- SpaceX dikabarkan berencana memakai sedikitnya 80.000 menara seluler di AS.
- SpaceX disebut tengah bernegosiasi dengan pemilik menara Crown Castle.
- Jumlah itu setara separuh dari 158.500 menara seluler yang beroperasi di AS.
- Jaringan menara akan dipadukan dengan satelit Starlink Mobile yang langsung terhubung ke ponsel.
Cekricek.id — SpaceX dikabarkan bersiap menjadi operator seluler besar di Amerika Serikat. Perusahaan milik Elon Musk itu disebut berencana memakai sedikitnya 80.000 menara seluler untuk bersaing langsung dengan Verizon, T-Mobile, dan AT&T.
Melansir laporan The Verge yang mengutip Bloomberg, Jumat (23/10/2026), SpaceX tengah bernegosiasi dengan Crown Castle Inc., salah satu pemilik menara seluler terbesar di AS.
Menurut Reuters, jumlah itu setara dengan separuh dari sekitar 158.500 menara seluler yang beroperasi di AS saat ini. SpaceX berencana memadukan jaringan menara tersebut dengan konstelasi satelit yang bisa terhubung langsung ke ponsel.
Saat ditanya soal kemungkinan kemitraan dengan SpaceX, Amazon, atau layanan satelit lain dalam paparan kinerja, CEO Crown Castle Chris Hillabrant tidak membantah maupun membenarkan.
Baca juga Musk Janjikan Starlink Murah di India, Sindir Ambani Jelang IPO
“Saya rasa saya tidak ingin masuk ke detail soal pelanggan tertentu, tetapi Anda bisa berasumsi bahwa kami sedang berbicara dengan semua pihak,” kata Hillabrant.
Langkah ini melanjutkan serangkaian manuver SpaceX di bisnis seluler. Awal bulan ini, SpaceX membeli portofolio lisensi spektrum pita rendah dan mendapat izin Komisi Komunikasi Federal AS (FCC) untuk meluncurkan 15.000 satelit Starlink Mobile generasi V2.
SpaceX menyebut langkah-langkah itu akan membuka jalan bagi Starlink Mobile menjadi operator seluler “besar” di AS. Tahun lalu, SpaceX juga membeli spektrum 2 GHz dari EchoStar senilai 17 miliar dolar AS.
Baca juga SpaceX Coba Tangkap Starship dan Pendorongnya Bulan Depan
Bila rencana ini terwujud, pengguna di AS berpotensi mendapat layanan seluler yang memadukan sinyal menara di darat dengan sinyal satelit di area yang tak terjangkau menara.
Starlink sendiri sudah dikenal luas sebagai layanan internet satelit, termasuk di Indonesia, yang banyak dipakai di daerah terpencil.
Baca juga Elon Musk: Merger Tesla dan SpaceX Belum Pasti Terjadi















