- Kim Jong Un tiba di kota perbatasan Dandong, China, melalui Jembatan Baru Sungai Yalu.
- Jembatan penghubung kedua negara itu dibuka sekitar sepekan lalu, 12 tahun setelah rampung dibangun.
- Perdana Menteri China Li Qiang menemui Kim di Dandong, menurut seorang pejabat Korea Selatan.
Cekricek.id — Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un tiba di Dandong, kota perbatasan China, melalui jembatan yang baru dibuka, menurut pejabat Korea Selatan.
Kunjungan pada Sabtu itu berlangsung sekitar sepekan setelah jembatan penghubung kedua negara diresmikan, 12 tahun setelah rampung dibangun, sebagaimana diberitakan Al Jazeera, Sabtu (24/10/2026).
Kunjungan Kim juga berlangsung sehari sebelum peringatan masuknya China ke Perang Korea 1950–1953. Perdana Menteri China Li Qiang menemui Kim di kota perbatasan itu, menurut Reuters yang mengutip seorang pejabat Korea Selatan. Kementerian Luar Negeri China belum menanggapi permintaan komentar.
Kim tiba di Dandong melalui Jembatan Baru Sungai Yalu, menurut kantor berita Reuters dan AFP yang mengutip pejabat pemerintah Korea Selatan yang tidak disebut namanya. Kantor berita Yonhap juga memberitakan kunjungan itu dengan mengutip sumber pemerintah.
Para analis menilai kunjungan itu bagian dari kebijakan luar negeri Kim yang makin tegas untuk menyelaraskan Pyongyang dengan Beijing dan Moskwa dalam front bersama melawan Amerika Serikat, dalam apa yang ia gambarkan sebagai “Perang Dingin baru.”
Jembatan sepanjang 3 kilometer yang melintasi Sungai Yalu itu dinilai para pakar sebagai simbol menguatnya hubungan kedua negara. Jembatan empat lajur tersebut diperkirakan melayani lalu lintas dua arah sepanjang hari, termasuk pengiriman kontainer dan truk kargo berat.
Jembatan itu rampung pada 2014, tetapi pembukaannya tertunda karena belum adanya jalan penghubung dan fasilitas bea cukai di sisi Korea Utara, menurut laporan media Korea Selatan.
“Pembukaan jembatan ini menyelesaikan hambatan besar dalam logistik perdagangan China-Korea Utara,” kata Lu Chao, pakar hubungan China-Korea Utara di Akademi Ilmu Sosial Liaoning, lembaga kajian pemerintah China di Shenyang, kepada Reuters. “Dengan kendala logistik yang berkurang, perdagangan bilateral kemungkinan akan meningkat lebih jauh.”
China adalah mitra dagang terbesar Korea Utara dan sumber penting dukungan diplomatik, ekonomi, serta politik. Namun, Korea Utara makin dekat dengan Rusia sejak Moskwa melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina pada 2022, yang menurut analis mengurangi ketergantungan Pyongyang pada Beijing.
Kunjungan terakhir Kim yang diketahui ke China adalah pada September 2025 untuk menghadiri peringatan Hari Kemenangan ke-80 di Beijing, saat ia bertemu Presiden China Xi Jinping. Xi melakukan kunjungan kenegaraan ke Korea Utara pada Juni.















