- Sony akan menghentikan produksi cakram gim fisik PlayStation pada Januari 2028.
- Ken Kutaragi memahami kekecewaan gamer yang menganggap cakram sebagai bukti kepemilikan.
- Menurut Kutaragi, mempertahankan cakram fisik tak lagi masuk akal secara ekonomi.
- Mantan bos PlayStation lain, Shawn Layden, justru mengkritik keputusan tersebut.
Cekricek.id — Ken Kutaragi, sosok yang dijuluki Bapak PlayStation, angkat bicara soal keputusan Sony menghentikan produksi cakram gim fisik. Ia memahami kekecewaan para gamer, tetapi menilai langkah itu masuk akal.
Melansir laporan PlayStation Universe yang mengutip wawancara Video Games Chronicle (VGC), Sabtu (24/10/2026), Kutaragi menyampaikan pandangannya di sela acara Game Republic New Horizons pekan lalu. Sony berencana menghentikan produksi cakram gim fisik pada Januari 2028.
Kutaragi adalah mantan Ketua dan CEO Grup Sony Interactive Entertainment yang memimpin lahirnya PlayStation pertama, PS2, dan PS3. Ia mengakui keputusan Sony telah memicu gesekan dengan para penggemar gim.
Namun, menurutnya, mempertahankan cakram fisik tak lagi masuk akal secara ekonomi. “Meski kami punya kemampuan jaringan pada era PS2 dan PS3, itu belum seumum sekarang. Kini banyak sekali orang yang terhubung,” kata Kutaragi.
Baca juga RUU Power to the Players Act Jamin Pembeli Gim Jadi Pemilik
“Saya memahami bahwa cakram fisik telah menjadi metafora untuk ‘memiliki’ gim. Saya sungguh memahami pola pikir itu. Tetapi tidak ada yang merasa media fisik diperlukan untuk perangkat yang terhubung ke jaringan seperti ponsel pintar, karena orang merasa konten mereka tetap tersimpan. Jadi ini soal pola pikir,” ujarnya.
Kutaragi juga menyinggung banyaknya orang dari luar yang kini bekerja di Sony Interactive Entertainment, termasuk dari perusahaan layanan streaming. Menurutnya, mereka melihat PlayStation bukan sekadar konsol gim, melainkan juga terminal konten.
“Saya bukan CEO PlayStation lagi, tetapi kami masih punya sejumlah pandangan yang sama,” kata Kutaragi.
Baca juga Baru Tiga Bulan Menjabat, COO Pertama Xbox Helen Chiang Hengkang
Pandangan berbeda datang dari mantan petinggi PlayStation lainnya. Shawn Layden, mantan Ketua Sony Interactive Entertainment Worldwide Studios, menyampaikan kritiknya dalam podcast Expansion.
“Jika Anda tidak bisa menjual sesuatu, itu berarti Anda tidak memiliki sesuatu itu,” kata Layden, menyoroti hilangnya hak pemain untuk menjual kembali gim yang mereka beli.
Isu kepemilikan gim digital memang tengah ramai diperdebatkan, seiring makin banyaknya gim yang hanya dijual dalam bentuk unduhan.
Baca juga Xbox Wajibkan Karyawan Masuk Kantor Empat Hari Sepekan















