Cekricek.id — Musim liburan adalah musimnya novel misteri: cerita yang membuat pembaca lupa waktu dan enggan menutup halaman. The Globe and Mail merangkum delapan novel misteri terbaru yang layak masuk daftar bacaan, dari suspens psikologis sampai teka-teki ruang terkunci.
Mengutip ulasan The Globe and Mail, Sabtu (8/8/2026), berikut kedelapan judul tersebut beserta apa yang membuatnya menarik.
Suspens Psikologis dan Kejahatan Orang Kaya
Heather karya Caitlin Mullen bergerak lambat tetapi memikat. Novel ini punya dua garis waktu dan empat tokoh utama: Kepala Polisi Callie Hauser yang baru bertugas di permukiman The Pines, New Jersey, membongkar kasus lama 30 tahun silam tentang bayi yang ditinggalkan di pinggir jalan hingga tewas. Penelusurannya justru menyingkap kisah dua remaja kembar yang ditelantarkan orangtua — dan masa lalu Callie sendiri.
Getting Away With Murder karya Shari Lapena mengangkat pasangan kaya raya Jill dan Ted Westcott yang kehabisan warisan. Solusi mereka? Membunuh kakak Ted yang sukses demi warisan 45 juta dolar. Pertanyaan novel ini bukan siapa atau mengapa, melainkan: akankah mereka lolos? Lapena disebut salah satu penulis kriminal Kanada terbaik saat ini.
Detektif Maine dan Cinta yang Berubah Obsesi
Storm Tide karya Paul Doiron melanjutkan seri penjaga hutan Maine, Mike Bowditch, yang menyelamatkan seorang pria dari kebakaran rumah — pria yang ternyata pernah dituduh membunuh anaknya sendiri lalu bebas. Ketika pria lain yang juga lolos jerat hukum tewas di tempat berbeda, hanya Mike yang melihat benang merahnya.
The Lover karya Mary Watson mengisahkan Hallie Rausch yang bekerja di museum impiannya dan menjalin hubungan dengan atasannya, Rafe. Ketika hubungan itu memburuk dan kariernya terancam, satu malam berujung petaka: Hallie terbangun di samping mayat, dan ia sendiri tersangka utamanya.
Nuansa Gatsby, Ruang Terkunci, dan Glamor Cannes
Liars in Paradise karya penulis Toronto Olesya Lyuzna membawa pembaca ke era The Great Gatsby lewat detektif perempuan Ginny Dugan, yang punya lima hari menyelamatkan rekannya dari tuduhan pembunuhan di klub elite Long Island.
Cross My Heart, I Hope You Die karya Mallory Arnold menyuguhkan misteri ruang terkunci: tiga perempuan yang sadar dipacari pria yang sama menyusun jebakan di kabin terpencil — sampai badai salju mengurung mereka dan Jason ditemukan tewas.
We Would Never Tell karya Anne-Sophie Jouhanneau berlatar Festival Film Cannes, lengkap dengan kalung jutaan dolar yang raib dan mayat di Laut Tengah. Restless Bones karya Gillian French menutup daftar dengan analis sidik jari Shaw Connolly, yang harus berhadapan lagi dengan psikopat pembunuh adiknya demi mengungkap dua jasad lain.
Baca juga: Matières Fécales, Label Mode Provokatif yang Kini Dipakai Zendaya hingga Kylie Jenner


















