Delapan Juta Buku Ludes di Kharkiv, Penerbitan Ukraina Terhuyung

Buku terbuka dilalap api

Ilustrasi buku terbakar. [Foto: Pexels/Pattvielma]

Cekricek.id — Sekitar delapan juta buku ludes terbakar setelah serangan drone Rusia menghantam gudang penerbit Ranok di Kharkiv, Ukraina, pada 1 Agustus. Serangan itu disebut sebagai pukulan terberat bagi sektor penerbitan Ukraina sepanjang empat tahun perang.

Baca juga: Drone Ukraina Serang Kota Kilang Minyak Nizhnekamsk, Otoritas Rusia Sebut 12 Tewas

“Pemandangan buku-buku terbakar itu mengerikan,” kata Viktor Kruhlov, Direktur penerbit Ranok, mengutip Arab News yang bersumber dari Reuters, Senin (10/8/2026). Ia menilai gudangnya bukan korban sasaran nyasar. “Ini serangan yang direncanakan secara sengaja terhadap gudang buku,” ujarnya.

Ranok termasuk penerbit buku anak terbesar di Ukraina dan memproduksi sekitar sepertiga buku pelajaran sekolah di negara itu. Kerusakan tidak berhenti di Kharkiv. Para penerbit melaporkan lebih dari sepuluh juta buku musnah dalam rangkaian serangan ke gudang buku beberapa bulan terakhir.

Buku, Bahasa, dan Ingatan

Menteri Pendidikan Ukraina Andrii Butenko menyebut rangkaian serangan itu sebagai upaya menghancurkan “bahasa Ukraina, sejarah dan ingatan, semua yang darinya identitas anak-anak kami tumbuh”.

Penerbit lain mengalami hal serupa. Yevhen Shyrynos, Pemimpin Redaksi penerbit BookChef, kehilangan sekitar 800.000 buku dalam serangan ke Kyiv pada 2 Juli, ditambah 100.000 buku lagi pada serangan susulan.

Baca juga: Serangan Rudal Rusia Hantam Ukraina, Seorang Bocah Laki-laki Tewas

“Ada tanda-tanda krisis di pasar. Kami belum tahu bagaimana situasi ini akan berkembang,” kata Shyrynos. Menurut dia, persoalannya melampaui satu sektor. “Sejatinya, semua sektor kami akan stagnan dan menurun sampai perang berakhir,” ujarnya.

Pemulihan tidak bisa cepat. Memproduksi buku memakan waktu enam hingga 18 bulan, sementara ongkos cetak naik sekitar 40 persen dalam dua tahun terakhir dan daya beli pembaca menyusut.

Kerusakan pada gudang berbeda dari kerusakan pada mesin cetak. Buku yang telah dicetak dan disimpan mewakili biaya yang sudah dikeluarkan penerbit, sehingga kehilangannya langsung menjadi kerugian penuh sebelum satu eksemplar pun terjual.

Perang Ketahanan

Keluaran ekonomi Ukraina kini sekitar 215 miliar dolar AS per tahun, kira-kira 20 persen di bawah tingkat sebelum invasi. Center for Economic Strategy yang berbasis di Kyiv memangkas proyeksi pertumbuhan 2026 menjadi 1,1 persen dari perkiraan sebelumnya 2,4 persen; pertumbuhan pada 2025 tercatat 1,8 persen.

Belanja pertahanan menyerap 60 persen pengeluaran negara, dan sektor pertahanan menyumbang sekitar 1,4 poin persentase pada pertumbuhan ekonomi. Sektor pertanian, andalan ekspor Ukraina, terancam kehilangan antara 1,5 miliar dan 3 miliar dolar AS akibat serangan ke infrastruktur pelabuhan di Laut Hitam.

Olga Pindyuk dari Vienna Institute for International Economic Studies menyebut situasi itu sebagai adu daya tahan. “Pada dasarnya ini perjuangan untuk bertahan hidup, siapa yang paling lama sanggup bertahan,” katanya.

Tekanan tersebut terasa sampai ke meja pelaku usaha. Danylo Hetmantsev, Ketua Komite Perpajakan Parlemen Ukraina, menuturkan keluhan yang ia terima kini menyerupai masa awal invasi. “Saya bertemu pelaku usaha setiap hari, dan belum pernah ada keputusasaan atas kerugian seperti ini sejak 2022,” ujarnya.

Baca juga: Senat AS Sahkan Sanksi Besar atas Energi Rusia

Bagi BookChef, kehilangan itu terjadi dua kali dalam waktu berdekatan dan menimpa stok yang sudah siap diedarkan. Pola serangan berulang ke gudang buku itulah yang membuat para penerbit berbicara tentang krisis pasar, bukan sekadar kerugian satu perusahaan.

Baca Juga

Kerumunan peserta unjuk rasa memenuhi ruas jalan kota
Mahasiswa Jharkhand Disemprot Meriam Air, Tuntut Pembatalan Ujian Rekrutmen
Deretan rak server di dalam pusat data
Jepang Timbang Pakai AI Mutakhir untuk Tangkal Serangan Siber Berbasis AI
Perahu kayu melaju sendirian di perairan luas
Myanmar Siap Terima 5.000 Pengungsi Lewat Laut, Malaysia Persoalkan Keselamatan
Terumbu karang berwarna-warni di dasar laut
Ilmuwan KAUST: Karang Bisa Dilatih Melawan Penyakit Sebelum Wabah Datang
Asap dan api membakar kawasan hutan
Kebakaran Hutan British Columbia Menelan Korban Jiwa, 20 Ribu Warga Diperintahkan Mengungsi
Deretan bendera berkibar di depan kantor PBB Jenewa
Negarawan Uganda Olara Otunnu Masuk Bursa Sekjen PBB Pengganti Guterres