Kementerian ATR/BPN Manfaatkan ICI 2025 untuk Percepat Penyelesaian Konflik Pertanahan

Direktur Jenderal PSKP Kementerian ATR/BPN Iljas Tedjo Prijono menyampaikan pentingnya sinergi penanganan konflik pertanahan di ICI 2025

Direktur Jenderal PSKP Kementerian ATR/BPN Iljas Tedjo Prijono menyampaikan pentingnya sinergi penanganan konflik pertanahan di ICI 2025. [Foto: Istimewa]

Cekricek.id, Jakarta - Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) memanfaatkan International Conference on Infrastructure (ICI) 2025 sebagai platform strategis untuk memperkuat koordinasi penanganan konflik pertanahan. Direktur Jenderal Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan (PSKP) Iljas Tedjo Prijono menegaskan pentingnya sinergi lintas kementerian dalam mengatasi permasalahan agraria yang kerap menghambat investasi dan pembangunan nasional.

"Kolaborasi antarinstansi di bawah koordinasi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan dapat menghasilkan penyelesaian permasalahan tanah yang harmonis untuk mendukung pembangunan," ungkap Iljas dalam keterangan resmi yang diterima media, Sabtu (14/6/2025).

Pejabat ATR/BPN tersebut menekankan bahwa kepastian hukum kepemilikan tanah menjadi elemen fundamental dalam proses pengadaan lahan untuk berbagai proyek strategis. Menurutnya, forum ICI 2025 memberikan kesempatan berharga bagi kementerian untuk merancang strategi kolaboratif yang lebih efektif.

"Forum ini sangat kami apresiasi karena inisiatif Kemenko IPK menciptakan ruang diskusi konstruktif. Keterlibatan kolektif seluruh kementerian akan mempercepat penyelesaian konflik pertanahan yang masih menjadi kendala di lapangan," paparnya.

Iljas menjelaskan bahwa koordinasi terpadu mampu mengakselerasi proses harmonisasi regulasi dan aspek teknis pengelolaan lahan. Pendekatan integratif ini diharapkan dapat mengurangi hambatan birokratis yang selama ini mempersulit proses pembangunan infrastruktur dan investasi.

Dirjen PSKP mengakui bahwa pengadaan lahan untuk kepentingan publik, sektor investasi, dan program transmigrasi masih menghadapi berbagai tantangan hukum. Kondisi ini mendorong perlunya pendekatan yang lebih holistik dan berkeadilan, melibatkan tidak hanya ATR/BPN namun juga instansi terkait lainnya.

"Saat ini telah terbangun sinergi yang positif. Keberadaan Kantor Menko yang membawahkan beberapa kementerian menjadi wujud konkret kolaborasi untuk menyelesaikan permasalahan pertanahan yang kompleks," jelasnya.

Iljas menyampaikan bahwa upaya penyelesaian sengketa lahan bertujuan menciptakan iklim investasi yang kondusif sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperbaiki tata kelola pertanahan nasional.

Direktur Jenderal PSKP berharap momentum sinergi yang terbangun melalui ICI 2025 dapat berlanjut hingga tingkat implementasi di daerah. Dengan demikian, penanganan konflik pertanahan dapat berjalan lebih sistematis dan berkelanjutan untuk mendukung pembangunan nasional.

Baca Juga

Ilustrasi hamparan lahan pertanian dilihat dari udara
1.476 Akademisi Diminta Petakan Persoalan Tanah di 53 Kawasan Transmigrasi
Reforma Agraria: Kementerian ATR/BPN Rancang Deklarasi GTRA Summit Karimun 2023
Reforma Agraria: Kementerian ATR/BPN Rancang Deklarasi GTRA Summit Karimun 2023
Jendela berjeruji besi di dinding gelap
Pasangan Warga Inggris Akhiri Mogok Makan 93 Hari di Penjara Evin Iran
Buku terbuka dilalap api
Delapan Juta Buku Ludes di Kharkiv, Penerbitan Ukraina Terhuyung
Suasana perkemahan dengan tenda di alam terbuka
32 Pramuka Padang Panjang ke Jamnas XII, Kwarda Sumbar Usul Prestasi Jadi Jalur Kuliah
Kerumunan peserta unjuk rasa memenuhi ruas jalan kota
Mahasiswa Jharkhand Disemprot Meriam Air, Tuntut Pembatalan Ujian Rekrutmen