Korban Penembakan Gereja di Yordania Jadi 8, Tiga Pelaku Diburu

A A

Pendeta Ortodoks Yunani berjalan di lokasi penembakan gereja di Desa Hamoud, Kegubernuran Karak, Yordania, 23 Oktober 2026. [Foto: AFP via Al Jazeera]

  • Korban tewas penembakan gereja di Karak, Yordania, bertambah menjadi delapan orang.
  • Aparat keamanan memburu tiga pria bersenjata yang identitasnya belum diketahui.
  • Raja Abdullah II memerintahkan peninjauan prosedur keamanan dalam merespons serangan teror.
  • Pemerintah Yordania menetapkan tiga hari berkabung dengan pengibaran bendera setengah tiang.

Cekricek.id — Korban tewas penembakan gereja di Yordania bertambah menjadi delapan orang, sementara aparat keamanan memburu tiga pria bersenjata yang menyerang prosesi pemakaman di Kegubernuran Karak pada Jumat.

Tujuh orang tewas di lokasi dan seorang perempuan meninggal beberapa jam kemudian akibat lukanya, menurut kantor berita Petra, sebagaimana diberitakan Al Jazeera, Sabtu (24/10/2026). Dari 40 korban luka, 27 orang masih dirawat di rumah sakit, dan satu orang dalam kondisi kritis setelah menjalani operasi, kata Direktur Rumah Sakit Militer Pangeran Ali di Karak.

Raja Abdullah II memerintahkan peninjauan prosedur keamanan negara dalam merespons serangan teror, dan berjanji para pelaku akan menghadapi “hukuman paling berat.” Pemerintah masih menyebut para pelaku sebagai “penyerang tak dikenal.”

Para penyintas mendengar ledakan sesaat setelah ibadah dimulai. Dua penyerang yang datang dengan kendaraan bergabung dengan orang ketiga yang membawa senapan semiotomatis, lalu masuk ke gereja dan menembak selama beberapa menit. Rekaman kamera keamanan yang beredar daring memperlihatkan tiga orang menembak di luar gereja dan berlari ke pintu masuknya.

Penyintas Nasser al-Burqan, seorang pengacara, mengatakan kepada Reuters bahwa salah satu penyerang yang berdiri sekitar dua meter darinya mengarahkan pistol kepadanya dan menembak. Putranya tertembak di kaki dan dirawat di rumah sakit.

“Ketika semuanya akhirnya tenang, saya melihat ke luar jendela di belakang saya, dan saya melihat dua penyerang, satu bertopeng dan satu lagi tidak; dia membawa pistol,” kata al-Burqan.

Perdana Menteri Jafar Hassan menyebut serangan itu buah dari ideologi teroris dan “ekstremisme buta,” tanpa merinci para pelaku. Motifnya masih belum jelas. Pemerintah menetapkan tiga hari berkabung dengan pengibaran bendera setengah tiang di gedung pemerintah dan publik.

Karak menjadi rumah bagi banyak warga minoritas Kristen Yordania, yang berjumlah sekitar 300.000 dari sekitar 11,5 juta penduduk negara itu.

Imam Besar Al-Azhar Ahmed al-Tayeb menyebut penembakan itu “serangan teroris yang keji.” “Kejahatan ini bertentangan dengan ajaran agama-agama Ibrahim dan menunjukkan pelakunya tak memiliki belas kasih, kemanusiaan, dan moralitas,” tulisnya di media sosial.

Sejumlah negara, termasuk Azerbaijan, Irak, Polandia, Palestina, dan Qatar, mengecam serangan itu dan menyatakan solidaritas dengan Yordania. Kedutaan Besar AS di Yordania juga menyampaikan belasungkawa kepada para korban dan penyintas.

Bagikan

Baca Juga

Bapak PlayStation Ken Kutaragi Dukung Sony Setop Cakram Gim
Hampir Dua dari Tiga Perokok Bangladesh Gagal Saat Coba Berhenti
Warga Uzbekistan Kenal Hepatitis B, Sedikit Paham Cara Menularnya
Pentagon Tetapkan Institut Konfusius Ancaman Keamanan Nasional
Marco Rubio Ajak Warga Kuba Bermitra dengan CIA demi Perubahan
Israel Gelar Operasi Besar di Tepi Barat, Netanyahu Ancam Hebron