Iran Perluas Kampanye Janfada, Latih Warga Sipil Pegang Senjata

A A

Dok. Relawan perempuan Iran mengikuti pelatihan militer bagi warga sipil di Lapangan Imam Hussein, Teheran, 4 Oktober 2026. [Foto: Majid Asgaripour/WANA via Reuters/Al Jazeera]

  • Iran memperluas kampanye Janfada yang melatih warga sipil menggunakan senjata di banyak kota.
  • Pemerintah mengklaim 33 juta warga mendaftar, tetapi aktivis menemukan kurang dari empat juta pendaftar.
  • Milisi Basij juga mendaftarkan pelajar sebagai Janfada dan berencana menggelar mobilisasi yang melibatkan anak-anak.

Cekricek.id — Otoritas Iran memperluas kampanye untuk mempersenjatai dan melatih warga sipil sebagai relawan Janfada bagi aparat keamanan negara, di tengah kekhawatiran bahwa perang dengan Amerika Serikat dan Israel bisa segera kembali pecah.

Kampanye mobilisasi bernama Janfada, atau “mereka yang mengorbankan nyawanya,” diluncurkan pada akhir Maret saat puncak perang dan kini menyebar ke banyak wilayah, sebagaimana diberitakan Al Jazeera, Minggu (25/10/2026). Kampanye itu menyasar relawan laki-laki dan perempuan, dengan fokus pada anak muda tetapi terbuka bagi semua usia.

Di berbagai stan dan pos di jalan, perwakilan milisi Basij dari Garda Revolusi Islam (IRGC) dan lembaga negara lain memberikan pelatihan menggunakan senjata untuk membela pemerintah dan nilai-nilai “revolusioner.” Acara dan latihan bersenjata digelar di Teheran, Isfahan, Zanjan, Shiraz, Kerman, Mashhad, Bojnord, Ahvaz, dan kota lain.

Wakil bidang pelatihan Basij Ali Kowsari mengumumkan IRGC ingin memakai setidaknya 14 lapangan utama di Teheran sebagai pos pelatihan dan perlengkapan relawan Janfada, dengan target satu hingga tiga lapangan di ibu kota setiap provinsi.

Pemerintah mengklaim 33 juta warga Iran telah mendaftar lewat situs kampanye itu tanpa memberikan bukti. Awal tahun ini, aktivis di luar negeri mengakses kode sumber situs tersebut dan menemukan kurang dari empat juta orang yang terdaftar.

“Tujuannya adalah menunjukkan bahwa, sebagaimana pemerintah mendukung rakyat, rakyat juga mendukung Republik Islam dan revolusi Islam,” kata Komandan IRGC Provinsi Lorestan Nematollah Bagheri.

Anak-anak menjadi fokus utama kampanye. Menteri Pendidikan Alireza Kazemi mengatakan milisi Basij mendaftarkan “Janfada pelajar” dan berencana menggelar lebih banyak mobilisasi dan upacara yang melibatkan anak-anak dalam beberapa pekan mendatang.

Pemerintah juga meminta para pendaftar membantu meringankan tekanan perang, blokade laut, dan sanksi AS dengan menghemat bahan bakar, listrik, dan sumber daya lain. Sejumlah kelompok HAM Iran di luar negeri menyebut mobilisasi bersenjata itu kampanye “intimidasi” beberapa bulan setelah protes nasional Januari, ketika ribuan warga sipil tewas.

Profesor pemerintahan di Georgetown University di Qatar Mehran Kamrava mengatakan perang AS-Israel melawan Iran “membuka peluang lain bagi unsur-unsur yang lebih revolusioner” di Iran.

“Revolusi itu seperti mengendarai sepeda. Agar tidak jatuh, Anda harus mengayuh dengan keras. Dan inilah yang coba dilakukan Janfada dan para pemimpinnya, agar tetap relevan,” ujar Kamrava.

Bagikan

Baca Juga

Israel Tutup Semua Perlintasan Tepi Barat pada Hari Pemilu
Pemilu Serbia Digelar, Vucic Hadapi Tantangan Gerakan Mahasiswa
Arab Saudi Cegat Rudal dan Drone Houthi yang Menyasar Riyadh
Balita Nepal Lebih Sering Diare bila Ibunya Mengalami Kekerasan
Penyakit Tak Menular Paling Banyak Merenggut Imigran di Mashhad
Laba Bank Sentral ASEAN Baru Meredam Inflasi Bila Independen