Suriah Kucurkan US$1 Juta untuk RS Tadmor, Unit Cuci Darah Mulai Melayani Pasien

Tenaga medis mengoperasikan peralatan medis di ruang perawatan rumah sakit

Seorang tenaga medis mengoperasikan peralatan di ruang perawatan rumah sakit. Foto ilustrasi, bukan gambar RS Nasional Tadmor. [Foto: Ilustrasi/Pexels]

Cekricek.id — Rumah Sakit Nasional Tadmor di Provinsi Homs, Suriah, menerima hibah senilai 1 juta dolar Amerika Serikat atas arahan Presiden Ahmad Al-Sharaa. Dana itu diperuntukkan bagi pembenahan fasilitas dan perluasan layanan medis di kota yang penduduknya sebagian masih tersebar akibat konflik bertahun-tahun.

Menteri Kesehatan Suriah Musab Al-Ali mengumumkan hibah tersebut saat meninjau rumah sakit itu pada Minggu (9/8/2026). Keterangan yang disiarkan kantor berita negara SANA itu dikutip Arab News, Selasa (11/8/2026).

“Hibah ini bertujuan mendukung rumah sakit dan meningkatkan kualitas layanan medis yang diberikan kepada warga Tadmor dan kawasan sekitarnya,” kata Musab Al-Ali.

Lima Mesin Hemodialisis, Tujuh Pasien Pertama

Dalam kunjungan itu Al-Ali meresmikan unit hemodialisis baru yang dilengkapi lima mesin cuci darah. Kapasitasnya direncanakan bertambah menjadi sepuluh unit. Tujuh pasien sudah menjalani terapi sejak unit tersebut dibuka, sementara pelatihan tenaga medis masih berjalan bersama rumah sakit-rumah sakit di Homs.

Perluasan dari lima menjadi sepuluh mesin berarti unit itu dirancang menampung dua kali lipat jadwal terapi setiap harinya. Pelatihan tenaga medis bersama rumah sakit di Homs menjadi bagian yang menentukan, sebab mesin hemodialisis menuntut operator terlatih dan pengawasan dokter sepanjang sesi berlangsung, bukan sekadar perangkat yang dipasang lalu dinyalakan.

Direktur Fasilitas Kesehatan pada Kementerian Kesehatan Suriah Wasil Al-Jarak menyebut unit itu akan “membantu menyediakan layanan cuci darah bagi pasien gagal ginjal dan memungkinkan warga, termasuk mereka yang dulu terpaksa meninggalkan kawasan ini, untuk kembali dan memperoleh perawatan lebih dekat dengan rumah”.

Pernyataan itu menjelaskan mengapa mesin cuci darah menjadi prioritas di kota sekecil Tadmor. Pasien gagal ginjal membutuhkan terapi rutin beberapa kali sepekan seumur hidup. Tanpa layanan di kota sendiri, mereka harus menempuh perjalanan panjang ke Homs atau Damaskus, biaya yang sering kali tidak sanggup ditanggung dan menjadi alasan keluarga menunda kepulangan ke kampung halaman.

Baca juga: Lebanon Tahan Jenderal Era Assad, Timbang Serahkan ke Suriah

Instalasi Air Bersih Menopang Perluasan

Bagian lain dari pembenahan adalah stasiun pemurnian air yang sudah beroperasi dan disiapkan mampu menopang kapasitas unit setelah diperluas. Kelengkapan itu bukan pelengkap sepele: mesin hemodialisis membutuhkan pasokan air olahan bermutu tinggi dalam jumlah besar untuk setiap sesi terapi, sehingga instalasi air yang tidak memadai membuat mesin tidak bisa dipakai sekalipun tersedia.

Al-Ali juga menekankan pentingnya menjawab kebutuhan setempat serta memperbaiki dan memperluas layanan medis sesuai keperluan warga.

Tadmor sendiri terletak di gurun bagian tengah Suriah, jauh dari pusat-pusat rujukan medis. Letak itu membuat setiap penambahan kapasitas di rumah sakit setempat berdampak langsung pada jarak tempuh pasien.

Layanan Dasar sebagai Ukuran Pemulihan

Pemerintahan baru Suriah menghadapi pekerjaan panjang membangun kembali jaringan layanan publik yang rusak dan ditinggalkan tenaganya selama perang. Rumah sakit daerah seperti Tadmor menjadi ujian yang paling terlihat, karena keberadaannya menentukan apakah penduduk yang mengungsi punya alasan praktis untuk pulang.

Baca juga: Bayi Lahir di Fasilitas Kesehatan Kini Langsung Dapat Akta Kelahiran, KK, dan KIA

Angka satu juta dolar tidak besar untuk ukuran anggaran kesehatan nasional. Namun di kota yang layanan medisnya nyaris berhenti, penambahan lima mesin cuci darah dan satu instalasi air bersih mengubah perhitungan sehari-hari sebuah keluarga tentang tempat tinggal.

Baca juga: Kalimat “Ini Normal” dari Tenaga Kesehatan Bikin Pasien Enggan Berobat

Baca Juga

Gedung lembaga pemerintahan di Manila, Filipina, pada siang hari
Wakil Presiden Filipina Sara Duterte Didakwa Mengancam Nyawa Marcos
Seekor burung asli Australia bertengger di dahan di habitat alaminya
Australia Vaksinasi Burung Asli di Penangkaran demi Bendung Flu Burung H5N1
Jalan sempit berbatu di kawasan kota tua Damaskus, Suriah
Pengadilan Damaskus Vonis Mati Bashar al-Assad secara In Absentia
Warga mengolah buah jambu mete di sebuah desa di Ghana
Ghana Ubah Buah Jambu Mete yang Selama Ini Terbuang Jadi Sumber Pendapatan Baru
Acara peringatan Hari Perempuan Nasional di Afrika Selatan
Tujuh Dekade Pawai Perempuan Afrika Selatan dan Janji yang Belum Ditepati
Puncak menara masjid berhias bulan sabit menjulang dengan latar langit jingga di Omdurman, Sudan
Al-Burhan Gelar Pertemuan Tertutup, Sudan Rintis Jalan Dialog Nasional