- Angkatan bersenjata Iran menyatakan siap menembaki kapal perang AS yang mendekati perairannya.
- Trump menyebut militer AS mungkin kembali melancarkan serangan seperti Epic Fury terhadap Iran.
- Presiden Masoud Pezeshkian menyalahkan AS atas runtuhnya kesepakatan sementara, tetapi menyerukan kedua pihak kembali berunding.
- Harga minyak Brent naik ke level tertinggi sejak April, sekitar 117 dolar AS per barel.
Cekricek.id — Angkatan bersenjata Iran menyatakan siap menembaki kapal perang AS, sementara Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington masih menimbang serangan baru atau melanjutkan tekanan terhadap Iran.
Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran Ali Abdollahi menyatakan Angkatan Laut AS tidak mampu kembali memasuki perairan Iran atau sekitarnya karena Iran sanggup menyasar kapal apa pun di kawasan itu, sebagaimana diberitakan Al Jazeera, Sabtu (24/10/2026).
“Presiden AS hanya bisa memimpikan tentara dan militernya kembali memasuki Teluk Persia. Mereka akan membawa keinginan ini ke liang kubur untuk selamanya,” kata Abdollahi dalam pernyataan yang disiarkan media pemerintah pada Sabtu pagi.
Menurut Abdollahi, klaim AS bahwa kemampuan militer Iran sebagian besar telah dihancurkan terbantahkan oleh keengganan AS mendekatkan kapal induk dan kapal pendukungnya ke wilayah Iran.
Trump mengatakan kepada pendukungnya dalam kampanye di Florida pada Jumat bahwa militer AS “mungkin akan melakukan Epic Fury lagi,” merujuk pada kampanye pengeboman besar terhadap Iran di awal perang.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyalahkan Washington atas runtuhnya kesepakatan sementara untuk mengakhiri perang, tetapi menyerukan kedua pihak kembali ke kesepakatan itu dan “menuntaskannya.” Garda Revolusi Islam (IRGC) memperingatkan bahwa serangan terbatas pun akan memicu balasan “beberapa kali lebih besar.”
Juru bicara pemerintah Iran Fatemeh Mohajerani mengatakan Teheran tidak akan “menunggu izin untuk membela diri.” “Posisi kami jelas: kami tidak lari dari dialog untuk perdamaian, dan kami tidak ragu membela negara. Mereka yang berilusi menghancurkan Iran harus memperbaiki perhitungannya,” tulisnya.
Serangan terhadap kapal di dan sekitar Selat Hormuz terus berlanjut. IRGC menyebut tujuh kapal tanker diserang atau terkena ranjau pada malam menjelang Kamis, lalu mengklaim dua kapal supertanker menabrak ranjau pada Jumat. Bersama meningkatnya peluang perang kembali, hal itu mendorong harga minyak Brent ke level tertinggi sejak April, sekitar 117 dolar AS per barel.
Di Istanbul, menteri luar negeri delapan negara memperingatkan AS agar tidak kembali menyerang Iran. Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang menghadapi pemilu pada 27 Oktober, menegaskan kembali keinginannya menggulingkan pemerintah Iran.















