Cekricek.id — Pasangan warga negara Inggris Lindsay dan Craig Foreman mengakhiri mogok makan yang mereka jalani hampir tiga bulan di penjara Iran. Craig berpuasa selama 93 hari dan Lindsay 84 hari sejak aksi itu dimulai pada Mei, menurut keterangan keluarga.
Baca juga: Iran Rombak Pucuk Keamanan di Tengah Perundingan Selat Hormuz
Keduanya berusia awal 50-an dan ditahan pada Januari 2025 ketika melintasi wilayah Iran bagian tengah dalam perjalanan keliling dunia menggunakan sepeda motor. Pada Februari 2026, masing-masing divonis hukuman penjara sepuluh tahun atas tuduhan spionase yang mereka bantah. Craig menerima tambahan hukuman dua tahun karena berhubungan dengan media.
Lima Hari Terakhir Diubah Bentuknya
Keluarga menyatakan keduanya memilih menghentikan aksi setelah hampir tiga bulan berprotes, dan mengubah lima hari terakhir mogok makan itu menjadi puasa untuk kebaikan. Menurut keluarga, perubahan tersebut dimaksudkan supaya aksi itu menjadi sesuatu yang konstruktif dan kolektif, tidak hanya menyorot penahanan mereka berdua melainkan juga hak dan kemanusiaan orang-orang lain yang dipenjara di Iran.
Joe Bennett, putra Lindsay Foreman, menyatakan perhatian keluarga kini tertuju pada kesehatan dan kesejahteraan keduanya serta pada upaya membebaskan mereka setelah lebih dari 18 bulan ditahan.
Baca juga: Hasto Kristiyanto Divonis 3,5 Tahun Penjara karena Suap Terkait Kasus Harun Masiku
Kedutaan Ditutup, Pendampingan Menjauh
Upaya itu bertambah sulit karena saluran diplomatik di Teheran menyusut. “Hal ini menjadi jauh lebih sulit belakangan karena Kedutaan Besar Inggris kembali ditutup pada 22 Juli dan kini beroperasi dari jarak jauh,” kata Bennett, dikutip dari Arab News, Senin (10/8/2026).
Penutupan kedutaan berarti pendampingan konsuler bagi warga negara Inggris yang sedang ditahan di Iran terpaksa dijalankan tanpa kehadiran pejabat secara fisik di negara tersebut. Bagi keluarga tahanan, jarak itu memengaruhi kecepatan memperoleh kabar dan memantau kondisi kesehatan orang yang mereka perjuangkan.
Rentetan peristiwanya berjalan lebih dari satu setengah tahun. Keduanya ditangkap pada Januari 2025, menjalani proses hukum yang berujung pada vonis Februari 2026, lalu memulai mogok makan terakhir mereka pada Mei tahun ini. Aksi itu berakhir pada Senin, setelah Craig menjalaninya selama 93 hari dan Lindsay 84 hari.
Selama rentang tersebut, keluarga di Inggris menjadi pihak yang menyampaikan perkembangan kondisi keduanya kepada publik. Keterangan mengenai berakhirnya mogok makan pun datang dari keluarga, bukan dari otoritas penjara.
Kondisi di Penjara Evin
Pasangan tersebut berulang kali menyampaikan keluhan mengenai kondisi penahanan di Penjara Evin di bagian utara Teheran. Keduanya menggambarkan tempat itu sesak dan tidak higienis. Evin selama ini menampung tahanan berkasus politik dan warga negara asing.
Baca juga: Inggris Kerahkan Jet Tempur ke Timur Tengah Dukung Israel
Tuduhan spionase yang dijatuhkan kepada keduanya dibantah sejak awal. Perjalanan sepeda motor yang mereka tempuh ketika ditangkap merupakan bagian dari rencana keliling dunia, bukan penugasan, menurut keterangan pihak keluarga yang berulang kali disampaikan sejak penahanan pada Januari tahun lalu.
Keluarga menyatakan akan terus menyuarakan kasus itu selama keduanya masih berada di dalam tahanan Iran.




















