- Jose Mourinho menjadi pelatih Real Madrid ketiga yang tak terkalahkan dalam enam Clasico beruntun.
- Mourinho menyebut Real Madrid bermain untuk menjuarai La Liga, bukan sekadar menang di Camp Nou.
- Hansi Flick mengakui Barcelona kehilangan kesegaran.
Cekricek.id — Pelatih Real Madrid Jose Mourinho menjadi pelatih ketiga dalam sejarah klub yang tak terkalahkan dalam enam El Clasico beruntun, setelah timnya menang 2-1 di Camp Nou, Minggu (25/10/2026) waktu setempat. Ia menyamai catatan Miguel Munoz (1962–1965) dan Vicente del Bosque (2001–2003).
Catatan itu terdiri atas empat kemenangan dan dua hasil imbang, sementara laga ini menjadi Clasico pertamanya bersama Madrid dalam 13 tahun, demikian laporan BBC Sport. “Menurut saya, Real Madrid tidak bermain untuk menang di Camp Nou, Real Madrid bermain untuk menjuarai La Liga,” kata Mourinho. “Kami bisa menang karena keberuntungan, tetapi kami menang dengan tenang dan sepenuhnya layak,” tambahnya.
Mourinho memberikan pujian kepada para pemainnya. “Pujian untuk para pemain. Saat menang, pujian untuk para pemain. Tetapi saat kalah, kesalahan ditimpakan kepada Anda. Itulah sebabnya kita melihat pelatih dipecat dari posisinya setiap pekan,” ujarnya.
Pelatih Barcelona Hansi Flick mengakui timnya kehabisan tenaga. “Kami kehilangan kesegaran. Ini tidak mudah bagi para pemain kami. Kami harus pulih dengan baik, berlatih dengan baik, dan kami harus merespons kekalahan ini,” katanya. Real Madrid kini hanya terpaut tiga poin dari Barcelona.
Baca juga: Mbappe Dwigol, Real Madrid Kalahkan Barcelona 2-1 di Camp Nou
Baca juga: El Clasico, Mourinho Bertekad Hentikan Rekor Barcelona
Baca juga: Bournemouth Hajar Manchester United 3-0, Kursi Carrick Terancam















