Cekricek.id — Belanja peralatan pabrik semikonduktor dunia diperkirakan mencapai 135,1 miliar dolar Amerika Serikat sepanjang 2026, naik 15 persen dari tahun sebelumnya, dan diproyeksikan menembus 151 miliar dolar pada 2027. Angka itu dibuka pada hari pertama SEMICON Taiwan 2026, Senin (31/08/2026).
Pameran itu diikuti lebih dari 100 ribu profesional dari 65 negara dan lebih dari 1.300 peserta pameran, menurut keterangan tertulis SEMI, penyelenggara sekaligus asosiasi industri semikonduktor global. Pameran utamanya berlangsung 2–4 September.
Hambatan Bergeser ke Perpindahan Data
Chief Marketing Officer global sekaligus Presiden SEMI Taiwan, Terry Tsao, menyatakan titik sempit industri tidak lagi terletak pada kecepatan cip satuan.
Baca juga Applied Materials Cetak Rekor Pendapatan, Belanja Cip AI Belum Melandai
“Perpindahan data pada sistem kecerdasan buatan hari ini bisa menghabiskan energi lebih banyak daripada komputasinya sendiri, sehingga arsitektur sistem, bukan kinerja cip satuan, menjadi hambatan yang baru,” katanya.
Baca juga SK hynix Gelontorkan Investasi Besar demi Memori AI
Kebutuhan perpindahan data pada sistem kecerdasan buatan mutakhir disebut menembus 100 terabit per detik per simpul, sementara komputasi untuk melatih model terdepan tumbuh empat sampai lima kali lipat setiap tahun. Sebagai jawabannya, produk optik yang dipaket bersama prosesor kini menyasar kecepatan 51,2 dan 102,4 terabit per detik.
Memori Menyumbang Hampir Separuh Pendapatan
SEMI memperkirakan pendapatan industri semikonduktor global tahun ini 975 miliar dolar, dengan segmen memori menyumbang lebih dari 440 miliar dolar.
Baca juga Intel Investasi 30 Miliar Euro untuk Bangun Pabrik Chip di Jerman
Menurut asosiasi itu, memori tidak lagi dinilai dari kapasitas semata, melainkan dari seberapa awal dan seberapa dalam ia disatukan ke dalam rancangan sistem.
Proyeksi Belanja dan Batasnya
Belanja peralatan diproyeksikan berlanjut ke 155 miliar dolar pada 2028 dan 172 miliar dolar pada 2029. Proyeksi itu disusun SEMI dan belum memperhitungkan perubahan kebijakan dagang maupun pelemahan permintaan yang mungkin terjadi.
Perusahaan yang ikut dalam pameran ini antara lain TSMC, UMC, Foxconn, Broadcom, Samsung, SK hynix, Micron, NVIDIA, dan ASML. Belum ada tanggapan dari perusahaan-perusahaan itu atas proyeksi yang disampaikan penyelenggara.














