- Aleksandar Vucic mengakui kekalahan dari gerakan mahasiswa Student List dalam pemilu parlemen Serbia.
- Student List diperkirakan meraih 135 hingga 140 kursi, sementara daftar Vucic 105 kursi.
- Partisipasi pemilih mencapai 64,9 persen, tertinggi sejak bubarnya Yugoslavia pada 1992.
Cekricek.id — Pemimpin lama Serbia Aleksandar Vucic mengakui kekalahan dari gerakan yang dipimpin mahasiswa dalam pemilu Serbia, dengan menyebut kelompok oposisi itu akan meraih mayoritas kursi parlemen.
Berdasarkan sampel suara, Vucic mengatakan pada Minggu bahwa Student List diperkirakan meraih 135 hingga 140 dari 250 kursi parlemen, sementara daftarnya sendiri 105 kursi, sebagaimana diberitakan Al Jazeera, Minggu (25/10/2026). Mayoritas untuk membentuk pemerintahan membutuhkan 126 kursi.
“Jelas bahwa kami kalah dalam pemilu ini,” kata Vucic, meski hasil akhir belum tersedia.
“Hasil awal menunjukkan mahasiswa unggul meyakinkan di hampir semua tempat pemungutan suara,” kata kandidat parlemen Student List Radomir Saicic di markas pemenangan gerakan itu. “Mahasiswa menang, dan bersama mereka juga harapan bahwa Serbia bisa menjadi negara yang adil, bebas, dan bermartabat.”
Komisi Pemilihan Negara mencatat partisipasi pemilih mencapai 64,9 persen pukul 18.00, tertinggi sejak bubarnya Yugoslavia pada 1992. Partai Progresif Serbia (SNS) pimpinan Vucic telah berkuasa sejak 2012.
Perayaan pecah di seluruh Serbia, dengan kembang api menyala sesaat setelah Vucic mengakui kekalahan. Puluhan ribu orang memadati jalan utama Beograd sambil membunyikan klakson dan meneriakkan “Aleksandar sudah pergi.”
Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen memberi selamat kepada Student List. “Kami siap mendukung reformasi supremasi hukum, kebebasan media, pemberantasan korupsi, dan institusi demokrasi yang kuat, serta bekerja sama memajukan masa depan Serbia di Uni Eropa,” tulisnya di X.
Pemungutan suara diwarnai laporan intimidasi dan masalah prosedur. Lembaga pemantau independen CRTA mencatat tekanan terhadap pemilih atau petugas di hampir sepertiga dari 500 tempat pemungutan suara yang dipantaunya.
Gerakan itu lahir dari protes yang dipicu runtuhnya kanopi stasiun kereta di Novi Sad pada November 2024 yang menewaskan 16 orang. Vucic mundur sebagai presiden pada September untuk mencalonkan diri sebagai perdana menteri.















