Hujan Rekor Rendam Chiba Jepang, Sembilan Tewas dan 400.000 Warga Mengungsi

Warga melintasi kawasan yang terendam banjir di Jepang

Warga melintasi kawasan yang terendam banjir di Jepang. [Foto: AFP]

Cekricek.id — Hujan terlebat sejak pencatatan dimulai enam dekade lalu merendam Prefektur Chiba, tetangga timur Tokyo, dan menewaskan sedikitnya sembilan orang. Ribuan pelancong terjebak semalaman di Bandara Internasional Narita, sementara lebih dari 400.000 penduduk sempat dikenai perintah dan imbauan evakuasi tepat pada puncak libur Obon.

Rekor Curah Hujan yang Bertahan Sejak 1966

Badan Meteorologi Jepang atau Japan Meteorological Agency (JMA) mencatat 115 milimeter hujan hanya dalam satu jam di Kota Chiba pada Kamis (13/8/2026) malam. Angka itu mematahkan rekor lama 71 milimeter. Di Kota Sakura, hujan satu jam mencapai 97 milimeter, juga rekor baru untuk kota tersebut. Sepanjang 24 jam, stasiun pengamatan Kota Chiba mencatat 351 milimeter, tertinggi sejak pengukuran di titik itu dimulai pada 1966, melampaui rekor 259,5 milimeter yang bertahan sejak 1996. Di Distrik Midori, akumulasi hujan menembus 450 milimeter hanya dalam enam jam.

Mengutip laporan Associated Press yang dimuat ABC News, Jumat (14/8/2026), pejabat prakiraan JMA Takuya Hosomi berbicara dalam konferensi pers darurat yang disiarkan televisi. Dalam pernyataan berbahasa Inggris itu ia menyebut “unprecedented levels of rainfall were recorded”, bahwa curah hujan yang tercatat berada pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

JMA menaikkan status ke peringatan khusus hujan lebat tingkat lima, kategori tertinggi dalam sistem kebencanaan Jepang, untuk 18 kota dan Kota Nagara. Itu pertama kalinya peringatan setinggi itu dikeluarkan bagi kawasan tersebut. Badan yang sama juga menerbitkan peringatan longsor tingkat lima untuk Kota Chiba dan Ichihara serta informasi banjir untuk delapan sungai. Belakangan JMA resmi menamai peristiwa ini sebagai Hujan Lebat Chiba Agustus 2026, penanda yang hanya diberikan untuk bencana cuaca berskala besar.

Baca juga: Inggris Larang Barbeku Sekali Pakai dan Kerahkan Militer

Korban Terjebak di Dalam Mobil

Korban jiwa tersebar di lima kota. Tiga orang meninggal di Kota Chiba, dua di Sakura, serta masing-masing satu orang di Ichikawa, Kashiwa, dan Yachiyo. Satu orang lagi dinyatakan hilang di Distrik Wakaba, Kota Chiba. Sekitar 30 orang terluka, lima di antaranya dalam kondisi berat.

Mengutip Al Jazeera yang bersumber dari AFP, AP, dan Reuters, Jumat (14/8/2026), sebagian korban ditemukan terjebak di dalam kendaraan yang terendam. Seorang perempuan berusia 66 tahun tewas di dalam mobil yang tergenang di Sakura. Seorang laki-laki ditemukan mengambang di jalan yang terendam di Ichikawa. Gubernur Chiba Toshihito Kumagai menyebut kejadian itu berada di luar pengalamannya selama ini.

“This case was an extremely unusual situation. I have responded to many disasters in the past, but I have never experienced a case like this,” kata Kumagai. Ia menegaskan telah menangani banyak bencana, tetapi belum pernah menghadapi kejadian serupa.

