Optimalkan IKM Rendang Padang: Pemko & KNEKS Dialog soal Transisi ke RPHB

Optimalkan IKM Rendang Padang: Pemko & KNEKS Dialog soal Transisi ke RPHB

Optimalkan IKM Rendang Padang: Pemko & KNEKS Dialog soal Transisi ke RPHB. [Ist]

Pemko Padang dan KNEKS berdiskusi terkait transformasi Sentra IKM Rendang menuju Rumah Produksi Halal Bersama (RPHB), menciptakan standar tinggi industri halal.

Cekricek.id, Jakarta - Dalam upaya meningkatkan standar dan kapasitas industri lokal, Pemko Padang baru-baru ini menerima kunjungan dari Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS). Mereka berkumpul untuk mendiskusikan strategi mengubah Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) Rendang menjadi Rumah Produksi Halal Bersama (RPHB).

Penyambutan resmi dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kota Padang, Andree Algamar, yang menerima kunjungan dari tim KNEKS, di bawah kepemimpinan Direktur Bisnis dan Kewirausahaan Syariah, Putu Rahwidhiyasa, di Ruang Lounge Balai Kota Padang pada Kamis, (10/8/2023).

Sebelum pertemuan ini, Putu Rahwidhiyasa menjelaskan bahwa tim KNEKS telah berkoordinasi secara virtual dengan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) di Provinsi Sumatera Barat. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi kebutuhan dalam mengoptimalkan produksi rendang, termasuk di Sentra IKM Rendang Padang.

"Kami bertujuan agar Sentra IKM Rendang di Padang dapat berkembang menjadi RPHB. Hal ini akan meningkatkan kualitas dan kapasitas produksi, menjadikannya salah satu pilar industri halal UMKM," tutur Putu Rahwidhiyasa.

Ada sejumlah tahapan yang diperlukan untuk mencapai status RPHB, seperti sertifikasi halal, pembiayaan koperasi, pelatihan kualitas produksi, dan perpanjangan sertifikasi halal yang sudah ada. Putu mengharapkan dukungan penuh dari Pemko Padang dalam hal ini.

Merespons hal tersebut, Sekda Andree Algamar mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasinya kepada tim KNEKS. "Di Sentra Rendang Padang, kami telah memfasilitasi 86 IKM rendang yang mengikuti standar produksi pangan olahan berkualitas. Masukan dari KNEKS akan semakin memotivasi kami untuk mengembangkan Sentra Rendang menjadi RPHB," kata Sekda.

Lebih lanjut, Sekda menekankan bahwa Sentra Rendang tidak hanya menjadi pusat produksi dan pemasaran, tetapi juga sebagai lokasi wisata edukasi di Kota Padang.

Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Ferry Erfian Rinaldi, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian, Alfiadi, Kepala Dinas Perikanan dan Pangan, serta beberapa pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya.

Temukan berita Padang terbaru hari ini dan terkini seputar peristiwa, politik, hukum, kriminal, budaya, sejarah, hiburan, dan gaya hidup hanya di Cekricek.id.

Baca Juga

Sejumlah petugas berseragam meninjau kawasan sungai berbatu yang terdampak banjir dengan alat berat di latar belakang
Pemko Padang dan Satgas PRR Susun Penanganan Banjir Jangka Panjang
Delegasi Kementerian Luar Negeri dan pimpinan Universitas Andalas duduk berhadapan dalam pertemuan di ruang rektorat
UNAND Ajak Sumbar Berpaling ke Samudra Hindia lewat Kerja Sama IORA
Dokumen bertuliskan taxes, uang kertas, dan koin tertata di atas meja kerja kayu
Penerimaan Pajak Sumatera Barat Semester I 2026 Rp2,26 Triliun, Tumbuh 7,73 Persen
Rapat koordinasi perpustakaan se-Sumatera Barat
Tingkat Kegemaran Membaca Sumbar 54,8, Perpusnas Ingatkan Daerah Tak Cepat Puas
Ilustrasi perajin membatik dengan canting
45 Pengrajin Pariaman Terima Paket Usaha Batik dan Rajut, Pemko Janjikan Pendampingan
Suasana perkemahan dengan tenda di alam terbuka
32 Pramuka Padang Panjang ke Jamnas XII, Kwarda Sumbar Usul Prestasi Jadi Jalur Kuliah