Cekricek.id — Kapal perang KRI Teluk Kendari-518 dilepas dari Dermaga IV Pelabuhan Teluk Bayur, Kota Padang, pada Minggu (16/8/2026), menutup sepuluh hari masa sandar yang dijadikan bagian dari rangkaian Hari Jadi Kota Padang ke-357. Wali Kota Padang Fadly Amran hadir dalam pelepasan tersebut.
Dikutip dari laman resmi Pemerintah Kota Padang, padang.go.id, Minggu (16/8/2026), kapal itu bersandar sejak 6 Agustus 2026 dan selama periode tersebut dibuka bagi warga yang ingin naik ke geladak, melihat isi kapal, dan berbincang langsung dengan personel TNI Angkatan Laut.
Sepuluh Hari Dibuka untuk Warga
Fadly Amran menyebut kehadiran kapal perang di pelabuhan utama Sumatera Barat itu memberi warna berbeda bagi perayaan hari jadi kota. “Alhamdulillah, kehadiran KRI Teluk Kendari semakin menambah semarak perayaan HJK Padang ke-357,” kata Fadly Amran.
Baca juga: Baru 33 Persen Warga Padang Daftar Portal Perlinsos
Menurut wali kota, antusiasme pengunjung terlihat sepanjang masa sandar. “Warga maupun tamu yang datang ke Kota Padang sangat antusias mengunjungi KRI Teluk Kendari untuk menyaksikan kemegahannya,” tuturnya. Ia menekankan agenda itu tidak diposisikan sebagai hiburan semata, melainkan sarana edukasi untuk mengenalkan sejarah dan potensi maritim Kota Padang kepada warganya sendiri.
Selama kapal terbuka, pengunjung dapat menaiki geladak, menyaksikan bagian dalam kapal, dan berdialog dengan awak mengenai tugas serta kemampuan pertahanan laut. Format kunjungan seperti ini jarang tersedia di Padang, sehingga membuka akses langsung warga pada perangkat pertahanan yang biasanya hanya dikenal lewat gambar.
Kapal Angkut Pasukan yang Juga Disiapkan untuk Bencana
Komandan KRI Teluk Kendari-518, Letkol Laut (P) Fanny Gunawan Siregar, menjelaskan jenis dan fungsi kapal yang ia pimpin. “KRI Teluk Kendari-518 merupakan kapal perang jenis Landing Ship Tank (LST) yang dirancang untuk mengangkut pasukan,” jelasnya.
Baca juga: Longsor 17 Titik di Padang Pariaman, 14 Sudah Dibersihkan
Selain tugas operasi militer, kapal berpenumpang 117 personel itu disiapkan untuk misi kemanusiaan, tanggap darurat bencana, serta distribusi logistik ke daerah terpencil. Fungsi terakhir punya arti khusus bagi Sumatera Barat, provinsi dengan garis pantai panjang, gugusan pulau di Kepulauan Mentawai, dan riwayat bencana yang membuat jalur laut sering menjadi satu-satunya akses ketika jalan darat terputus.
Menumbuhkan Kecintaan pada Dunia Kemaritiman
Laksamana Muda TNI Sarimpunan Tanjung menyatakan kunjungan kapal punya sasaran yang lebih jauh daripada memamerkan kekuatan armada. “Kehadiran kapal ini juga bertujuan mempererat hubungan TNI AL dengan masyarakat, sekaligus menumbuhkan kecintaan masyarakat khususnya generasi muda terhadap dunia kemaritiman,” sebutnya.
Sasaran itu diarahkan pada generasi muda kota yang tumbuh di daerah pesisir namun belum tentu punya gambaran utuh soal peran laut bagi daerahnya. Selama sepuluh hari, kapal berfungsi sebagai ruang belajar terbuka mengenai pertahanan laut dan logistik kelautan.
Baca juga: KUA-PPAS Sawahlunto 2026-2027 Disepakati, Defisit Tembus 10,6 Persen
Agenda pelepasan bersinggungan dengan tema Hari Jadi Kota Padang ke-357, “Taste of Padang Experience: Road to Gastronomy City”, yang menempatkan Padang sebagai kota pelabuhan terbuka. Teluk Bayur, tempat kapal bersandar dan dilepas, adalah simpul yang membuat klaim itu punya dasar historis, jauh sebelum kota ini dipromosikan lewat kulinernya.















