daerah.

“Pencegahan kebakaran bukan hanya untuk melindungi hutan, tetapi juga melindungi masyarakat dari dampak asap dan bencana ekologis, menjaga kepastian usaha, serta memastikan investasi yang sah tidak terganggu oleh risiko kebakaran,” kata Dwi.

“Karena itu, pemegang izin harus benar-benar siap sebelum api muncul, bukan baru bergerak ketika kebakaran sudah terjadi,” ujar dia.

Kalimantan Barat dan Bayang-Bayang El Nino

Kalimantan Barat termasuk daerah yang berulang kali menghadapi kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau. Kabupaten Ketapang, yang menjadi lokasi tiga dari empat perusahaan yang diperiksa, memiliki hamparan lahan gambut yang membuat api sulit dipadamkan begitu menjalar ke bawah permukaan.

Fenomena El Nino memperpanjang periode kering dan menurunkan curah hujan, sehingga bahan bakar alami di lantai hutan menjadi lebih mudah tersulut. Kondisi itu memperkecil selisih waktu antara munculnya titik api dan berkembangnya kebakaran besar, sehingga kecepatan respons di tingkat konsesi menjadi penentu.

Baca juga: Riset Australia: Kadar CO2 dalam Darah Manusia Naik Seiring Iklim Memanas

Inspeksi mendadak menjadi cara otoritas memastikan kesiapan yang tercatat di dokumen benar-benar tersedia di lapangan. Pemegang izin kehutanan memikul kewajiban mengendalikan kebakaran di dalam wilayah konsesinya, dan pemeriksaan langsung menjadi ukuran apakah kewajiban itu dijalankan sebelum musim puncak tiba.

Baca Juga

Guru Besar Ekologi SITH ITB Endah Sulistyawati menyampaikan paparan di Institut Teknologi Bandung.
Pakar ITB Ingatkan Jangan Tanam Massal Pascakebakaran Bromo
Petugas penyelamat mengevakuasi warga dengan perahu di tengah banjir di Indiana, Amerika Serikat.
Banjir Indiana Tewaskan Lima Orang, Terburuk dalam 30 Tahun
Suasana sidang paripurna di Kompleks Parlemen, Jakarta.
KLH Kawal Registrasi Karbon dan RUU Perubahan Iklim
Tim Universitas Sumatera Utara memaparkan kajian penetapan kawasan konservasi perairan Pulau Pandang, Kabupaten Batu Bar
USU Dorong Kawasan Konservasi Perairan Pulau Pandang Batu Bara
Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat meninjau lokasi pemulihan lahan terkontaminasi minyak di Wilayah Kerja Rokan
Menteri LH Cek Pemulihan Lahan Tercemar Minyak Wilayah Rokan
Alat berat membersihkan material longsor yang menimbun badan jalan di Kabupaten Padang Pariaman.
Longsor 17 Titik di Padang Pariaman, 14 Sudah Dibersihkan