Israel Gelar Operasi Besar di Tepi Barat, Netanyahu Ancam Hebron

A A

Tentara Israel di lokasi baku tembak di pos pemeriksaan dekat Hebron, Tepi Barat yang diduduki, 23 Oktober 2026. [Foto: AFP via Al Jazeera]

  • Militer Israel melancarkan operasi besar di Tepi Barat setelah dua tentaranya tewas dalam serangan dekat Hebron.
  • Netanyahu memerintahkan penutupan total Tepi Barat dan penyisiran dari rumah ke rumah di Hebron.
  • Pasukan Israel menggerebek sedikitnya 15 kota di Tepi Barat utara dan menangkap puluhan warga Palestina.
  • B'Tselem memperingatkan rencana itu merupakan hukuman kolektif yang dapat tergolong kejahatan perang.

Cekricek.id — Militer Israel kembali melancarkan operasi besar di Tepi Barat yang diduduki, yang mencakup penangkapan massal, pembongkaran rumah, dan pengusiran paksa warga.

Operasi itu menyusul serangan di pos pemeriksaan militer Israel dekat Hebron pada Jumat yang menewaskan dua tentara Israel, sebagaimana diberitakan Al Jazeera, Sabtu (24/10/2026). Dua terduga pria bersenjata Palestina ditembak mati.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang memerintahkan penutupan total Tepi Barat, mengatakan pasukan Israel akan menyisir dari rumah ke rumah di lingkungan Hebron asal para terduga penyerang. “Kami akan bertindak untuk menghancurkan tempat ini, untuk mengubahnya sepenuhnya,” katanya.

Militer Israel menyebut operasi “kontraterorisme” yang melibatkan tentara, polisi, dan aparat keamanan lain itu akan berlangsung “beberapa hari” di kawasan Hebron, selain operasi di “puluhan” wilayah lain. Hingga Sabtu pagi, pasukan Israel menggerebek sedikitnya 15 kota di Tepi Barat utara, termasuk Nablus, Jenin, Tubas, dan Qalqilya, serta menangkap puluhan warga Palestina, menurut koresponden Al Jazeera.

Buldoser Israel menghancurkan sebuah bangunan tiga lantai di Hebron, sementara ratusan keluarga Palestina diperintahkan meninggalkan rumah di kawasan Ein Deir Bahha. Menurut Pemerintah Kota Hebron, hingga separuh warga lingkungan yang digerebek semalam telah terusir, dan sedikitnya 200 keluarga terpaksa berada di luar rumah.

Penutupan itu juga berlangsung beberapa hari menjelang pemilu Israel pada Selasa. Menurut The New York Times, AS dan Israel telah menyusun rencana serangan baru ke Iran setelah pemilu sela AS 3 November.

Presiden AS Donald Trump dalam kampanye pada Jumat mengatakan, “Kita mungkin akan melakukan epic fury kecil lagi,” merujuk pada nama sandi perang AS-Israel melawan Iran yang dimulai 28 Februari.

Otoritas Palestina menyebut lebih dari 40.000 warga terusir dari rumah mereka akibat kekerasan pemukim dan penggerebekan militer Israel di Tepi Barat sejak awal 2025. Komisi Perlawanan Kolonisasi dan Tembok Palestina mencatat 409 serangan pasukan atau pemukim Israel terhadap petani Palestina sepanjang Oktober.

Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich menyerukan agar ofensif besar di Tepi Barat berjalan “persis seperti di Gaza.” Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir menyerukan pembubaran Otoritas Palestina yang berbasis di Ramallah.

Juru bicara Kantor HAM PBB di wilayah Palestina yang diduduki, Mayy El Sheikh, menyebut penutupan Tepi Barat sebagai “satu lagi episode dari rangkaian tak berujung langkah yang menyesakkan dan membuat hidup warga Palestina makin tak tertahankan.”

Kelompok HAM Israel B’Tselem memperingatkan rencana itu merupakan “hukuman kolektif dan tindakan yang dapat tergolong kejahatan perang.”

Bagikan

Baca Juga

Panggung Piramida Daft Punk Segera Hadir sebagai Set LEGO Resmi
Kim Jong Un Tiba di China Lewat Jembatan Baru Sungai Yalu
Pendapatan Negara Naik, Kematian Ibu dan Bayi Baru Lahir Turun
Enam dari Sepuluh Keluarga Pengungsi Yaman Belum Hidup Bersih
Pekerja Kantoran Istanbul yang Rajin Bergerak Makan Lebih Baik
Pengiriman PC Dunia Anjlok 21 Persen akibat Harga RAM Melonjak