Tujuh Tewas di Gaza, Israel Serang Kampus Universitas Islam

A A

Pelayat mengusung jenazah salah satu dari tiga warga Palestina yang tewas dalam serangan Israel ke gedung Universitas Islam, di Kota Gaza, 25 Oktober 2026. [Foto: AFP via Al Jazeera]

  • Tiga petugas keamanan tewas dalam serangan udara Israel ke kampus Universitas Islam di Kota Gaza.
  • Tujuh mahasiswi terluka akibat serpihan dalam serangan drone sebelumnya ke kampus yang sama.
  • UNESCO mencatat hampir 95 persen kampus pendidikan tinggi di Gaza hancur atau rusak sejak Oktober 2023.

Cekricek.id — Sedikitnya tujuh warga Palestina tewas akibat serangan Israel di berbagai wilayah Gaza, termasuk serangan ke kampus Universitas Islam di Kota Gaza.

Tiga petugas keamanan tewas dalam serangan udara Israel ke kampus Universitas Islam pada Minggu, serangan kedua yang menyasar institusi itu dalam beberapa jam, sebagaimana diberitakan Al Jazeera, Minggu (25/10/2026). Dalam serangan drone sebelumnya, tujuh mahasiswi terluka akibat serpihan.

“Dampaknya sangat besar,” kata koresponden Al Jazeera Hani Mahmoud yang melapor dari lokasi segera setelah serangan. Menurut Mahmoud, tim Al Jazeera baru selesai merekam di lokasi dan sempat menyapa ketiga petugas keamanan itu sebelum serangan menewaskan mereka.

“Kami bisa mendengar desisan serpihan yang beterbangan di mana-mana, sampai kami mengira akan ikut terkena,” ujarnya. Salah satu mahasiswi yang terluka dalam serangan drone sebelumnya mengalami luka serius dan dipindahkan ke rumah sakit lapangan.

Di Gaza selatan, Kompleks Medis Nasser melaporkan dua orang tewas akibat tembakan artileri Israel di al-Mawasi, Khan Younis. Satu orang tewas dalam serangan drone di timur Deir el-Balah, dan satu lainnya tewas dalam serangan di Jalan al-Rashid dekat Rumah Sakit Hamad di Gaza utara, menurut kantor berita Palestina Wafa.

Menurut UNESCO, hampir 95 persen kampus pendidikan tinggi di Gaza telah hancur atau rusak sejak perang dimulai pada Oktober 2023. Mahmoud menyebut sebagian besar gedung Universitas Islam sudah hancur sebelum serangan Minggu. “Hanya beberapa gedung yang masih berdiri sebagian,” katanya.

Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mencatat sedikitnya 1.551 orang tewas dan 5.573 terluka sejak “gencatan senjata” dimulai pada Oktober 2025. Total korban tewas sejak Oktober 2023 mencapai 74.544 orang, dengan sedikitnya 175.692 terluka.

Israel juga terus menguasai lebih banyak wilayah di Jalur Gaza, dengan hampir dua pertiga Gaza kini berada di bawah kendali atau pembatasan militer Israel. Warga Palestina menghadapi krisis pangan yang kian parah akibat penutupan perlintasan oleh Israel dan berkurangnya pendanaan bantuan internasional.

Bagikan

Baca Juga

Burnham Buka Wacana Inggris Kembali ke Kebebasan Bergerak UE
Militer AS Disebut Siapkan Rencana Serangan Baru ke Iran
Iran Perluas Kampanye Janfada, Latih Warga Sipil Pegang Senjata
Israel Tutup Semua Perlintasan Tepi Barat pada Hari Pemilu
Pemilu Serbia Digelar, Vucic Hadapi Tantangan Gerakan Mahasiswa
Arab Saudi Cegat Rudal dan Drone Houthi yang Menyasar Riyadh