Narita dan Jaringan Kereta Lumpuh

Air merendam gardu induk Soga dan memadamkan listrik di sekitar 68.000 rumah pada puncaknya, sebelum turun menjadi sekitar 23.000 rumah pada Jumat pagi menurut TEPCO Power Grid. Layanan gas terputus di hampir 13.000 rumah tangga. Sebanyak 24 fasilitas kesehatan melaporkan kerusakan akibat genangan atau padamnya aliran listrik.

Pasukan Bela Diri Darat Jepang menurunkan armada bus untuk menjemput sekitar 4.000 orang yang bermalam di Stasiun Soga, jalur yang juga melayani kawasan Tokyo Disney. Pengelola taman hiburan itu tidak melaporkan kerusakan. Ribuan penumpang lain tertahan semalaman di Bandara Internasional Narita karena kereta ke luar kawasan berhenti total. Layanan kereta baru pulih sebagian pada Jumat pagi dengan keterlambatan, sedangkan penerbangan dari dan ke Narita berjalan normal. Ratusan orang berlindung di gedung pemerintah prefektur.

Baca juga: Terumbu Karang Groote Archipelago Dipetakan Ilmuwan, Ungkap Dampak Pemutihan Massal

Ruas Jalan Tol Chiba-Togane ditutup seluruhnya dan Tol Ken-O ditutup sebagian akibat sejumlah longsoran. Pemerintah prefektur belum menetapkan tenggat pembukaan kembali jalan-jalan tersebut.

Pendataan Kerusakan Masih Berjalan

Pada puncak krisis, perintah dan imbauan evakuasi menjangkau lebih dari 400.000 orang di Chiba dan Prefektur Ibaraki. Sebagian besar dicabut bertahap pada Sabtu (15/8/2026) seiring surutnya air. Sekitar 7.359 orang sempat bertahan di 359 titik pengungsian yang tersebar di 39 kota dan desa.

Angka kerusakan bangunan terus berubah. Catatan Badan Manajemen Kebakaran dan Bencana Jepang pada Jumat sore menyebut 85 rumah rusak, terdiri atas satu rumah rusak separuh, 45 rumah terendam di atas permukaan lantai, dan 39 rumah terendam di bawah lantai. Angka itu membengkak pada hari-hari berikutnya. Japan Today, Minggu (16/8/2026), mengutip lembaga penyiaran publik NHK, melaporkan lebih dari 1.000 rumah terendam, hampir 600 di antaranya dengan air melewati lantai, lebih dari 70 rumah rusak sebagian, dan sekitar 1.200 mobil ditinggalkan pemiliknya di jalan. NHK menyebut jumlah korban tewas mencapai 10 orang.

Baca juga: Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 15 Orang

Pipa air pecah di tiga lokasi di Kota Chiba dan memutus pasokan bagi sedikitnya 50 rumah tangga, sehingga truk tangki dikerahkan ke permukiman terdampak. Petugas masih menarik dan memindahkan kendaraan yang ditinggalkan pemiliknya agar jalur logistik dan armada pembersih dapat masuk.

Baca Juga

Petugas kesehatan bekerja di lokasi penanganan wabah Ebola
Kasus Ebola Kongo Tembus 4.665, Africa CDC Desak Vaksinasi Segera
Pesawat tempur melintas di udara
Jet Spanyol Tembak Jatuh Drone di Langit Romania, NATO Duga Milik Rusia
Kendaraan lapis baja dan bendera Korea Selatan serta Amerika Serikat
Korut Ancam Balasan Berlipat Jelang Latihan Militer Korsel-AS
Rombongan berjalan memasuki kompleks Kuil Yasukuni di Tokyo
Menhan Jepang Ziarah ke Kuil Yasukuni, China dan Korsel Protes
Bangunan roboh akibat gempa di Flores, Nusa Tenggara Timur
Gempa M7,7 Guncang Flores NTT, 47 Tewas dan 2.000 Warga Mengungsi
Pandangan udara asap membubung dari lahan yang terbakar di dekat Dunwich Heath, Suffolk
Inggris Larang Barbeku Sekali Pakai dan Kerahkan Militer