Ribuan Warga Pariaman Ikuti Minggu Bebas Emisi dan Jalan Sehat

Ilustrasi pawai budaya dengan busana tradisional.

Ilustrasi pawai budaya dengan busana tradisional. [Foto: Pexels]

Cekricek.id — Halaman Kantor Balaikota Pariaman dipadati ribuan warga pada Minggu (16/8/2026) dalam kegiatan Minggu Bebas Emisi dan jalan sehat yang digelar Pemerintah Kota Pariaman untuk memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan dibuka Wali Kota Pariaman Yota Balad dan dimulai dengan senam bersama.

Dikutip dari laman resmi Pemerintah Kota Pariaman, pariamankota.go.id, Minggu (16/8/2026), wali kota menempatkan gerakan tersebut sebagai program kesehatan warga, bukan sekadar acara hiburan hari besar. “Kami ingin masyarakat Kota Pariaman sehat semua dengan adanya gerakan bebas emisi ini,” kata Yota Balad.

Rute Menembus Permukiman Kota

Peserta jalan sehat dilepas dari halaman Balaikota, kemudian melintasi Simpang LLAJ, Kelurahan Taratak, Simpang Pabrik Es, kawasan Jawi-Jawi II, dan Simpang Gelombang, sebelum kembali ke titik awal. Rute itu menembus permukiman warga, sehingga penutupan sementara ruas jalan pada pagi hari menjadi bagian dari konsep hari bebas emisi yang diusung.

Baca juga: KUA-PPAS Sawahlunto 2026-2027 Disepakati, Defisit Tembus 10,6 Persen

Yota Balad menyebut tiga sasaran kegiatan sekaligus: menjaga kesehatan masyarakat, menguatkan rasa kebangsaan pada bulan kemerdekaan, dan mempererat hubungan antarwarga. Penggabungan ketiga hal itu membuat acara olahraga pagi berfungsi ganda pada pekan peringatan HUT ke-81 RI.

Pilihan rute yang berujung kembali ke Balaikota juga memudahkan pengaturan peserta dan pembagian hadiah di satu titik. Warga yang tidak mengikuti jalan sehat tetap bisa bergabung pada sesi senam bersama di halaman kantor wali kota sebelum peserta dilepas.

Pedagang Kecil Ikut Menikmati Keramaian

Pemerintah kota memberi kesempatan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk berjualan di sepanjang jalan di depan Balaikota Pariaman selama kegiatan berlangsung. Skema itu mengalirkan keramaian jalan sehat langsung ke lapak pedagang, tanpa perlu insentif tambahan dari anggaran daerah.

Baca juga: Putus Diterjang Banjir Bandang, Jembatan Garuda Pessel Berfungsi Lagi

Yota Balad menyatakan kegiatan semacam ini berpeluang dijadikan agenda rutin, dengan pertimbangan manfaat bagi pedagang setempat. Bila benar dirutinkan, Minggu Bebas Emisi akan menjadi kanal berulang bagi UMKM Pariaman untuk mendapat pembeli tanpa harus menunggu momentum hari besar.

Hadiah Utama dan Deretan Pejabat

Acara ditutup dengan pembagian hadiah bagi peserta yang beruntung. Panitia menyiapkan emas, televisi, kulkas, kipas angin, sepeda listrik, sepeda gunung, hingga mesin cuci, di samping hadiah hiburan lainnya. Deretan hadiah itu menjadi salah satu penarik utama tingginya jumlah peserta.

Kegiatan diikuti Ketua Komisi Pemilihan Umum Kota Pariaman, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, staf ahli, asisten, kepala organisasi perangkat daerah, camat, lurah, dan kepala desa. Aparatur sipil negara, pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja, serta tenaga honorer di lingkungan Pemerintah Kota Pariaman turut bergabung di barisan peserta.

Baca juga: Bupati Safni Lantik Camat Guguak Baru, LKAM dan Bundo Kanduang Dikukuhkan

Minggu Bebas Emisi dan jalan sehat menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 RI di Kota Pariaman, yang pada hari yang sama juga diisi pengukuhan 36 anggota Paskibraka di Aula Balaikota sebelum upacara pengibaran bendera digelar pada Senin (17/8/2026).

Baca Juga

Ilustrasi dokter anak memeriksa bayi didampingi ibunya.
Separuh Perempuan Muda Tanya Chatbot AI soal Menyusui
Ilustrasi sekelompok mahasiswa di lingkungan kampus.
Kemenpora Siapkan Sertifikasi Pelatih Olahraga Disabilitas
Ilustrasi pelajar mengikuti upacara pengibaran bendera.
Wali Kota Pariaman Kukuhkan 36 Paskibraka HUT ke-81 RI
Ilustrasi barisan berseragam putih dalam prosesi upacara.
KRI Teluk Kendari-518 Lepas Sandar Usai Semarakkan HJK Padang
Ilustrasi upacara pengibaran bendera oleh petugas berseragam.
Fadly Amran Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Kota Padang
Ilustrasi bangunan rumah sakit bergaya Indis di tepi jalan lengang
Stasiun 819 Meter, Alasan Rumah Sakit Petronella Dibangun di Pinggir Kota