Cekricek.id — Sedikitnya lima orang tewas akibat badai dan banjir yang melanda negara bagian Indiana, Amerika Serikat, sepanjang pekan ini. Operasi penyelamatan masih berlangsung karena aparat terus mencari warga yang terjebak di berbagai titik di negara bagian tersebut.
Dikutip dari Al Jazeera, aljazeera.com, Sabtu (15/8/2026), curah hujan di sejumlah kawasan melampaui 280 milimeter atau sekitar 11 inci hanya dalam rentang dua hari. Sungai White yang membelah Indianapolis meluap dan menciptakan kondisi berbahaya di kawasan permukiman ibu kota negara bagian itu.
Gubernur Indiana Mike Braun menyampaikan belasungkawa atas jatuhnya korban jiwa dan menyebut dampak badai meluas jauh melampaui angka kematian.
Baca juga: Banjir dan Longsor Landa China, 76 Tewas; Xi Serukan Perbaikan Mitigasi
“Hati saya bersama keluarga dan orang-orang terkasih dari lima warga Hoosier yang telah kami kehilangan, dan setiap keluarga yang hidupnya berubah akibat badai ini,” kata Mike Braun.
Bantuan Federal dan Sungai yang Meluap
Braun mengumumkan bahwa bantuan darurat federal telah disetujui untuk Indiana. Ia menyampaikan terima kasih kepada Presiden Donald Trump atas komitmen memberikan bantuan federal yang dibutuhkan warga negara bagian itu. Persetujuan bantuan federal membuka akses pendanaan untuk pemulihan infrastruktur dan penanganan warga terdampak.
Wali Kota Indianapolis Joe Hogsett menyebut peristiwa ini sebagai banjir terburuk yang menimpa kotanya dalam lebih dari 30 tahun. Meluapnya Sungai White membuat sejumlah ruas jalan tidak bisa dilalui dan memaksa regu penyelamat mengevakuasi warga dari rumah-rumah yang terendam.
Petugas pemadam kebakaran Indianapolis mendokumentasikan proses evakuasi warga dari genangan air pada Sabtu (15/8/2026). Dokumentasi itu memperlihatkan bahwa banjir tidak hanya merendam kawasan pinggiran, melainkan juga menembus permukiman padat di jantung kota.
Baca juga: Hujan Rekor Rendam Chiba Jepang, Sembilan Tewas dan 400.000 Warga Mengungsi
Lima Korban, Tiga Pola Kematian
Kelima korban jiwa jatuh dalam situasi yang berbeda-beda. Seorang perempuan tewas ketika mencoba mengemudikan kendaraannya menerobos genangan banjir. Seorang anak berusia empat tahun meninggal setelah tertimpa pohon tumbang. Seorang remaja dilaporkan hilang setelah melompat ke sungai dan tidak ditemukan kembali.
Pola-pola itu merupakan penyebab kematian yang paling sering berulang dalam bencana banjir bandang di wilayah perkotaan: kendaraan yang nekat menerobos arus, pohon yang tumbang akibat tanah jenuh air dan angin kencang, serta arus sungai yang jauh lebih kuat daripada tampilannya di permukaan.
Indiana berada di kawasan Midwest Amerika Serikat yang secara historis rentan terhadap sistem badai musim panas dengan curah hujan ekstrem dalam waktu singkat. Akumulasi lebih dari 280 milimeter hujan dalam dua hari melampaui kapasitas sistem drainase perkotaan mana pun, sehingga limpasan air langsung mengalir ke badan sungai dan memicu luapan.
Bantuan federal yang telah disetujui menjadi penopang utama tahap pemulihan. Skema itu memungkinkan pemerintah negara bagian mengakses dana penanganan darurat tanpa harus lebih dulu membebani anggaran daerah, sekaligus mempercepat perbaikan jalan, jembatan, dan jaringan utilitas yang rusak akibat luapan air. Indianapolis sebagai kota terbesar Indiana menjadi titik konsentrasi kerusakan karena posisinya persis di jalur Sungai White.
Baca juga: Sungai-Sungai Besar Eropa Susut ke Rekor Terendah Akibat Kekeringan
Aparat setempat menyatakan pencarian terhadap warga yang masih terjebak terus dilakukan. Jumlah korban jiwa berpotensi bertambah selama proses pencarian belum dinyatakan selesai dan permukaan air belum sepenuhnya surut.


















