Cekricek.id — Mantan Presiden UEFA Michel Platini menuntut Presiden FIFA Gianni Infantino mundur karena dinilai gagal menjaga aturan permainan selama Piala Dunia 2026 di Amerika Utara. Ia menyoroti jeda hidrasi yang dipakai untuk iklan, jeda paruh waktu 30 menit di final, dan pembatalan sanksi kartu merah.
Sanksi kartu merah terhadap pemain Amerika Serikat, Folarin Balogun, dibatalkan setelah intervensi Presiden AS Donald Trump, menurut laporan Al Jazeera, Senin (31/08/2026). Jeda hidrasi di turnamen itu kerap berlangsung sampai empat menit dan dipakai penyiar tuan rumah untuk iklan.
Baca juga Ceferin Tolak Maju, Minta Infantino Mundur dari FIFA
Platini menempatkan persoalan aturan di atas urusan keuangan FIFA.
“Urusan ekonomi itu satu hal, tetapi Infantino gagal karena dia penjamin aturan permainan dan dia tidak menghormatinya,” katanya.
Baca juga Nordik Tak Percaya Infantino, Tuntut Reformasi FIFA
Ia merinci tiga hal yang dianggapnya menyalahi aturan. “Jeda iklan tidak ada dalam aturan, jeda paruh waktu 30 menit di final tidak ada dalam aturan, dan kartu merah itu, itu yang terburuk,” ujar Platini.
Tuntutannya disampaikan tanpa syarat. “Dia penjamin aturan, dia tidak menghormatinya, dia harus pergi,” katanya.
Baca juga CONCACAF Minta Infantino Absen dari Turnamen U-14 CFU
Platini juga sedang menggugat Infantino dan sejumlah mantan pejabat FIFA di Prancis atas dugaan persekongkolan jahat terkait kegagalan pencalonannya sebagai Presiden FIFA pada 2015.
FIFA belum menanggapi tuntutan tersebut, dan Infantino belum menjawab kritik soal jeda hidrasi maupun pembatalan sanksi kartu merah.














